alexametrics
29.8 C
Denpasar
Monday, May 23, 2022

Sempat Kewalahan Suplai Oksigen, RSUD Buleleng dapat 55 Unit Tabung

SINGARAJA– RSUD Buleleng mendapat hibah 55 unit tabung oksigen. Hibah tersebut akan mendukung keberadaan generator oksigen yang akan dipasang di RSUD Buleleng.

 

Hibah tersebut diterima Senin kemarin (27/9). Sebanyak 50 unit tabung oksigen di antaranya dihibahkan oleh Bank Indonesia Perwakilan Bali. Sementara 5 unit tabung lainnya dihibahkan oleh Dinas Kesehatan Bali. Masing-masing tabung memiliki kapasitas 30 liter.

 

Dirut RSUD Buleleng dr. Putu Arya Nugraha, Sp.PD mengatakan, tabung oksigen itu akan membantu memenuhi distribusi oksigen di RSUD Buleleng. Dulunya, RSUD Buleleng sebenarnya tak lagi menggunakan tabung oksigen dengan kapasitas 30 liter. RSUD hanya menggunakan tabung oksigen berukuran 2 liter.

 

“Dulu karena kita sudah punya oksigen sentral. Jadi hanya pakai oksigen cair, sudah terdistribusi ke semua ruangan. Akhirnya hanya pakai tabung kecil. Fungsinya hanya untuk menjaga suplai oksigen saat pasien dipindahkan dari IGD ke ruang perawatan,” kata Arya.

Baca Juga:  Bayi Berkaki dan Bertangan Empat Itu Akhirnya Dirujuk ke RSUP Sanglah
- Advertisement -

 

Namun, saat terjadi gelombang kedua Covid-19 pada awal Juli lalu, manajemen RSUD kewalahan dengan suplai oksigen. Pihak RSUD harus meminta bantuan tabung oksigen pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

 

Manajemen RSUD juga harus membeli tabung oksigen ke Banyuwangi. Bahkan pernah harus meminjam tabung oksigen ke beberapa rumah sakit.

 

Suplai oksigen cair juga tidak memadai. “Dulunya suplai 5 ton itu habis seminggu. Tapi saat gelombang kedua, 5 ton itu habis dua hari. Kondisinya luar biasa mengkhawatirkan, karena bisa habis hitungan jam,” ungkapnya.

 

Kini setelah mendapat bantuan tabung oksigen, Arya optimistis rumah sakit dapat melakukan pengelolaan oksigen yang lebih optimal. Apabila terjadi lonjakan kasus, manajemen tak akan kelimpungan lagi soal oksigen. Apalagi RSUD Buleleng dalam waktu dekat akan memasang satu unit generator oksigen dengan kapasitas produksi 1.800 liter atau sekitar 60 tabung per hari.

Baca Juga:  Unas SMP, Puluhan Siswa di Buleleng Absen, Terungkap Fakta Miris

 

“Generator saat ini sedang disiapkan. Sekarang dengan bantuan tabung oksigen, tentu kami tidak perlu beli lagi. Untuk jangka panjang, pembelian gas cair juga bisa kami kurangi, karena kita sudah bisa produksi gas oksigen sendiri,” demikian Arya.  

 

 

- Advertisement -

SINGARAJA– RSUD Buleleng mendapat hibah 55 unit tabung oksigen. Hibah tersebut akan mendukung keberadaan generator oksigen yang akan dipasang di RSUD Buleleng.

 

Hibah tersebut diterima Senin kemarin (27/9). Sebanyak 50 unit tabung oksigen di antaranya dihibahkan oleh Bank Indonesia Perwakilan Bali. Sementara 5 unit tabung lainnya dihibahkan oleh Dinas Kesehatan Bali. Masing-masing tabung memiliki kapasitas 30 liter.

 

Dirut RSUD Buleleng dr. Putu Arya Nugraha, Sp.PD mengatakan, tabung oksigen itu akan membantu memenuhi distribusi oksigen di RSUD Buleleng. Dulunya, RSUD Buleleng sebenarnya tak lagi menggunakan tabung oksigen dengan kapasitas 30 liter. RSUD hanya menggunakan tabung oksigen berukuran 2 liter.

 

“Dulu karena kita sudah punya oksigen sentral. Jadi hanya pakai oksigen cair, sudah terdistribusi ke semua ruangan. Akhirnya hanya pakai tabung kecil. Fungsinya hanya untuk menjaga suplai oksigen saat pasien dipindahkan dari IGD ke ruang perawatan,” kata Arya.

Baca Juga:  Panik Terhempas di Selat Bali, Penumpang KMP Trisna Dwitya Dievakuasi

 

Namun, saat terjadi gelombang kedua Covid-19 pada awal Juli lalu, manajemen RSUD kewalahan dengan suplai oksigen. Pihak RSUD harus meminta bantuan tabung oksigen pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

 

Manajemen RSUD juga harus membeli tabung oksigen ke Banyuwangi. Bahkan pernah harus meminjam tabung oksigen ke beberapa rumah sakit.

 

Suplai oksigen cair juga tidak memadai. “Dulunya suplai 5 ton itu habis seminggu. Tapi saat gelombang kedua, 5 ton itu habis dua hari. Kondisinya luar biasa mengkhawatirkan, karena bisa habis hitungan jam,” ungkapnya.

 

Kini setelah mendapat bantuan tabung oksigen, Arya optimistis rumah sakit dapat melakukan pengelolaan oksigen yang lebih optimal. Apabila terjadi lonjakan kasus, manajemen tak akan kelimpungan lagi soal oksigen. Apalagi RSUD Buleleng dalam waktu dekat akan memasang satu unit generator oksigen dengan kapasitas produksi 1.800 liter atau sekitar 60 tabung per hari.

Baca Juga:  Tim SAR Siagakan Armada Cari KRI Nanggala 402 di Perairan Bali Utara

 

“Generator saat ini sedang disiapkan. Sekarang dengan bantuan tabung oksigen, tentu kami tidak perlu beli lagi. Untuk jangka panjang, pembelian gas cair juga bisa kami kurangi, karena kita sudah bisa produksi gas oksigen sendiri,” demikian Arya.  

 

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/