alexametrics
29.8 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

FIX! Gaji dan Tunjangan Guru Dijamin Aman

KENDATI pemerintah kabupaten Buleleng memastikan gaji bagi pegawai kontrak dan tunjangan kinerja bagi PNS akan dipotong terhitung mulai bulan Oktober hingga Desember. Namun, pendapatan bagi guru tak akan terpengaruh.

 

Gaji guru kontrak misalnya. Para guru kontrak akan tetap dibayar sesuai dengan jam mengajar yang dilakukan. Sebab kontrak kerja yang ditandatangani sejak awal, adalah kontrak kerja berdasarkan jam mengajar.

 

Demikian pula dengan tunjangan profesi guru. “Tunjangan profesi guru tidak terpengaruh. Karena itu sumbernya dari DAK non fisik. Tetap dibayarkan. Guru kontrak juga tidak terpengaruh. Mereka tetap dibayar Rp 60 ribu per jam mengajar. Sesuai dengan kontrak awal,” kata Sekkab Buleleng Gede Suyasa seusai Pemkab Buleleng dan DPRD Buleleng menyepakati Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) dalam Rapat Paripurna DPRD Buleleng, Senin (27/9).

Baca Juga:  Tradisi Banten Pujung Mulai Ditinggakan Saat Pagerwesi

 

Kini, pemerintah berupaya melakukan penghematan pada pos pengeluaran biaya Jaminan Kesehatan Nasional-Penerima Bantuan Iurang (JKN-PBI) APBD. Pemerintah akan menyisir kembali kepesertaan warga. Warga yang telah meninggal dunia dan pindah domisili, akan segera dinonaktifkan status kepesertaannya.

 

Sekadar diketahui, sejak sebulan terakhir para pegawai di Pemkab Buleleng dibuat waswas dengan isu pemotongan gaji dan tunjangan. Sebab pemerintah tak punya anggaran yang cukup untuk membayar gaji dan tunjangan. Akhirnya pemerintah memutuskan melakukan pemangkasan gaji dan tunjangan pegawai mulai bulan Oktober hingga Desember mendatang.


KENDATI pemerintah kabupaten Buleleng memastikan gaji bagi pegawai kontrak dan tunjangan kinerja bagi PNS akan dipotong terhitung mulai bulan Oktober hingga Desember. Namun, pendapatan bagi guru tak akan terpengaruh.

 

Gaji guru kontrak misalnya. Para guru kontrak akan tetap dibayar sesuai dengan jam mengajar yang dilakukan. Sebab kontrak kerja yang ditandatangani sejak awal, adalah kontrak kerja berdasarkan jam mengajar.

 

Demikian pula dengan tunjangan profesi guru. “Tunjangan profesi guru tidak terpengaruh. Karena itu sumbernya dari DAK non fisik. Tetap dibayarkan. Guru kontrak juga tidak terpengaruh. Mereka tetap dibayar Rp 60 ribu per jam mengajar. Sesuai dengan kontrak awal,” kata Sekkab Buleleng Gede Suyasa seusai Pemkab Buleleng dan DPRD Buleleng menyepakati Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) dalam Rapat Paripurna DPRD Buleleng, Senin (27/9).

Baca Juga:  Rabies Merebak di Buleleng, Dinkes Bali Pastikan Stok VAR Aman

 

Kini, pemerintah berupaya melakukan penghematan pada pos pengeluaran biaya Jaminan Kesehatan Nasional-Penerima Bantuan Iurang (JKN-PBI) APBD. Pemerintah akan menyisir kembali kepesertaan warga. Warga yang telah meninggal dunia dan pindah domisili, akan segera dinonaktifkan status kepesertaannya.

 

Sekadar diketahui, sejak sebulan terakhir para pegawai di Pemkab Buleleng dibuat waswas dengan isu pemotongan gaji dan tunjangan. Sebab pemerintah tak punya anggaran yang cukup untuk membayar gaji dan tunjangan. Akhirnya pemerintah memutuskan melakukan pemangkasan gaji dan tunjangan pegawai mulai bulan Oktober hingga Desember mendatang.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/