alexametrics
25.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Dapat Bantuan Double, 20 Warga Desa Takmung Dipaksa Kembalikan BLT

SEMARAPURA – Sebanyak 20 warga Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung harus mengembalikan salah satu bantuan langsung tunai (BLT) yang mereka terima lantaran menjadi temuan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

 

Itu lantaran puluhan warga tersebut menerima BLT double, yakni BLT APBD dan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) tahun 2021.

 

Perbekel Takmung, I Nyoman Mudita saat ditemui di Balai Yadnya, Desa Takmung, Minggu (27/6) menjelaskan temuan BPKP itu bermula ketika pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM menghadirkan program BPUM tahun 2021 yang bisa didapatkan warga dengan mendaftar difasilitasi pemerintah desa.

 

Untuk bisa mendaftar, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi warga, yakni WNI memiliki e-KTP, memiliki usaha mikro yang dibuktikan dengan nomor induk berusaha (NIB) atau surat keterangan usaha (SHU) dari lurah atau perbekel setempat, tidak sedang menerima KUR, bukan ASN, anggota TNI atau Polri, pegawai BUMN atau pegawai BUMD.

Baca Juga:  Sempat Dirawat di Ruang Isolasi, Staf Disdik Buleleng Meninggal Dunia

 

“Warga yang ingin mendapatkan bantuan itu juga diminta mencantumkan nomor telepon seluler atau menyertakan nomor seluler keluarga terdekat. Penerima BPUM tahun sebelumnya dapat mengajukan kembali dengan melengkapi persyaratan yang dibutuhkan,” bebernya.

 

Mendengar adanya program bantuan tersebut, warga yang merasa memenuhi persyaratan pun melakukan pendaftaran. Pasalnya untuk tahap pertama ada sekitar 275 warga yang mendaftar dan di tahap kedua ada sebanyak 150 warga yang mendaftar.

 

“Ada warga yang sudah menerima BPUM sebesar Rp 1,2 juta itu. Dan ada yang masih menunggu cairnya bantuan tersebut,” terangnya.

 

Naasnya ketika warga telah menggunakan BLT itu untuk memenuhi kebutuhannya, BPKP mencatat penerima BLT APBD namun juga mendapat BPUM sebagai temuan sehingga harus mengembalikan salah satu BLT tersebut. Meski pada program BPUM tidak mensyaratkan penerima BLT lain tidak boleh menerima bantuan tersebut. Untuk saat ini ada sebanyak 20 warga Desa Takmung menjadi temuan BPKP menerima BLT double dan harus mengembalikan salah satunya.

Baca Juga:  Hadiri Hari Operasi Lintas Laut, Yeni : Beliau Sosok Membanggakan

 

“20 orang ini menerima BLT dari APBD sebesar Rp 600 ribu dan BPUM sebesar Rp 1,2 juta. Warga kami ini kemudian diminta untuk mengembalikan salah satu BLT tersebut dan membuat surat pernyataan sanggup membayar. Semuanya sudah membuat surat pernyataan itu,” ungkapnya.


SEMARAPURA – Sebanyak 20 warga Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung harus mengembalikan salah satu bantuan langsung tunai (BLT) yang mereka terima lantaran menjadi temuan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

 

Itu lantaran puluhan warga tersebut menerima BLT double, yakni BLT APBD dan Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) tahun 2021.

 

Perbekel Takmung, I Nyoman Mudita saat ditemui di Balai Yadnya, Desa Takmung, Minggu (27/6) menjelaskan temuan BPKP itu bermula ketika pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM menghadirkan program BPUM tahun 2021 yang bisa didapatkan warga dengan mendaftar difasilitasi pemerintah desa.

 

Untuk bisa mendaftar, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi warga, yakni WNI memiliki e-KTP, memiliki usaha mikro yang dibuktikan dengan nomor induk berusaha (NIB) atau surat keterangan usaha (SHU) dari lurah atau perbekel setempat, tidak sedang menerima KUR, bukan ASN, anggota TNI atau Polri, pegawai BUMN atau pegawai BUMD.

Baca Juga:  Klaster Keluarga Muncul di Klungkung, OTG Bakal Diisolasi di Hotel

 

“Warga yang ingin mendapatkan bantuan itu juga diminta mencantumkan nomor telepon seluler atau menyertakan nomor seluler keluarga terdekat. Penerima BPUM tahun sebelumnya dapat mengajukan kembali dengan melengkapi persyaratan yang dibutuhkan,” bebernya.

 

Mendengar adanya program bantuan tersebut, warga yang merasa memenuhi persyaratan pun melakukan pendaftaran. Pasalnya untuk tahap pertama ada sekitar 275 warga yang mendaftar dan di tahap kedua ada sebanyak 150 warga yang mendaftar.

 

“Ada warga yang sudah menerima BPUM sebesar Rp 1,2 juta itu. Dan ada yang masih menunggu cairnya bantuan tersebut,” terangnya.

 

Naasnya ketika warga telah menggunakan BLT itu untuk memenuhi kebutuhannya, BPKP mencatat penerima BLT APBD namun juga mendapat BPUM sebagai temuan sehingga harus mengembalikan salah satu BLT tersebut. Meski pada program BPUM tidak mensyaratkan penerima BLT lain tidak boleh menerima bantuan tersebut. Untuk saat ini ada sebanyak 20 warga Desa Takmung menjadi temuan BPKP menerima BLT double dan harus mengembalikan salah satunya.

Baca Juga:  Hadiri Hari Operasi Lintas Laut, Yeni : Beliau Sosok Membanggakan

 

“20 orang ini menerima BLT dari APBD sebesar Rp 600 ribu dan BPUM sebesar Rp 1,2 juta. Warga kami ini kemudian diminta untuk mengembalikan salah satu BLT tersebut dan membuat surat pernyataan sanggup membayar. Semuanya sudah membuat surat pernyataan itu,” ungkapnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/