alexametrics
25.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Dipaksa Kembalikan BLT, Dana Sudah Habis, Warga Takmung Bingung

SEMARAPURA – Temuan bantuan double sehigga harus mengembalikan salah satu bantuan membuat 20 warga Desa Takmung, Banjarangkan, Klungkung, bingung. Pasalnya, dana itu sudah habis untuk kebutuhan sehari-hari.

 

Perbekel Takmung, I Nyoman Mudita saat ditemui di Balai Yadnya, Desa Takmung, Minggu (27/6) menjelaskan, meski telah membuat surat pernyataan untuk sanggup membayar, menurut Mudita puluhan warganya itu mengeluh sedang kesulitan keuangan.

 

Sementara bantuan yang didapat mereka sudah habis dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

 

“Warga saya kebingungan. Baru satu orang yang sudah mengembalikan. Saya yakin ini tidak hanya terjadi di Desa Takmung namun juga desa lainnya,” ujar Mudita.

 

Mengingat masih ada pemohon BPUM yang bantuannya belum cair, Kepala Dusun Takmung Kangin, Gusti Wijaya menambahkan bahwa pihaknya telah mengimbau warganya yang telah menerima BLT APBD namun juga memohon BPUM untuk menimbang-nimbang sebelum mencairkan bantuan tersebut. Sehingga tidak lagi menjadi temuan BPKP dan diminta untuk mengembalikan.

Baca Juga:  Ratusan Babi Mati Mendadak, Peternak Bali Rumahan di Bali Utara Resah

 

“Karena masih ada warga saya yang BPUM-nya belum cair. Tahun lalu tidak ada temuan seperti ini. Kami melakukannya sesuai yang dipersyaratkan. Kalau di persyaratan bantuan itu tidak diperuntukkan bagi mereka yang sudah menerima BLT, pasti kami akan melakukan sesuai yang dipersyaratkan,” terangnya.

 

Sementara itu, Wayan Suartama, salah satu warga Desa Takmung yang diminta untuk mengembalikan salah satu bantuan tersebut, mengungkapkan ia diminta untuk membuat surat pernyataan Jumat (25/6) dengan batas waktu pengembalian selama dua bulan sejak membuat surat pernyataan. Rencananya dia akan mengembalikan BLT APBD mengingat bantuan yang diberikan lebih kecil dibandingkan dengan BPUM.

 

“Kondisi ekonomi saya lagi sulit. Mau tidak mau harus mengembalikan dari pada saya ditangkap,” tandasnya.

Baca Juga:  Ratusan Pelajar SD Tak Tertampung di SMP Negeri, Ini Kata Kadisdik…

Sebelumnya diberitakan, BPKP menemukan adanya 20 warga Takmung yang menerima bantuan double serangkaian penanganan dampak pandemi Covid-19. Kemudian, warga mendapat BPUM (Bantuan Produktif Usaha Mikro) dari Kemenkop UKM sebesar Rp 1,2 juta, dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) APBD sebesar Rp600 ribu. Warga pun disuruh mengembalikan salah satunya.


SEMARAPURA – Temuan bantuan double sehigga harus mengembalikan salah satu bantuan membuat 20 warga Desa Takmung, Banjarangkan, Klungkung, bingung. Pasalnya, dana itu sudah habis untuk kebutuhan sehari-hari.

 

Perbekel Takmung, I Nyoman Mudita saat ditemui di Balai Yadnya, Desa Takmung, Minggu (27/6) menjelaskan, meski telah membuat surat pernyataan untuk sanggup membayar, menurut Mudita puluhan warganya itu mengeluh sedang kesulitan keuangan.

 

Sementara bantuan yang didapat mereka sudah habis dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

 

“Warga saya kebingungan. Baru satu orang yang sudah mengembalikan. Saya yakin ini tidak hanya terjadi di Desa Takmung namun juga desa lainnya,” ujar Mudita.

 

Mengingat masih ada pemohon BPUM yang bantuannya belum cair, Kepala Dusun Takmung Kangin, Gusti Wijaya menambahkan bahwa pihaknya telah mengimbau warganya yang telah menerima BLT APBD namun juga memohon BPUM untuk menimbang-nimbang sebelum mencairkan bantuan tersebut. Sehingga tidak lagi menjadi temuan BPKP dan diminta untuk mengembalikan.

Baca Juga:  Astaga! Kakek 80 Tahun di Ubud Jatuh ke Jurang Sedalam 20 Meter

 

“Karena masih ada warga saya yang BPUM-nya belum cair. Tahun lalu tidak ada temuan seperti ini. Kami melakukannya sesuai yang dipersyaratkan. Kalau di persyaratan bantuan itu tidak diperuntukkan bagi mereka yang sudah menerima BLT, pasti kami akan melakukan sesuai yang dipersyaratkan,” terangnya.

 

Sementara itu, Wayan Suartama, salah satu warga Desa Takmung yang diminta untuk mengembalikan salah satu bantuan tersebut, mengungkapkan ia diminta untuk membuat surat pernyataan Jumat (25/6) dengan batas waktu pengembalian selama dua bulan sejak membuat surat pernyataan. Rencananya dia akan mengembalikan BLT APBD mengingat bantuan yang diberikan lebih kecil dibandingkan dengan BPUM.

 

“Kondisi ekonomi saya lagi sulit. Mau tidak mau harus mengembalikan dari pada saya ditangkap,” tandasnya.

Baca Juga:  Terungkap, Dana APBDes 2021 Raib Ditilep Oknum Bendahara untuk Pribadi

Sebelumnya diberitakan, BPKP menemukan adanya 20 warga Takmung yang menerima bantuan double serangkaian penanganan dampak pandemi Covid-19. Kemudian, warga mendapat BPUM (Bantuan Produktif Usaha Mikro) dari Kemenkop UKM sebesar Rp 1,2 juta, dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) APBD sebesar Rp600 ribu. Warga pun disuruh mengembalikan salah satunya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/