alexametrics
26.5 C
Denpasar
Monday, July 4, 2022

Tanggap Bencana, Gianyar Pasang Dana Rp 10 Miliar untuk Pengungsi

RadarBali.com – Erupsi Gunung Agung memaksa Pemkab Gianyar memasang dana tanggap bencana. Bahkan, resmi telah dipasang di APBD 2018 yang telah disahkan, kemarin (27/11).

Dalam ABPD induk, pemerintah menyiapkan anggaran Gunung Agung. Anggaran itu bernama tanggap darurat.

Usai sidang paripurna di gedung DPRD Gianyar kemarin, wakil bupati Gianyar, Made Mahayastra menyatakan anggaran tersebut berada di setiap pos.

“Dari segala lini kami siapkan anggarannya. Kami pasang di Dinas Sosial, ada dana tak terduga dan ada di BPBD,” jelas Mahayastra.

Dia mengaku, anggaran tanggap darurat ini juga disediakan bantuan sosial (bansos). “Sehingga dengan ini kami siap menerima pengungsi lagi,” ujar wabup asal Payangan itu.

Sedangkan, bupati Gianyar, Anak Agung Gede Bharata mengaku apabila situasi benar-benar darurat, maka anggaran yang tersedia mencukupi.

“Paling banyak Rp 10 miliar habis,” ujar Bharata. Dia menjelaskan, yang menjadi perhatian pihaknya adalah konsumsi para pengungsi selama berada di pengungsian.

“Kebutuhan makanan menjadi perhatian. Jangan sampai ada kadaluwarsa,” ujarnya. Begitu pula dengan pengungsi mandiri, juga tetap mendapat perhatian.

“Silakan yang di luar Sutasoma (posko pengungsian, red), kami tetap kasih dan kirimkan bantuan, itu sudah kami lakukan saat gelombang pengungsian yang lalu. Tapi sekarang nggak boleh terlambat,” jelasnya.

Plt Sekda Gianyar, Wisnu Wijaya, mengaku tidak hafal rincian anggaran tanggap darurat di seluruh pos ini. Yang jelas, anggaran yang disediakan kali ini sama dengan tahun 2017 ini.

Pastinya, jika sekadar menampung pengungsi saja, anggaran yang disediakan pemerintah cukup.

“Anggaran itu kan tidak untuk gunung Agung saja, untuk bencana lain, misalnya keracunan itu juga masuk tanggap bencana,” ujar Wisnu Wijaya.

Harapannya, situasi ini bisa cepat berakhir dan tidak sampai tahun depan. “Supaya bisa digunakan untuk yang lain,” terangnya.



RadarBali.com – Erupsi Gunung Agung memaksa Pemkab Gianyar memasang dana tanggap bencana. Bahkan, resmi telah dipasang di APBD 2018 yang telah disahkan, kemarin (27/11).

Dalam ABPD induk, pemerintah menyiapkan anggaran Gunung Agung. Anggaran itu bernama tanggap darurat.

Usai sidang paripurna di gedung DPRD Gianyar kemarin, wakil bupati Gianyar, Made Mahayastra menyatakan anggaran tersebut berada di setiap pos.

“Dari segala lini kami siapkan anggarannya. Kami pasang di Dinas Sosial, ada dana tak terduga dan ada di BPBD,” jelas Mahayastra.

Dia mengaku, anggaran tanggap darurat ini juga disediakan bantuan sosial (bansos). “Sehingga dengan ini kami siap menerima pengungsi lagi,” ujar wabup asal Payangan itu.

Sedangkan, bupati Gianyar, Anak Agung Gede Bharata mengaku apabila situasi benar-benar darurat, maka anggaran yang tersedia mencukupi.

“Paling banyak Rp 10 miliar habis,” ujar Bharata. Dia menjelaskan, yang menjadi perhatian pihaknya adalah konsumsi para pengungsi selama berada di pengungsian.

“Kebutuhan makanan menjadi perhatian. Jangan sampai ada kadaluwarsa,” ujarnya. Begitu pula dengan pengungsi mandiri, juga tetap mendapat perhatian.

“Silakan yang di luar Sutasoma (posko pengungsian, red), kami tetap kasih dan kirimkan bantuan, itu sudah kami lakukan saat gelombang pengungsian yang lalu. Tapi sekarang nggak boleh terlambat,” jelasnya.

Plt Sekda Gianyar, Wisnu Wijaya, mengaku tidak hafal rincian anggaran tanggap darurat di seluruh pos ini. Yang jelas, anggaran yang disediakan kali ini sama dengan tahun 2017 ini.

Pastinya, jika sekadar menampung pengungsi saja, anggaran yang disediakan pemerintah cukup.

“Anggaran itu kan tidak untuk gunung Agung saja, untuk bencana lain, misalnya keracunan itu juga masuk tanggap bencana,” ujar Wisnu Wijaya.

Harapannya, situasi ini bisa cepat berakhir dan tidak sampai tahun depan. “Supaya bisa digunakan untuk yang lain,” terangnya.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/