27.6 C
Denpasar
Tuesday, January 31, 2023

Dapat Jempol dari Kru Kapal, Warga, dan Wisatawan

Gubernur Koster Tinjau Operasional Pelabuhan Sanur

DENPASAR, Radar Bali– Gubernur Bali, Wayan Koster meninjau operasional Pelabuhan Sanur, Sabtu Saniscara Umanis, Tolu (26/11) pagi.

Kedatangan orang nomor satu di Provinsi Bali disambut antusias oleh para kru kapal boat, warga, umat Hindu yang mau sembahyang ke Pura Ratu Gede yang berstana di Pura Dalem Ped, Nusa Penida hingga wisatawan domestik dan mancanegara.

Kedatangan Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali di Pelabuhan Sanur yang berarsitektur Jukung Mecadik dengan ornamen patung gajah mina dimanfaatkan oleh crew kapal, warga, hingga wisatawan untuk bersalaman dan berfoto langsung dengan Gubernur Wayan Koster.

Gubernur Bali pun dengan penuh senyum melayani setiap permintaan bersalaman dan berfoto bersama warga, sembari mendengar ucapan terimakasih yang terus disampaikan oleh kru kapal, warga hingga wisatawan kepada Gubernur Koster dengan memberikan jempol.

“Pak Gubernur Bali, Pelabuhan Sanur sangat luar biasa, suksma Pak Yan, hidup Pak Yan (Gubernur Bali, Wayan Koster, red). Kami sudah tidak basah-basahan lagi menuju kapal. Sanur port is very convenient and beautiful. I went to Nusa Penida wanting a honeymoon,” ujar para crew kapal, warga, hingga wisatawan yang mau ke Pulau Nusa Penida.

Usai meninjau operasional Pelabuhan Sanur, Gubernur Bali, Wayan Koster yang didampingi Kadis Perhubungan Provinsi Bali, IGW Samsi Gunarta menjelaskan Pelabuhan Sanur telah diresmikan oleh Presiden RI, Bapak Ir. Joko Widodo pada, Rabu (9/11).

“Tujuan saya berkunjung untuk memantau operasional Pelabuhan Sanur yang sedang melayani penumpang, masyarakat yang akan sembahyang ke Pura Ratu Gede yang berstana di Pura Dalem Ped, serta melayani wisatawan domestik dan mancanegara ke Nusa Penida,” tandasnya.

Baca Juga:  Warga Disarankan Tempuh Jalur Konsinyasi di Pengadilan

“Saya melihat, Pelabuhan Sanur yang dirancang sangat bagus dan ini adalah salah satu pelabuhan terbaik di Indonesia. Sebelum Pelabuhan Sanur terwujud, saya pada Tahun 2016 atau sebelum menjadi Gubernur Bali, telah menginisiasi pembangunannya kepada Menteri Perhubungan, Bapak Budi Karya Sumadi.

Saat itu, saya sangat prihatin melihat masyarakat Bali dan wisatawan menyeberang ke Nusa Penida harus berbasah-basahan masuk ke kapal boat, sehingga para penumpang harus membuka sandal, sepatu, sambil menaikkan celana dan kainnya, bahkan umat Hindu saat itu saya lihat sangat sulit membawa banten menuju kapal boat.

Sekarang dengan adanya Pelabuhan Sanur, keberangkatan dan kedatangan penumpang dari dan menuju Sanur- Nusa Penida sudah sangat rapi. Begitu juga, proses nyandar kapal boat terlihat sudah sangat rapi,” ungkap politisi kharismatik asal Desa Sembiran, Buleleng itu.

Mengakhiri kunjungannya, Gubernur Koster memberikan arahan kepada Kepala Wilayah Kerja (Kawilker) Sanur di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Benoa, Ketut Suratnata agar betul-betul mengoperasikan Pelabuhan Sanur dengan sebaik-baiknya.

Termasuk antrian penumpang, ruang tunggu, sirkulasi keluar masuk penumpang dan kapal boat juga dikelola dengan baik dan rapi.

“Kita harus menunjukkan pariwisata di Bali berkualitas yang didukung oleh infrastruktur baru.

Kemudian kebersihan di sepanjang kawasan Pelabuhan Sanur harus diperhatikan, demi terciptanya rasa nyaman bagi para penumpang.

Jangan sampai ada yang membuang sampah sembarangan dan botol plastik jangan sampai terbuang ke laut,” pesannya.

Lebih jauh, Gubernur Koster menegaskan di era pemerintahannya, tiga pelabuhan telah dibangun sekaligus, yaitu Pelabuhan Sanur di Kota Denpasar, Pelabuhan Sampalan di Nusa Penida, dan Pelabuhan Bias Munjul di Nusa Ceningan, Kabupaten Klungkung dengan total anggaran mencapai sebesar Rp 563 Miliar.

Baca Juga:  Gaji 20 PNS Bermasalah di Gianyar Distop, Pemecatan Tunggu SK Pusat

Dengan rincian untuk Pelabuhan Sanur sebesar Rp376 Miliar; Pelabuhan Sampalan sebesar Rp90 Miliar; dan Pelabuhan Bias Munjul sebesar Rp97 Miliar, bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

“Saya betul-betul berterima kasih sudah diberikan fasilitas mewah seperti ini untuk dapat melayani penumpang kita. Sekarang, penumpang bisa aman dan sangat-sangat nyaman ketika menggunakan layanan boat dari pelabuhan.

Karena dulu penumpang harus berbasah-basahan, sampai angkat celana, namun sekarang banyak yang menyambut baik, berkata ‘wow’ dengan fasilitas saat ini,” kata Ketua Asosiasi Fastboat Sanur, Made Ariana saat bersalaman dengan Gubernur Koster.

Kawilker Sanur Kantor Pusat KSOP Kelas II Benoa, Ketut Suratnata menjelaskan Pelabuhan Sanur sudah dioperasikan sejak tanggal 11 November 2022 lalu secara bertahap.

Pada tanggal 14 November 2022 lalu, tercatat seluruh kapal sudah beroperasi di Pelabuhan Sanur dengan melayani 3.500 orang per hari dan semuanya dengan manajemen yang baik, arus keluar masuk juga sangat berjalan dengan baik.

“Dulu penumpang harus berbasah basahan, tapi berkat perjuangan Gubernur Bali, Bapak Wayan Koster kita bersyukur bisa melihat para penumpang aman dan nyaman menyebrang dari Sanur ke Nusa Penida,“ pungkas Suratnata. (adv/ken)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



DENPASAR, Radar Bali– Gubernur Bali, Wayan Koster meninjau operasional Pelabuhan Sanur, Sabtu Saniscara Umanis, Tolu (26/11) pagi.

Kedatangan orang nomor satu di Provinsi Bali disambut antusias oleh para kru kapal boat, warga, umat Hindu yang mau sembahyang ke Pura Ratu Gede yang berstana di Pura Dalem Ped, Nusa Penida hingga wisatawan domestik dan mancanegara.

Kedatangan Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali di Pelabuhan Sanur yang berarsitektur Jukung Mecadik dengan ornamen patung gajah mina dimanfaatkan oleh crew kapal, warga, hingga wisatawan untuk bersalaman dan berfoto langsung dengan Gubernur Wayan Koster.

Gubernur Bali pun dengan penuh senyum melayani setiap permintaan bersalaman dan berfoto bersama warga, sembari mendengar ucapan terimakasih yang terus disampaikan oleh kru kapal, warga hingga wisatawan kepada Gubernur Koster dengan memberikan jempol.

“Pak Gubernur Bali, Pelabuhan Sanur sangat luar biasa, suksma Pak Yan, hidup Pak Yan (Gubernur Bali, Wayan Koster, red). Kami sudah tidak basah-basahan lagi menuju kapal. Sanur port is very convenient and beautiful. I went to Nusa Penida wanting a honeymoon,” ujar para crew kapal, warga, hingga wisatawan yang mau ke Pulau Nusa Penida.

Usai meninjau operasional Pelabuhan Sanur, Gubernur Bali, Wayan Koster yang didampingi Kadis Perhubungan Provinsi Bali, IGW Samsi Gunarta menjelaskan Pelabuhan Sanur telah diresmikan oleh Presiden RI, Bapak Ir. Joko Widodo pada, Rabu (9/11).

“Tujuan saya berkunjung untuk memantau operasional Pelabuhan Sanur yang sedang melayani penumpang, masyarakat yang akan sembahyang ke Pura Ratu Gede yang berstana di Pura Dalem Ped, serta melayani wisatawan domestik dan mancanegara ke Nusa Penida,” tandasnya.

Baca Juga:  Lestarikan Aksara Bali, Siswa SMP di Buleleng Dilatih Menulis Lontar

“Saya melihat, Pelabuhan Sanur yang dirancang sangat bagus dan ini adalah salah satu pelabuhan terbaik di Indonesia. Sebelum Pelabuhan Sanur terwujud, saya pada Tahun 2016 atau sebelum menjadi Gubernur Bali, telah menginisiasi pembangunannya kepada Menteri Perhubungan, Bapak Budi Karya Sumadi.

Saat itu, saya sangat prihatin melihat masyarakat Bali dan wisatawan menyeberang ke Nusa Penida harus berbasah-basahan masuk ke kapal boat, sehingga para penumpang harus membuka sandal, sepatu, sambil menaikkan celana dan kainnya, bahkan umat Hindu saat itu saya lihat sangat sulit membawa banten menuju kapal boat.

Sekarang dengan adanya Pelabuhan Sanur, keberangkatan dan kedatangan penumpang dari dan menuju Sanur- Nusa Penida sudah sangat rapi. Begitu juga, proses nyandar kapal boat terlihat sudah sangat rapi,” ungkap politisi kharismatik asal Desa Sembiran, Buleleng itu.

Mengakhiri kunjungannya, Gubernur Koster memberikan arahan kepada Kepala Wilayah Kerja (Kawilker) Sanur di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Benoa, Ketut Suratnata agar betul-betul mengoperasikan Pelabuhan Sanur dengan sebaik-baiknya.

Termasuk antrian penumpang, ruang tunggu, sirkulasi keluar masuk penumpang dan kapal boat juga dikelola dengan baik dan rapi.

“Kita harus menunjukkan pariwisata di Bali berkualitas yang didukung oleh infrastruktur baru.

Kemudian kebersihan di sepanjang kawasan Pelabuhan Sanur harus diperhatikan, demi terciptanya rasa nyaman bagi para penumpang.

Jangan sampai ada yang membuang sampah sembarangan dan botol plastik jangan sampai terbuang ke laut,” pesannya.

Lebih jauh, Gubernur Koster menegaskan di era pemerintahannya, tiga pelabuhan telah dibangun sekaligus, yaitu Pelabuhan Sanur di Kota Denpasar, Pelabuhan Sampalan di Nusa Penida, dan Pelabuhan Bias Munjul di Nusa Ceningan, Kabupaten Klungkung dengan total anggaran mencapai sebesar Rp 563 Miliar.

Baca Juga:  Saat Melintas Lihat Kepulan Asap, Gudang Kayu Warga Negara Terbakar

Dengan rincian untuk Pelabuhan Sanur sebesar Rp376 Miliar; Pelabuhan Sampalan sebesar Rp90 Miliar; dan Pelabuhan Bias Munjul sebesar Rp97 Miliar, bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

“Saya betul-betul berterima kasih sudah diberikan fasilitas mewah seperti ini untuk dapat melayani penumpang kita. Sekarang, penumpang bisa aman dan sangat-sangat nyaman ketika menggunakan layanan boat dari pelabuhan.

Karena dulu penumpang harus berbasah-basahan, sampai angkat celana, namun sekarang banyak yang menyambut baik, berkata ‘wow’ dengan fasilitas saat ini,” kata Ketua Asosiasi Fastboat Sanur, Made Ariana saat bersalaman dengan Gubernur Koster.

Kawilker Sanur Kantor Pusat KSOP Kelas II Benoa, Ketut Suratnata menjelaskan Pelabuhan Sanur sudah dioperasikan sejak tanggal 11 November 2022 lalu secara bertahap.

Pada tanggal 14 November 2022 lalu, tercatat seluruh kapal sudah beroperasi di Pelabuhan Sanur dengan melayani 3.500 orang per hari dan semuanya dengan manajemen yang baik, arus keluar masuk juga sangat berjalan dengan baik.

“Dulu penumpang harus berbasah basahan, tapi berkat perjuangan Gubernur Bali, Bapak Wayan Koster kita bersyukur bisa melihat para penumpang aman dan nyaman menyebrang dari Sanur ke Nusa Penida,“ pungkas Suratnata. (adv/ken)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru