alexametrics
26.8 C
Denpasar
Tuesday, June 28, 2022

Duh, Setengah Peserta Lelang Jabatan Berkompetensi Rendah

RadarBali.com – Proses lelang empat jabatan eselon II di Pemkab Tabanan memasuki babak baru.

Hasil tes kompetensi, dari 22 peserta lelang jabatan, setengahnya memperoleh hasil rendah atau kurang memenuhi standard (KMS).

“Hasil penilaian ini dikeluarkan penguji dari Badan Kepegawaian Nasional BKN pada 17 Oktober,” jelas Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Tabanan I Wayan Sugatra Jumat (27/10).

Dia menyebutkan, 11 pejabat yang memperoleh nilai rendah yakni I Gusti Bagus Gede Mahajaya (saat ini Kabag Keuangan Sekretariat Dewan), I Putu Dian Setiawan (Kabag Humas),

I Made Jaman (sekretaris Dinas Perhubungan), I Gede Alit Yasa (Kabid Ekonomi dan SDM Bapelitbang), I Gusti Nyoman Triana (sekretaris Dinas Perikanan dan Kelautan), 

I Putu Gede Wirawan (Kabag Pembangunan), AA Ngurah Sutapa (Sekretaris Bapelitbang), I Wayan Jekalaya (Sekretaris Dinas Kesehatan),

I Putu Ariana (sekretaris Dinas Pertanian), I Wayan Dharma (Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Arsip) dan I Wayan Udayana Sosiawan (Sekretaris Dinas Pariwisata).

Meski demikian, nilai rendah dalam tes kompetensi ini bukan berarti pertarungan 11 pejabat tersebut terhenti.

Menurut Sugatra, masih ada dua tes lagi. Yakni rekam jejak dan wawancara. Nilai ketiga tes tersebut nantinya akan diakumulasi untuk mengambil tiga tertinggi dari masing-masing jabatan yang diperebutan.

“Panitia seleksi akan rapat dan mengakumulasikan nilai dan menyerahkan tiga nama dengan nilai paling tinggi kepada bupati,” paparnya.

Sugatra juga membantah pernyataan assessor dari Kanreg X BKN Denpasar Benhard Poedjiarso yang mengatakan semua peserta bisa disetor ke bupati.

Menurut Sugatra, dalam Undang-Undang hanya menyebutkan tiga yang meraih nilai tertinggi saja yang diserahkan ke bupati. “Ada aturannya. Tiga yang paling tinggi disetor ke bupati,” kata dia.

Lantas, bagaimana hasil peserta lelang jabatan eselon II lainnya? Sugatra menyebutkan, tujuh orang meraih nilai tinggi, dan empat lainnya mendapat nilai sedang.

Bagi yang meraih nilai tinggi dan sedang ini dianggap memenuhi standard. Dari semua peserta, tiga nama meraih nilai di atas standard untuk kategori tertentu.

Yakni Dewa Ayu Sri Budiarti (Kepala Layanan Pengadan Barang dan Jasa) yang membidik kursi kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda),

I Made Yudiana (pelaksana tugas (Plt) Kadis PU) yang mendaftar untuk posisi Kadis PU. Dan satu lagi I Made Sumerta Yasa (Kabag Umum Setda Tabanan) yang mengincar kursi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Satu Pintu.

Sugatra mengatakan, BKD Tabanan akan melanjutkan proses tes wawancara pada 13-14 November. Targetnya, akhir November sudah muncul empat nama pemenang jabatan eselon II.

Yakni kursi Sekwan Tabanan, Kepala Bakeuda, Kadis PU, dan Kadis Penanaman Modan dan Perizinan. 



RadarBali.com – Proses lelang empat jabatan eselon II di Pemkab Tabanan memasuki babak baru.

Hasil tes kompetensi, dari 22 peserta lelang jabatan, setengahnya memperoleh hasil rendah atau kurang memenuhi standard (KMS).

“Hasil penilaian ini dikeluarkan penguji dari Badan Kepegawaian Nasional BKN pada 17 Oktober,” jelas Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Tabanan I Wayan Sugatra Jumat (27/10).

Dia menyebutkan, 11 pejabat yang memperoleh nilai rendah yakni I Gusti Bagus Gede Mahajaya (saat ini Kabag Keuangan Sekretariat Dewan), I Putu Dian Setiawan (Kabag Humas),

I Made Jaman (sekretaris Dinas Perhubungan), I Gede Alit Yasa (Kabid Ekonomi dan SDM Bapelitbang), I Gusti Nyoman Triana (sekretaris Dinas Perikanan dan Kelautan), 

I Putu Gede Wirawan (Kabag Pembangunan), AA Ngurah Sutapa (Sekretaris Bapelitbang), I Wayan Jekalaya (Sekretaris Dinas Kesehatan),

I Putu Ariana (sekretaris Dinas Pertanian), I Wayan Dharma (Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Arsip) dan I Wayan Udayana Sosiawan (Sekretaris Dinas Pariwisata).

Meski demikian, nilai rendah dalam tes kompetensi ini bukan berarti pertarungan 11 pejabat tersebut terhenti.

Menurut Sugatra, masih ada dua tes lagi. Yakni rekam jejak dan wawancara. Nilai ketiga tes tersebut nantinya akan diakumulasi untuk mengambil tiga tertinggi dari masing-masing jabatan yang diperebutan.

“Panitia seleksi akan rapat dan mengakumulasikan nilai dan menyerahkan tiga nama dengan nilai paling tinggi kepada bupati,” paparnya.

Sugatra juga membantah pernyataan assessor dari Kanreg X BKN Denpasar Benhard Poedjiarso yang mengatakan semua peserta bisa disetor ke bupati.

Menurut Sugatra, dalam Undang-Undang hanya menyebutkan tiga yang meraih nilai tertinggi saja yang diserahkan ke bupati. “Ada aturannya. Tiga yang paling tinggi disetor ke bupati,” kata dia.

Lantas, bagaimana hasil peserta lelang jabatan eselon II lainnya? Sugatra menyebutkan, tujuh orang meraih nilai tinggi, dan empat lainnya mendapat nilai sedang.

Bagi yang meraih nilai tinggi dan sedang ini dianggap memenuhi standard. Dari semua peserta, tiga nama meraih nilai di atas standard untuk kategori tertentu.

Yakni Dewa Ayu Sri Budiarti (Kepala Layanan Pengadan Barang dan Jasa) yang membidik kursi kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda),

I Made Yudiana (pelaksana tugas (Plt) Kadis PU) yang mendaftar untuk posisi Kadis PU. Dan satu lagi I Made Sumerta Yasa (Kabag Umum Setda Tabanan) yang mengincar kursi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Satu Pintu.

Sugatra mengatakan, BKD Tabanan akan melanjutkan proses tes wawancara pada 13-14 November. Targetnya, akhir November sudah muncul empat nama pemenang jabatan eselon II.

Yakni kursi Sekwan Tabanan, Kepala Bakeuda, Kadis PU, dan Kadis Penanaman Modan dan Perizinan. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/