alexametrics
25.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Waspada Lonjakan Kasus Covid, RSUD Buleleng Mulai Siapkan Tim Khusus

SINGARAJA–Jajaran Direksi RSUD Buleleng mulai menyiapkan tim khusus untuk menangani pasien covid-19.

Tim khusus itu disiagakan guna mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus covid-19 pasca libur hari raya Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

Sejak dua bulan terakhir, kasus covid-19 di Kabupaten Buleleng memang melandai. Kasus aktif harian tak pernah lebih dari 5 kasus.

Meski begitu lonjakan kasus covid-19 masih berpeluang terjadi.

Direktur RSUD Buleleng dr. Putu Arya Nugraha, Sp.PD mengatakan, pihaknya mulai menyiapkan langkah mitigasi.

Sebab kasus covid-19 di Indonesia biasanya mulai melonjak setelah terjadinya lonjakan di wilayah Eropa maupun Asia.

Khusus di Bali, biasanya lonjakan kasus covid-19 akan berselang antara 3 (tiga) pekan hingga 6 (enam) pekan setelah terjadinya lonjakan di Pulau Jawa.

Baca Juga:  Setor Pajak Rp1 M, Minta Pemkab Gianyar Bantu Pakan Kera Monkey Forest

“Kita harus mulai siapkan langkah mitigasi. Karena kalau tidak siap, nanti akan banyak pasien yang terbengkalai. Saat terjadi lonjakan varian delta beberapa bulan lalu,” kata Arya Nugraha, Senin (27/12).

Menurutnya langkah mitigasi tak hanya menyangkut kesiapan sumber daya manusia (SDM).

Namun juga alur penanganan pasien, kesiapan obat-obatan, serta pasokan oksigen cair. Selain itu tabung-tabung oksigen cadangan juga sudah mulai disiapkan.

“Saat ini dengan adanya generator oksigen, kita bisa menghasilkan 60 tabung oksigen per hari. Ini bisa kita optimalkan untuk pasien non covid. Sehingga kebutuhan oksigen cair bisa ditanggulangi,” imbuhnya.

Sekadar diketahui saat ini RSUD Buleleng menyiapkan Bangsal Lely sebagai ruang perawatan khusus covid-19. Kini hanya ada 2 orang pasien covid-19 saja yang dirawat di sana.

Baca Juga:  Kasus Covid Tambah Signifikan? Satgas Siapkan Tempat Isolasi Tambahan

Apabila kasus covid-19 melonjak secara signifikan, RSUD Buleleng akan menambah kapasitas ruang perawatan menjadi 112 tempat tidur.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 74 diantaranya merupakan ruang perawatan biasa. Sedangkan 38 tempat tidur sisanya diperuntukkan bagi pasien yang membutuhkan perawatan ICU. 


SINGARAJA–Jajaran Direksi RSUD Buleleng mulai menyiapkan tim khusus untuk menangani pasien covid-19.

Tim khusus itu disiagakan guna mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus covid-19 pasca libur hari raya Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

Sejak dua bulan terakhir, kasus covid-19 di Kabupaten Buleleng memang melandai. Kasus aktif harian tak pernah lebih dari 5 kasus.

Meski begitu lonjakan kasus covid-19 masih berpeluang terjadi.

Direktur RSUD Buleleng dr. Putu Arya Nugraha, Sp.PD mengatakan, pihaknya mulai menyiapkan langkah mitigasi.

Sebab kasus covid-19 di Indonesia biasanya mulai melonjak setelah terjadinya lonjakan di wilayah Eropa maupun Asia.

Khusus di Bali, biasanya lonjakan kasus covid-19 akan berselang antara 3 (tiga) pekan hingga 6 (enam) pekan setelah terjadinya lonjakan di Pulau Jawa.

Baca Juga:  Sakit Sejak Umur Lima Hari, Dari Hari ke Hari Perut Agus Kian Membesar

“Kita harus mulai siapkan langkah mitigasi. Karena kalau tidak siap, nanti akan banyak pasien yang terbengkalai. Saat terjadi lonjakan varian delta beberapa bulan lalu,” kata Arya Nugraha, Senin (27/12).

Menurutnya langkah mitigasi tak hanya menyangkut kesiapan sumber daya manusia (SDM).

Namun juga alur penanganan pasien, kesiapan obat-obatan, serta pasokan oksigen cair. Selain itu tabung-tabung oksigen cadangan juga sudah mulai disiapkan.

“Saat ini dengan adanya generator oksigen, kita bisa menghasilkan 60 tabung oksigen per hari. Ini bisa kita optimalkan untuk pasien non covid. Sehingga kebutuhan oksigen cair bisa ditanggulangi,” imbuhnya.

Sekadar diketahui saat ini RSUD Buleleng menyiapkan Bangsal Lely sebagai ruang perawatan khusus covid-19. Kini hanya ada 2 orang pasien covid-19 saja yang dirawat di sana.

Baca Juga:  PPKM Jawa – Bali Diperpanjang, Sulit Berharap Pariwisata Cepat Pulih

Apabila kasus covid-19 melonjak secara signifikan, RSUD Buleleng akan menambah kapasitas ruang perawatan menjadi 112 tempat tidur.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 74 diantaranya merupakan ruang perawatan biasa. Sedangkan 38 tempat tidur sisanya diperuntukkan bagi pasien yang membutuhkan perawatan ICU. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/