28.7 C
Denpasar
Saturday, June 3, 2023

Kakek Berusia 76 Tahun di Gianyar Gantung Diri, Ini Penyebabnya

GIANYAR – Jalan pintas diambil I Wayan Numadi, 76. Diduga depresi usai menjalani operasi prostat, korban nekat gantung diri.

 

Korban ditemukan di belakang rumahnya di Banjar Wanayu, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar Senin (28/6) sekitar pukul 07.45.

 

Kejadian bermula ketika cucu korban menanyakan keberadaan kakek. Korban sempat dicari keliling rumah. Akhirnya, keluarga kaget melihat korban gantung diri di gudang belakang rumahnya. Sekeluarga ini langsung menurunkan korban dengan memotong tali yang mengikat di leher korban. Selanjutnya, keluarga memberi tahu tetangga. Kemudian mayat korban diangkat dan ditidurkan di tempat tidur kamar korban. 

 

Kapolsek Blahbatuh, AKP Yoga Widyatmoko, mengaku jajarannya sudah turun melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Namun atas permintaan keluarga, jasad korban tidak dilanjutkan untuk diotopsi.

Baca Juga:  KK Miskin Tinggal di Rumah Tidak Layak, Bupati Suwirta Turun Tangan

 

“Menurut keterangan keluarga, korban tidak ada permasalah apapun. Tapi korban ada menderita sakit kanker prostat yang sudah dioperasi dua minggu yang lalu di RSUD Sanjiwani Gianyar,” jelas AKP Yoga. 

 

Dari keterangan keluarga kepada kepolisian, kakek diduga merasa depresi akibat penyakit yang diderita. Hal tersebut nampak ketika korban sempat ngamuk dan mencabut infus ketika mendapatkan perawatan di rumah sakit. Atas kejadian ini, pihak keluarga tidak mempermasalahkan dan menerima sebagai musibah.

 

“Keluarga tidak akan melakukan autopsi,” jelas AKP Yoga. 

 

Di samping itu, hasil pemeriksaan luar tim medis Puskesmas Blahbatuh II juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Korban diperkirakan meninggal sekitar 1 jam sebelum ditemukan. Penyebab kematian oleh karena tali yang menjerat leher, menyebabkan asfiksia pernafasan dan henti jantung.

Baca Juga:  Periksa Belasan Jaksa, Inspektur Jamwas Sampai Turun ke Kejati Bali

 

“Kesimpulannya ini murni akibat dari gantung diri, mengingat dari hasil riksa dokter tidak diketemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” pungkasnya.



GIANYAR – Jalan pintas diambil I Wayan Numadi, 76. Diduga depresi usai menjalani operasi prostat, korban nekat gantung diri.

 

Korban ditemukan di belakang rumahnya di Banjar Wanayu, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar Senin (28/6) sekitar pukul 07.45.

 

Kejadian bermula ketika cucu korban menanyakan keberadaan kakek. Korban sempat dicari keliling rumah. Akhirnya, keluarga kaget melihat korban gantung diri di gudang belakang rumahnya. Sekeluarga ini langsung menurunkan korban dengan memotong tali yang mengikat di leher korban. Selanjutnya, keluarga memberi tahu tetangga. Kemudian mayat korban diangkat dan ditidurkan di tempat tidur kamar korban. 

 

Kapolsek Blahbatuh, AKP Yoga Widyatmoko, mengaku jajarannya sudah turun melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Namun atas permintaan keluarga, jasad korban tidak dilanjutkan untuk diotopsi.

Baca Juga:  Dilantik, Bupati Minta Tiga Perbekel Tak Hanya Sekedar menjabat, Tapi

 

“Menurut keterangan keluarga, korban tidak ada permasalah apapun. Tapi korban ada menderita sakit kanker prostat yang sudah dioperasi dua minggu yang lalu di RSUD Sanjiwani Gianyar,” jelas AKP Yoga. 

 

Dari keterangan keluarga kepada kepolisian, kakek diduga merasa depresi akibat penyakit yang diderita. Hal tersebut nampak ketika korban sempat ngamuk dan mencabut infus ketika mendapatkan perawatan di rumah sakit. Atas kejadian ini, pihak keluarga tidak mempermasalahkan dan menerima sebagai musibah.

 

“Keluarga tidak akan melakukan autopsi,” jelas AKP Yoga. 

 

Di samping itu, hasil pemeriksaan luar tim medis Puskesmas Blahbatuh II juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Korban diperkirakan meninggal sekitar 1 jam sebelum ditemukan. Penyebab kematian oleh karena tali yang menjerat leher, menyebabkan asfiksia pernafasan dan henti jantung.

Baca Juga:  Sumur Tercemar, Ratusan Warga Pengambengan Diserang Penyakit Gatal

 

“Kesimpulannya ini murni akibat dari gantung diri, mengingat dari hasil riksa dokter tidak diketemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru