alexametrics
29.8 C
Denpasar
Monday, May 23, 2022

Masuk Bali, Puluhan PPDN Terciduk Belum Kantongi Sertifikat Vaksin

NEGARA – Pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) yang masuk Bali, terjaring belum melakukan vaksinasi lengkap. Bahkan dari mereka yang terciduk, masih ada yang belum vaksin sama sekali.

Padahal, salah satu syarat wajib masuk Bali selain surat keterangan rapid test antigen adalah vaksinasi lengkap.

Namun sejak gerai vaksin dibuka, puluhan orang PPDN belum melakukan vaksinasi sehingga dilakukan vaksinasi di tempat di Pelabuhan Gilimanuk.

Kepala Dinas Kesehatan Jembrana I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata mengatakan, gerai vaksin yang dibuka di areal Pelabuhan Gilimanuk sejak dimulai operasi Lilin Agung untuk membackup instansi terkait, yakni Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Gilimanuk dan aparat keamanan.

Tujuannya, untuk melakukan vaksinasi PPDN yang masuk Bali belum vaksin lengkap. “Kalau ada yang keluar Bali belum vaksin, tetap dilayani vaksinasi,” jelasnya.

Baca Juga:  Kepeleset, Dadong Muklin Jatuh ke Jurang, Tewas, Amor Ring Acintya…

 Gerai vaksinasi yang berada di Pelabuhan Gilimanuk, dibuka hingga akhir bulan Desember ini.

Pihaknya berharap, PPDN tetap melakukan vaksinasi di tempat asal sebelum melakukan perjalanan masuk Bali, sehingga tidak petugas di Pelabuhan Gilimanuk tidak kewalahan melalukan pengamanan, terutama pemeriksaan syarat keterangan masuk Bali.

- Advertisement -

 

Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana mengatakan, gerai vaksin Polri yang berada di Pelabuhan Gilimanuk cukup efektif menjaring PPDN yang belum vaksin.

Setiap hari, sejak dibuka gerai rata-rata 80 orang terjaring belum vaksin lengkap, sehingga dilakukan vaksin di gerai.

Sebagian besar merupakan warga dari luar Bali. “Rata-rata di awal operasi Lilin ini ada sekitar 70 sampai 80 orang per harinya. Dan sebagian besar merupakan warga dari luar Bali,” ujarnya.

Baca Juga:  Bila PPKM Darurat Kembali Diperpanjang, Bupati Jembrana Tegas Menolak

Kapolres menegaskan, terkait lalu lintas orang keluar dan masuk Bali, pihaknya menekan agar protokol kesehatan diperhatikan. Serta syarat lain yang harus dipenuhi, surat keterangan negatif Covid-19 dibuktikan dengan rapid test atau PCR dan vaksin dosis lengkap.

Sedangkan terkait pengamanan secara umum, pihaknya sudah perintahkan seluruh jajarannya untuk melakukan pemeriksaan secara teliti untuk mencegah masuknya barang berbahaya dan orang yang bisa mengganggu kamtibmas ke Bali.

- Advertisement -

NEGARA – Pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) yang masuk Bali, terjaring belum melakukan vaksinasi lengkap. Bahkan dari mereka yang terciduk, masih ada yang belum vaksin sama sekali.

Padahal, salah satu syarat wajib masuk Bali selain surat keterangan rapid test antigen adalah vaksinasi lengkap.

Namun sejak gerai vaksin dibuka, puluhan orang PPDN belum melakukan vaksinasi sehingga dilakukan vaksinasi di tempat di Pelabuhan Gilimanuk.

Kepala Dinas Kesehatan Jembrana I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata mengatakan, gerai vaksin yang dibuka di areal Pelabuhan Gilimanuk sejak dimulai operasi Lilin Agung untuk membackup instansi terkait, yakni Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Gilimanuk dan aparat keamanan.

Tujuannya, untuk melakukan vaksinasi PPDN yang masuk Bali belum vaksin lengkap. “Kalau ada yang keluar Bali belum vaksin, tetap dilayani vaksinasi,” jelasnya.

Baca Juga:  Dihantam Truk Hantu Dini Hari, Pengendara Vespa Tewas Bersimbah Darah

 Gerai vaksinasi yang berada di Pelabuhan Gilimanuk, dibuka hingga akhir bulan Desember ini.

Pihaknya berharap, PPDN tetap melakukan vaksinasi di tempat asal sebelum melakukan perjalanan masuk Bali, sehingga tidak petugas di Pelabuhan Gilimanuk tidak kewalahan melalukan pengamanan, terutama pemeriksaan syarat keterangan masuk Bali.

 

Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana mengatakan, gerai vaksin Polri yang berada di Pelabuhan Gilimanuk cukup efektif menjaring PPDN yang belum vaksin.

Setiap hari, sejak dibuka gerai rata-rata 80 orang terjaring belum vaksin lengkap, sehingga dilakukan vaksin di gerai.

Sebagian besar merupakan warga dari luar Bali. “Rata-rata di awal operasi Lilin ini ada sekitar 70 sampai 80 orang per harinya. Dan sebagian besar merupakan warga dari luar Bali,” ujarnya.

Baca Juga:  Cuaca Buruk, Nakhoda yang Beroperasi di Selat Bali Diminta Waspada

Kapolres menegaskan, terkait lalu lintas orang keluar dan masuk Bali, pihaknya menekan agar protokol kesehatan diperhatikan. Serta syarat lain yang harus dipenuhi, surat keterangan negatif Covid-19 dibuktikan dengan rapid test atau PCR dan vaksin dosis lengkap.

Sedangkan terkait pengamanan secara umum, pihaknya sudah perintahkan seluruh jajarannya untuk melakukan pemeriksaan secara teliti untuk mencegah masuknya barang berbahaya dan orang yang bisa mengganggu kamtibmas ke Bali.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/