alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

EDAN! WNA Inggris Mendadak Linglung, Loncat dari Mobil, Lalu…

RadarBali.com – Kejadian yang meresahkan masyarakat karena ulah wisatawan asing kembali terjadi. Kali ini, wisatawan asing asal Inggris bernama Adam yang jadi biang keroknya.

Sabtu (26/8) pukul 09.30, Adam tiba-tiba melompat dari mobil travel saat melintas di Jalan Raya, Dusun Pudeh, Desa Tajun, Kubutambahan, Buleleng.

Tepatnya, di depan warung buah di tikungan batu barak. Setelah melompat dari mobil, Adam kemudian berlari dan masuk menerobos perumahan warga dan masuk ke ladang yang curam dan rimbun.

Sementara itu, sopir travel bernama Bagita, buru-buru harus mengantar WNA yang lain sesuai waktu menuju Boat Wahana di Padang Bay.

Menurut Bagita, sesuai rencana, semua WNA yang dia angkut antara lain 23 orang, 2 laki-laki, dan 21 perempuan. Mereka berangkat dari Lovina menuju ke Gili Trawangan, Lombok.

Para WNA ini terdiri dari para pekerja dan mahasiswa termasuk Adam di dalamnya. “Mereka menginap di hotel saya,” ujar Kadek Suastika, pemilik Hotel Gayatri di Lovina.

Baca Juga:  Sebelum Tewas, Warga Inggris Itu Sempat Kabur Dari Rumah Sakit

Para wisatawan ini datang pada hari Kamis (24/8) dan menginap di hotelnya. Para wisatawan ini juga sempat melihat ikan lumba-lumba di Lovina.

Dalam keterangan Suastika juga, mengaku sempat bercerita dengan Adam yang berprofesi sebagai pekerja toko di Inggris.

Suastika melihat, Adam seperti sedang dalam keadaan linglung atau depresi. Sedangkan untuk travel agent yang memfasilitasi liburan para wisatawan ini adalah Wayan Juli dari Red Rice Community di Kuta.

Pihaknya mengaku sudah mendapatkan informasi bahwa salah satu wisatawannya ada permasalahan.

Dan kemudian melakukan koordinasi dengan pihak Polsek Kubutambahan. Setelah mendapat laporan, pihak kepolisian langsung mencari turis tersebut. Pencarian pun dilakukan hingga 7,5 jam.

Dan pada pukul 17.00, ada informasi dari masyarakat yang melihat Adam di dusun Klampuak, Desa Tamblang sedang bengong.

“Anggota kami segera merapat, dan berkoordinasi dengan Kadek Suastika dari Lovina yang dikenal dan bisa komunikasi agar gampang membujuk pulang,” ujar Kapolsek Kubutambahan AKP Nyoman Sura Maryantika kemarin.

Baca Juga:  Sebelum Ditemukan Bersimbah Darah, Korban Sempat Halusinasi

Lanjutnya, Adam juga sempat membeli Beer 3 botol dan sprite. Namun, belum mau dibujuk untuk pulang dan terkesan trauma melihat mobil patroli dan anggota berseragam.

Untuk itu, pihaknya  berkoordinasi dengan Travel Agent, Juli, agar dijemput dengan mobil travel dan diajak ke Kuta.

Dan pada pukul 21.15, Adam sudah berangkat dengan mobil travel dari Polsek Kubutambahan ke Kuta.

“Kondisi baik, dan memang kelihatan depresi. Ada anggota kami yang  berpakaian preman mengawal. Dan terpaksa diborgol demi keamanan dan keselamatan, karena tadi sempat lari ke semak di kegelapan saat akan dinaikkan ke mobil,” ungkap Kapolsek.

Akhirnya, pada pukul 00.05, Adam diserahkan ke pihak Travel Agent Red Rice Community di Kuta dan selanjutnya akan berkoordinasi dengan keluarganya di Inggris mengenai kepulangannya dan terkait keberadaan di Indonesia untuk berwisata.



RadarBali.com – Kejadian yang meresahkan masyarakat karena ulah wisatawan asing kembali terjadi. Kali ini, wisatawan asing asal Inggris bernama Adam yang jadi biang keroknya.

Sabtu (26/8) pukul 09.30, Adam tiba-tiba melompat dari mobil travel saat melintas di Jalan Raya, Dusun Pudeh, Desa Tajun, Kubutambahan, Buleleng.

Tepatnya, di depan warung buah di tikungan batu barak. Setelah melompat dari mobil, Adam kemudian berlari dan masuk menerobos perumahan warga dan masuk ke ladang yang curam dan rimbun.

Sementara itu, sopir travel bernama Bagita, buru-buru harus mengantar WNA yang lain sesuai waktu menuju Boat Wahana di Padang Bay.

Menurut Bagita, sesuai rencana, semua WNA yang dia angkut antara lain 23 orang, 2 laki-laki, dan 21 perempuan. Mereka berangkat dari Lovina menuju ke Gili Trawangan, Lombok.

Para WNA ini terdiri dari para pekerja dan mahasiswa termasuk Adam di dalamnya. “Mereka menginap di hotel saya,” ujar Kadek Suastika, pemilik Hotel Gayatri di Lovina.

Baca Juga:  Trauma,Tak Menyangka Jika Pelaku Punya Niat Jahat Merampok & Membunuh

Para wisatawan ini datang pada hari Kamis (24/8) dan menginap di hotelnya. Para wisatawan ini juga sempat melihat ikan lumba-lumba di Lovina.

Dalam keterangan Suastika juga, mengaku sempat bercerita dengan Adam yang berprofesi sebagai pekerja toko di Inggris.

Suastika melihat, Adam seperti sedang dalam keadaan linglung atau depresi. Sedangkan untuk travel agent yang memfasilitasi liburan para wisatawan ini adalah Wayan Juli dari Red Rice Community di Kuta.

Pihaknya mengaku sudah mendapatkan informasi bahwa salah satu wisatawannya ada permasalahan.

Dan kemudian melakukan koordinasi dengan pihak Polsek Kubutambahan. Setelah mendapat laporan, pihak kepolisian langsung mencari turis tersebut. Pencarian pun dilakukan hingga 7,5 jam.

Dan pada pukul 17.00, ada informasi dari masyarakat yang melihat Adam di dusun Klampuak, Desa Tamblang sedang bengong.

“Anggota kami segera merapat, dan berkoordinasi dengan Kadek Suastika dari Lovina yang dikenal dan bisa komunikasi agar gampang membujuk pulang,” ujar Kapolsek Kubutambahan AKP Nyoman Sura Maryantika kemarin.

Baca Juga:  WNA Inggris Menggelandang di Pantai Munggu Mengwi, Ini Temuan Imigrasi

Lanjutnya, Adam juga sempat membeli Beer 3 botol dan sprite. Namun, belum mau dibujuk untuk pulang dan terkesan trauma melihat mobil patroli dan anggota berseragam.

Untuk itu, pihaknya  berkoordinasi dengan Travel Agent, Juli, agar dijemput dengan mobil travel dan diajak ke Kuta.

Dan pada pukul 21.15, Adam sudah berangkat dengan mobil travel dari Polsek Kubutambahan ke Kuta.

“Kondisi baik, dan memang kelihatan depresi. Ada anggota kami yang  berpakaian preman mengawal. Dan terpaksa diborgol demi keamanan dan keselamatan, karena tadi sempat lari ke semak di kegelapan saat akan dinaikkan ke mobil,” ungkap Kapolsek.

Akhirnya, pada pukul 00.05, Adam diserahkan ke pihak Travel Agent Red Rice Community di Kuta dan selanjutnya akan berkoordinasi dengan keluarganya di Inggris mengenai kepulangannya dan terkait keberadaan di Indonesia untuk berwisata.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/