alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Percepat Vaksinasi, Targetkan Bisa Sasar 71.062 Hewan Peliharaan

TABANAN– Sebanyak 12 ribu dosis vaksin disiapkan oleh Dinas Pertanian untuk mewaspadai lonjakan kasus dan penularan penyakit rabies yang terjadi pada hewan peliharaan, khususnya pada anjing.

Vaksinasi rabies menyasar pada wilayah-wilayah yang pernah mengalami kasus positif rabies.

Salah satunya, vaksinasi menyasar di Desa Denbatas kecamatan Tabanan. Dimana wilayah tersebut pada bulan April lalu pernah terjadi kasus positif rabies.  

Dari data yang diperoleh Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Tabanan, total target sasaran vaksinasi rabies tahun 2021 sebanyak 71.062 ekor.

Kepala Dinas Pertanian Tabanan I Nyoman Budana mengaku vaksinasi rabies pihaknya memang gencar dilakukan meski sejauh ini belum terjadi lonjakan kasus positif anjing rabies.

Pihaknya melakukan vaksinasi sejak pertengahan April 2021 lalu hingga saat ini.

Melalui program vaksinasi berbasis banjar, sejumlah desa di Tabanan yang sebelumnya sempat ditemukan kasus positif rabies langsung disasar. “Jadi baru satu kasus temuan kami pada April lalu,” kata Budana, Jumat (28/6).

Baca Juga:  Cegah Dampak Vaksin Covid-19, Satgas Perketat Skrining Vaksinasi

Dia menyebut, selain mengutamakan daerah yang terjadi kasus, juga pada daerah lain yang sebelumnya pernah ditemukan kasus serupa.

Seperti Desa Wanagiri Kauh dan Desa Berembeng di Kecamatan Selemadeg, Desa Batuaji, Kerambitan.

“Daerah ini berpotensi terjadi kasus kembali. Sehingga jadi atensi kami. Karena kasus positif rabies ditemukan tahun lalu,” jelasnya.

Kabid Peternakan Dinas Pertanian Tabanan, Ni Nengah Pipin Windari menyatakan, total sasaran vaksinasi rabies di Tabanan tahun 2021 ini sebanyak 71.062 ekor.

Sasaran tersebut tak hanya hewan anjing saja, melainkan kera serta kucing yang juga menjadi bagian dari jenis Hewan Penular Rabies (HPR).

Hingga, Kamis (27/6) kemarin, total sudah ada 12.066 ekor anjing yang divaksin rabies.

Vaksinasi yang dilaksanakan sejak pertengahan April ini sudah mencapai 16,98 persen dari total.

Kemudian, kata dia, untuk total vaksin yang sudah tersedia saat ini sebanyak 25 ribu dosis. Jumlah tersebut diberikan oleh Pemprov Bali. Meskipun jumlah tersebut masih jauh dari target sasaran.

Baca Juga:  Vaksinasi AstraZeneca di Kecamatan Manggis Karangasem Lampaui Target

Pemkab Tabanan juga berupaya untuk melakukan pengadaan vaksin rabies sebanyak 12 ribu  dosis yang bersumber dari APBD Tabanan.

“Pengadaraan vaksin rabies sebagai upaya mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus anjing rabies. Mengingat populasi anjing yang meningkat. Disamping itu kerap kalinya masyarakat melakukan perkawinan silang anjing dengan daerah lainnya,” ujarnya.

Sementara itu dari data kasus positif rabies di Tabanan dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Pipin Windari menyebutkan kasus cenderung menurun dari tahun ke tahun.

Dalam dua tahun terakhir atau tahun 2020 dan 2021, baru ditemukan 4 kasus.

Rinciannya, masing-masing satu kasus di Desa Wanagiri Kauh dan Desa Berembeng, Kecamatan Selemadeg, serta satu kasus di Desa Batuaji, Kecamatan Kerambitan pada tahun 2020 lalu.

Kemudian kasus yang terjadi di tahun 2021 baru satu kasus positif rabies di Desa Denbantas, Kecamatan Tabanan. 

- Advertisement -
- Advertisement -

TABANAN– Sebanyak 12 ribu dosis vaksin disiapkan oleh Dinas Pertanian untuk mewaspadai lonjakan kasus dan penularan penyakit rabies yang terjadi pada hewan peliharaan, khususnya pada anjing.

Vaksinasi rabies menyasar pada wilayah-wilayah yang pernah mengalami kasus positif rabies.

Salah satunya, vaksinasi menyasar di Desa Denbatas kecamatan Tabanan. Dimana wilayah tersebut pada bulan April lalu pernah terjadi kasus positif rabies.  


Dari data yang diperoleh Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Tabanan, total target sasaran vaksinasi rabies tahun 2021 sebanyak 71.062 ekor.

Kepala Dinas Pertanian Tabanan I Nyoman Budana mengaku vaksinasi rabies pihaknya memang gencar dilakukan meski sejauh ini belum terjadi lonjakan kasus positif anjing rabies.

Pihaknya melakukan vaksinasi sejak pertengahan April 2021 lalu hingga saat ini.

Melalui program vaksinasi berbasis banjar, sejumlah desa di Tabanan yang sebelumnya sempat ditemukan kasus positif rabies langsung disasar. “Jadi baru satu kasus temuan kami pada April lalu,” kata Budana, Jumat (28/6).

Baca Juga:  Jelang Pariwisata Bali Dibuka, Polresta Denpasar Percepat Vaksinasi

Dia menyebut, selain mengutamakan daerah yang terjadi kasus, juga pada daerah lain yang sebelumnya pernah ditemukan kasus serupa.

Seperti Desa Wanagiri Kauh dan Desa Berembeng di Kecamatan Selemadeg, Desa Batuaji, Kerambitan.

“Daerah ini berpotensi terjadi kasus kembali. Sehingga jadi atensi kami. Karena kasus positif rabies ditemukan tahun lalu,” jelasnya.

Kabid Peternakan Dinas Pertanian Tabanan, Ni Nengah Pipin Windari menyatakan, total sasaran vaksinasi rabies di Tabanan tahun 2021 ini sebanyak 71.062 ekor.

Sasaran tersebut tak hanya hewan anjing saja, melainkan kera serta kucing yang juga menjadi bagian dari jenis Hewan Penular Rabies (HPR).

Hingga, Kamis (27/6) kemarin, total sudah ada 12.066 ekor anjing yang divaksin rabies.

Vaksinasi yang dilaksanakan sejak pertengahan April ini sudah mencapai 16,98 persen dari total.

Kemudian, kata dia, untuk total vaksin yang sudah tersedia saat ini sebanyak 25 ribu dosis. Jumlah tersebut diberikan oleh Pemprov Bali. Meskipun jumlah tersebut masih jauh dari target sasaran.

Baca Juga:  Varian Omicron Menghantui, Percepat Vaksinasi dan Kuatkan Prokes

Pemkab Tabanan juga berupaya untuk melakukan pengadaan vaksin rabies sebanyak 12 ribu  dosis yang bersumber dari APBD Tabanan.

“Pengadaraan vaksin rabies sebagai upaya mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus anjing rabies. Mengingat populasi anjing yang meningkat. Disamping itu kerap kalinya masyarakat melakukan perkawinan silang anjing dengan daerah lainnya,” ujarnya.

Sementara itu dari data kasus positif rabies di Tabanan dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Pipin Windari menyebutkan kasus cenderung menurun dari tahun ke tahun.

Dalam dua tahun terakhir atau tahun 2020 dan 2021, baru ditemukan 4 kasus.

Rinciannya, masing-masing satu kasus di Desa Wanagiri Kauh dan Desa Berembeng, Kecamatan Selemadeg, serta satu kasus di Desa Batuaji, Kecamatan Kerambitan pada tahun 2020 lalu.

Kemudian kasus yang terjadi di tahun 2021 baru satu kasus positif rabies di Desa Denbantas, Kecamatan Tabanan. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/