alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, July 7, 2022

Tekan Covid-19 di Buleleng, Tes Swab Bakal Dilakukan Lebih Masif

SINGARAJA – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Buleleng akan melakukan uji swab yang lebih masif lagi.

Proses uji swab yang masif diharapkan dapat meningkatkan cakupan penelusuran kontak, terhadap kasus-kasus terkonfirmasi.

Mengingat selama ini cakupan layanan untuk uji swab masih sangat terbatas. Sejak diberlakukannya Protokol Kesehatan Revisi Kelima, prosedur swab test memang menjadi lebih panjang.

Swab hanya diberlakukan pada kasus yang memiliki gejala yang identik dan meyakinkan covid-19.

Sementara untuk kasus-kasus tanpa gejala, terutama yang masuk dalam kategori kontak erat, jarang dilakukan uji swab.

Sekretaris Satgas Covid-19 Buleleng Gede Suyasa mengatakan, sesuai dengan instruksi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), intensitas uji swab memang harus ditingkatkan.

Khusus di Provinsi Bali, ditargetkan ada 2.000 spesimen yang diuji dalam sehari. Sehingga pemetaan pola penyebaran covid bisa makin terlihat.

Rencananya tes swab akan dilakukan kepada kasus suspek dan kontak erat. Terutama yang didapat dari hasil tracing. “Kalau sudah masuk dalam hasil tracing, entah itu kontak erat, suspek, pasti kami swab,” kata Suyasa.

Selain itu satgas tugas juga akan melakukan uji swab secara acak kepada Aparatur Sipil Negara (ASN), personil TNI dan personil Polri.

Terutama bagi mereka yang sering berinteraksi dengan masyarakat. Saat ini pihaknya sedang menyusun jadwal, agar swab secara masif dapat dilakukan mulai bulan November mendatang.

“Persoalannya kan petugas yang bisa melakukan pengambilan swab itu masih terbatas. Untuk spesimen nanti kan bisa kita periksa di RSUD,

bisa diperiksa di Lab RS Sanglah. Target kami awal November sudah bisa dilakukan tes yang lebih masif lagi,” tukasnya.

Hingga kemarin kasus terkonfirmasi positif covid di Kabupaten Buleleng mencapai 1.012 orang. Dari seribuan orang itu, sebanyak 918 orang sudah dinyatakan sembuh dan 53 orang lainnya meninggal dunia.

Kini masih ada 27 orang yang tengah menjalani perawatan di Buleleng, dan 14 orang lainnya tengah menjalani karantina pada fasilitas milik Pemprov Bali. 



SINGARAJA – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Buleleng akan melakukan uji swab yang lebih masif lagi.

Proses uji swab yang masif diharapkan dapat meningkatkan cakupan penelusuran kontak, terhadap kasus-kasus terkonfirmasi.

Mengingat selama ini cakupan layanan untuk uji swab masih sangat terbatas. Sejak diberlakukannya Protokol Kesehatan Revisi Kelima, prosedur swab test memang menjadi lebih panjang.

Swab hanya diberlakukan pada kasus yang memiliki gejala yang identik dan meyakinkan covid-19.

Sementara untuk kasus-kasus tanpa gejala, terutama yang masuk dalam kategori kontak erat, jarang dilakukan uji swab.

Sekretaris Satgas Covid-19 Buleleng Gede Suyasa mengatakan, sesuai dengan instruksi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), intensitas uji swab memang harus ditingkatkan.

Khusus di Provinsi Bali, ditargetkan ada 2.000 spesimen yang diuji dalam sehari. Sehingga pemetaan pola penyebaran covid bisa makin terlihat.

Rencananya tes swab akan dilakukan kepada kasus suspek dan kontak erat. Terutama yang didapat dari hasil tracing. “Kalau sudah masuk dalam hasil tracing, entah itu kontak erat, suspek, pasti kami swab,” kata Suyasa.

Selain itu satgas tugas juga akan melakukan uji swab secara acak kepada Aparatur Sipil Negara (ASN), personil TNI dan personil Polri.

Terutama bagi mereka yang sering berinteraksi dengan masyarakat. Saat ini pihaknya sedang menyusun jadwal, agar swab secara masif dapat dilakukan mulai bulan November mendatang.

“Persoalannya kan petugas yang bisa melakukan pengambilan swab itu masih terbatas. Untuk spesimen nanti kan bisa kita periksa di RSUD,

bisa diperiksa di Lab RS Sanglah. Target kami awal November sudah bisa dilakukan tes yang lebih masif lagi,” tukasnya.

Hingga kemarin kasus terkonfirmasi positif covid di Kabupaten Buleleng mencapai 1.012 orang. Dari seribuan orang itu, sebanyak 918 orang sudah dinyatakan sembuh dan 53 orang lainnya meninggal dunia.

Kini masih ada 27 orang yang tengah menjalani perawatan di Buleleng, dan 14 orang lainnya tengah menjalani karantina pada fasilitas milik Pemprov Bali. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/