alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, July 5, 2022

Sebelum Tewas Hanyut di Sungai, Korban Punya Penyakit Epilepsi

TABANAN – Ni Nyoman Tambir, 66, yang dikabarkan hilang dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di air terjun singsing usai hanyut di Sungai Mecaru ternyata punya penyakit bawaan. Petani asal Dinas Seleksek, Desa Bantiran, Pupuan, Tabanan itu disebut pernah kejang karena epilepsinya kumat.

 

Hal itu diungkapkan Kapolsek Pupuan AKP I Nyoman Swastika. Dia dari keterangan keluarga korban, Tambir disebut pernah kejang karena epilepsi.

 

“Korban ini juga mengidap penyakit epilepsi yang setiap saat bisa kambuh kembali,” kata Swastika.

 

Diketahui, sebelum ditemukan meninggal dunia korban dilaporkan hilang oleh pihak keluarganya sejak Kamis (25/11).

 

Hilangnya  korban setelah berpamitan kepada keluarga untuk pergi ke sawah mencari keong Kamis pagi sekitar 09:00 WITA. Hingga larut malam korban malah belum kembali ke rumah.

 

Anak korban I Made Suantika dan warga sempat mencari, namun tak ditemukan. Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polsek Pupuan.

 

Pada pencarian Jumat (26/11), ditemukan jejak Tambir. Ternyata Tambir sempat ke sungai. Itu setelah ditemukan handuk dan keong milik Tambir di pinggir sungai.

Meski demikian, pencarian Jumat itu untuk menelusuri sungai Mecatu tak membuahkan hasil.

 

Pencarian Sabtu (27/11) sekitar Pukul 08.00 Wita akhirnya membuahkan hasil. Tubuh Tambir menyangkut di tengah air terjun sungai Mecatu. Sekitar 1 kilometer dari temuan handuk dan keong. Kakinya nyangkut di bambu, sedangkan kepalanya di bawah.

 

“Jadi korban ini ditemukan dalam kondisi tersangkut di pertengahan air terjun. Posisi terbalik dengan kaki kanan masih tersangkut di bambu dan bagian kepala berada di bawah,” jelas AKP swastika.

 

Mengenai penyebab kematian, Swastika menduga Tambir hanyut oleh arus sungai.

 

Selain memiliki epilepsi, bukan sekali saja Tambir hilang dari rumah. “Korban sudah pernah meninggalkan rumah sebanyak 7 kali,” tutupnya.



TABANAN – Ni Nyoman Tambir, 66, yang dikabarkan hilang dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di air terjun singsing usai hanyut di Sungai Mecaru ternyata punya penyakit bawaan. Petani asal Dinas Seleksek, Desa Bantiran, Pupuan, Tabanan itu disebut pernah kejang karena epilepsinya kumat.

 

Hal itu diungkapkan Kapolsek Pupuan AKP I Nyoman Swastika. Dia dari keterangan keluarga korban, Tambir disebut pernah kejang karena epilepsi.

 

“Korban ini juga mengidap penyakit epilepsi yang setiap saat bisa kambuh kembali,” kata Swastika.

 

Diketahui, sebelum ditemukan meninggal dunia korban dilaporkan hilang oleh pihak keluarganya sejak Kamis (25/11).

 

Hilangnya  korban setelah berpamitan kepada keluarga untuk pergi ke sawah mencari keong Kamis pagi sekitar 09:00 WITA. Hingga larut malam korban malah belum kembali ke rumah.

 

Anak korban I Made Suantika dan warga sempat mencari, namun tak ditemukan. Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polsek Pupuan.

 

Pada pencarian Jumat (26/11), ditemukan jejak Tambir. Ternyata Tambir sempat ke sungai. Itu setelah ditemukan handuk dan keong milik Tambir di pinggir sungai.

Meski demikian, pencarian Jumat itu untuk menelusuri sungai Mecatu tak membuahkan hasil.

 

Pencarian Sabtu (27/11) sekitar Pukul 08.00 Wita akhirnya membuahkan hasil. Tubuh Tambir menyangkut di tengah air terjun sungai Mecatu. Sekitar 1 kilometer dari temuan handuk dan keong. Kakinya nyangkut di bambu, sedangkan kepalanya di bawah.

 

“Jadi korban ini ditemukan dalam kondisi tersangkut di pertengahan air terjun. Posisi terbalik dengan kaki kanan masih tersangkut di bambu dan bagian kepala berada di bawah,” jelas AKP swastika.

 

Mengenai penyebab kematian, Swastika menduga Tambir hanyut oleh arus sungai.

 

Selain memiliki epilepsi, bukan sekali saja Tambir hilang dari rumah. “Korban sudah pernah meninggalkan rumah sebanyak 7 kali,” tutupnya.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/