alexametrics
26.5 C
Denpasar
Sunday, August 14, 2022

Sidak ke SMPN 1 Kediri, KPPAD Bali Minta Tak Ada Lagi Hukuman Fisik

TABANAN – Komisi Penyelenggaraan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Bali akhirnya turun kelapangan menindaklajuti video viral aksi penamparan seorang pelatih baris berbaris di SMPN 1 Kediri Tabanan.

KPPAD Bali datang untuk meminta klarifikasi terkait kasus dua siswi yang ditampar oleh pelatihnya Eko Sugiarto saat latihan Lomba Kreasi Baris-Berbaris (LKBB) beberapa hari lalu.

Dari hasil klarifikasi, KPPAD Bali menyarankan agar proses latihan LKBB tetap dilanjutkan dengan syarat tidak lagi menggunakan kekerasan.

 “Kami menyarankan tetap melakukan pembinaan disiplin yang berkarakter melalui LKBB tetap harus dilanjutkan.

Tapi, tetap mengedepankan pencegahan kekerasan terhadap anak (KTA). Aksi tamparan yang viral yang dilakukan pelatih kami harapkan tidak terulang lagi.

Baca Juga:  Gempa Turun Drastis, PVMBG: Tiga Hari Terakhir Hanya 700 Kali Gempa

Kami minta hukuman disiplin tidak dalam bentuk kekerasan fisik,” kata Komisioner Bidang Pendidikan Komisi Penyelenggaraan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Bali I Kadek Ariasa.

Selain itu pihak sekolah SMPN 1 Kediri dan beberapa guru lainnya juga diberikan sosialisasi tentang kekerasan terhadap anak.

Karena kekerasan terhadap anak dapat menimbulkan dampak psikis terhadap anak. “Kami juga mendorong mereka tetap latihan persiapan untuk mengikuti LKBB,

dan tetap memperhatikan kesiapan kesehatan fisik dan mental. Kemudian harus berani jujur dan melapor jika ada yang dirasa berat dan janggal,” bebernya.

“Kami minta kesepakatan hukuman yang bentuknya kekerasan tidak ada lagi. Hukuman harus mendidik. Semoga dengan adanya peristiwa ini kedepannya tidak terulang lagi,” pungkasnya. 

Baca Juga:  Anggota BPBD Tewas Kecelakaan, Subur: Kami Tahu dari Unggahan Medsos


TABANAN – Komisi Penyelenggaraan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Bali akhirnya turun kelapangan menindaklajuti video viral aksi penamparan seorang pelatih baris berbaris di SMPN 1 Kediri Tabanan.

KPPAD Bali datang untuk meminta klarifikasi terkait kasus dua siswi yang ditampar oleh pelatihnya Eko Sugiarto saat latihan Lomba Kreasi Baris-Berbaris (LKBB) beberapa hari lalu.

Dari hasil klarifikasi, KPPAD Bali menyarankan agar proses latihan LKBB tetap dilanjutkan dengan syarat tidak lagi menggunakan kekerasan.

 “Kami menyarankan tetap melakukan pembinaan disiplin yang berkarakter melalui LKBB tetap harus dilanjutkan.

Tapi, tetap mengedepankan pencegahan kekerasan terhadap anak (KTA). Aksi tamparan yang viral yang dilakukan pelatih kami harapkan tidak terulang lagi.

Baca Juga:  Siapkan Tim Laba-Laba Pasang Ekor GKW, Ini Tantangan Paling Berat...

Kami minta hukuman disiplin tidak dalam bentuk kekerasan fisik,” kata Komisioner Bidang Pendidikan Komisi Penyelenggaraan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Bali I Kadek Ariasa.

Selain itu pihak sekolah SMPN 1 Kediri dan beberapa guru lainnya juga diberikan sosialisasi tentang kekerasan terhadap anak.

Karena kekerasan terhadap anak dapat menimbulkan dampak psikis terhadap anak. “Kami juga mendorong mereka tetap latihan persiapan untuk mengikuti LKBB,

dan tetap memperhatikan kesiapan kesehatan fisik dan mental. Kemudian harus berani jujur dan melapor jika ada yang dirasa berat dan janggal,” bebernya.

“Kami minta kesepakatan hukuman yang bentuknya kekerasan tidak ada lagi. Hukuman harus mendidik. Semoga dengan adanya peristiwa ini kedepannya tidak terulang lagi,” pungkasnya. 

Baca Juga:  VIRAL! Geng Cewek Pengeroyok Siswi SMK di Ubud Direkrut Main Film

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/