alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Belasan Warga Terserang, Keluhannya Deman Disertai Nyeri Otot

 

SELAIN kasus covid-19, warga Bali harus waspada ancaman penyakit demam berdarah (DBD) dan penyakit chikungunya pada musim hujan. Sebab, data Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, Bali sedikitnya ada 15 orang warga di Desa Meliling, Kerambitan yang dilaporkan telah teridentifikasi penyakit yang serupa dengan demam berdarah ini.

 

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Tabanan, dr Nyoman Susila tak menampik adanya wabah tersebut.

 

Lantas apa gejalanya? Susila mengatakan, sebagian besar yang terjangkit mengalami keluhan umum chikungunya yakni demam disertai dengan nyeri otot. Serupa dengan demam berdarah.

 

Pihaknya bersama pemerintah desa setempat sudah melakukan fogging sebagai antisipasi penyebaran penyakit yang gejala sama seperti demam berdarah tersebut. “Sabtu (25/12) kami lanjutkan dengan fogging,” kata Susila.

Baca Juga:  Menjelang Perayaan Idul Fitri, Arus Lalu Lintas di Gilimanuk Meningkat

 

Hanya saja, sambung dia, fogging atau pengasapan bukan jadi upaya utama pencegahan chikungunya.

 

“Yang paling utama tetap PSN atau pemberantasan sarang nyamuk. Ini kan sama seperti pencegahan demam berdarah,” imbuh Susila yang juga Pelaksana Tugas Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tabanan.

 

Menurutnya, merebak kasus penyakit chikungunya banyak faktor penyebabnya. Mulai dari pengaruh cuaca dan kondisi kebersihan lingkungan dan masih banyak tempat-tempat perindukkan.

 

Itu sebabnya pencegahan penyebaran yang paling utama menjaga kebersihan lingkungan dengan menerapkan PSN yang dilakukan dimasing-masing penghuni rumah secara rutin.

 

“Mengubur menguras dan menutup perkembangan sarang nyamuk itu lebih penting dilakukan dalam mengantisipasi wabah dari penyakit ini,” jelasnya.

Baca Juga:  Tuntut TSK Ngaben Sudaji Dibebaskan, Galang Petisi Tembus 2.500

 

Kendati dari belasan orang yang dilaporkan terkena Chikungunya itu tidak sampai menjalani rawat inap atau opname. “Tidak ada (yang) opname. Semua sudah dapat pengobatan. Rata-rata kondisi (mereka) baik,” tukasnya.

 

Seperti diketahui, chikungunya memiliki gejala yang hampir sama dengan DBD. Yaitu demam. Yang membedakan adalah virus penyakit DBD yang menyerang trombosit. Jika penanganannya terlambat bisa menyebabkan kematian.

 

Sedangkan virus chikungunya menyerang saraf. Karenanya, warga yang terserang chikungunya akan merasakan nyeri di persendian dan beberapa bagian tubuhnya.

 

- Advertisement -

- Advertisement -

 

SELAIN kasus covid-19, warga Bali harus waspada ancaman penyakit demam berdarah (DBD) dan penyakit chikungunya pada musim hujan. Sebab, data Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, Bali sedikitnya ada 15 orang warga di Desa Meliling, Kerambitan yang dilaporkan telah teridentifikasi penyakit yang serupa dengan demam berdarah ini.

 


Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Tabanan, dr Nyoman Susila tak menampik adanya wabah tersebut.

 

Lantas apa gejalanya? Susila mengatakan, sebagian besar yang terjangkit mengalami keluhan umum chikungunya yakni demam disertai dengan nyeri otot. Serupa dengan demam berdarah.

 

Pihaknya bersama pemerintah desa setempat sudah melakukan fogging sebagai antisipasi penyebaran penyakit yang gejala sama seperti demam berdarah tersebut. “Sabtu (25/12) kami lanjutkan dengan fogging,” kata Susila.

Baca Juga:  3 Poin Penting Berkendara di Musim Hujan

 

Hanya saja, sambung dia, fogging atau pengasapan bukan jadi upaya utama pencegahan chikungunya.

 

“Yang paling utama tetap PSN atau pemberantasan sarang nyamuk. Ini kan sama seperti pencegahan demam berdarah,” imbuh Susila yang juga Pelaksana Tugas Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tabanan.

 

Menurutnya, merebak kasus penyakit chikungunya banyak faktor penyebabnya. Mulai dari pengaruh cuaca dan kondisi kebersihan lingkungan dan masih banyak tempat-tempat perindukkan.

 

Itu sebabnya pencegahan penyebaran yang paling utama menjaga kebersihan lingkungan dengan menerapkan PSN yang dilakukan dimasing-masing penghuni rumah secara rutin.

 

“Mengubur menguras dan menutup perkembangan sarang nyamuk itu lebih penting dilakukan dalam mengantisipasi wabah dari penyakit ini,” jelasnya.

Baca Juga:  Protes Impor Pangan, Hasil Panen Distok untuk Ketahanan Pangan Warga

 

Kendati dari belasan orang yang dilaporkan terkena Chikungunya itu tidak sampai menjalani rawat inap atau opname. “Tidak ada (yang) opname. Semua sudah dapat pengobatan. Rata-rata kondisi (mereka) baik,” tukasnya.

 

Seperti diketahui, chikungunya memiliki gejala yang hampir sama dengan DBD. Yaitu demam. Yang membedakan adalah virus penyakit DBD yang menyerang trombosit. Jika penanganannya terlambat bisa menyebabkan kematian.

 

Sedangkan virus chikungunya menyerang saraf. Karenanya, warga yang terserang chikungunya akan merasakan nyeri di persendian dan beberapa bagian tubuhnya.

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/