alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, August 12, 2022

Punya Riwayat Jantung dan Stroke, Bupati Jembrana Batal Divaksin

NEGARA– Penyuntikan vaksin Covid-19 perdana tahap awal di Jembrana sudah dimulai, Jumat (29/1).

Namun, Bupati Jembrana I Putu Artha yang rencananya mendapat vaksin pertama batal karena memiliki komorbit atau penyakit yang tidak disarankan untuk mendapat vaksin.

Selain bupati, wakil ketua Pengadilan Negeri (PN) Negara Ni Kadek Kusuma Wardani, juga batal divaksin karena memiliki tekanan darah tinggi..

Sehingga, vaksinasi tahap pertama kemarin hanya diikui Wakil Bupati Jembrana, Kapolres Jembrana, Dandim 1617 Jembrana, Kajari Jembrana, penjabat Sekda Jembrana, Wakil Ketua DPRD Jembrana dan tokoh masyarakat lainya.

Bupati Jembrana I Putu Artha mengaku mengaku menyesal tidak bisa divaksin. Padahal, bupati berharap bisa divaksin dan  menjadi orang pertama di Jembrana divaksin Covid-19. Bupati juga membuat keputusan vaksinasi di Jembrana dimajukan agar tidak menunggu hingga 2 Februai serpti yang direncanakan awal.

” Tuhan berkehendak lain. Saya memang pernah stroke ringan, jantung dan tiroid. Semoga dalam jadwal yang kedua nanti saya lolos,” jelasnya.

Menurut bupati, dengan batalnya vaksiansi pertama bagi dirinya, bupati tetap berharap masyarkat tetap menilai positif vaksin Covid-19.

Baca Juga:  Operasi Ginjal, Warga Rendang Meninggal Divonis Positif Covid-19

Sehingga program vaksinasi Covid-19 di Jambrana berjalan dengan lancar. “Semoga langkah ini tetap menjadi inspirasi bagi masyarakat dengan menilai positif vaksin Covid-19 ini,” harapnya.

Karena bupati batal divaksin, Wakil bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan yang menjadi orang pertama di Jembrana mendapat vaksin.

Kemudian disusul dengan unsur forkopimda Jembrana dan tokoh masyarakat yang lolos skrining.

Kepala Dinas Kesehatan Jembrana  I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata mengatakan, bupati Jembrana belum bisa menerima vaksin dikarenakan tidak lolos tahap skrining.

Menurutnya, untuk mendapatkan vaksin Covid-19, ada 16 kriteria screening yang dilakukan.

Diantaranya penderita hipertiroid, autoimun sistemik, penyakit jantung, reumatik autoimun, kanker, diabetes mellitus, HIV/AIDS, penyakit paru, saluran pencernaan kronis, sedang terapi aktif jangka panjang,  penyakit ginjal, alergi berat, sesak nafas, ibu hamil atau menyusui, ISPA, serta pernah terkonfirmasi positif covid-19 serta kontak erat atau suspek dengan pasien positif covid-19.

Parwata menambahkan, kabupaten Jembrana menerima vaksin tahap pertama sebanyak sejumlah 3720 vial. Khusus untuk vaksinasi RSU Negara kemarin, sebanyak 110 vial. Jumlah tersebut untuk untuk Forkopimda sebanyak 10 vial dan 100 vial lainnya untuk tenaga kesehatan di RSU Negara.

Baca Juga:  Ribuan Pedagang Pasar Badung dan Kumbasari Divaksin Covid-19

“Sementara target vaksin untuk nakes sebanyak 1759 yang akan dilakukan secara bertahap,” terangnya.

Salah satu tokoh masyarakat yang menerima vaksin memastikan kalau vaksin covid19 dari pemerintah teruji halal.

“Komisi fatwa telah menyepakati bahwa vaksin covid-19 yang diedarkan pemerintah Farma hukumnya suci dan halal, jadi jangan takut dan ragu  untuk divaksin,” kata Wakil Ketua MUI Jembrana Syarif Hidayatullah

Selain vaksinasi, Forkopimda Jembrana dan tenaga kesehatan di RSU Negara, tenaga kesehatan di 10 puskesmas di Jembrana juga mendapatkan vaksin.

Dari total 541 vial vaksin yang didistribusikan hari pertama kemarin, hanya 502 vial vaksin digunakan. Karena selain bupati dan wakil ketua PN Negara, sejumlah tenaga kesehatan tidak belum bisa menerima suntikan vaksin.

“Ada tenaga kesehatan yang alergi sehingga belum bisa mendapat vaksin,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 I Gusti Agung Putu Arisantha.

Tenaga kesehatan yang belum lolos skrining pada tahap awal ini, akan dilakukan skrining lagi pada saat penyuntikan vaksin tahap berikutnya.



NEGARA– Penyuntikan vaksin Covid-19 perdana tahap awal di Jembrana sudah dimulai, Jumat (29/1).

Namun, Bupati Jembrana I Putu Artha yang rencananya mendapat vaksin pertama batal karena memiliki komorbit atau penyakit yang tidak disarankan untuk mendapat vaksin.

Selain bupati, wakil ketua Pengadilan Negeri (PN) Negara Ni Kadek Kusuma Wardani, juga batal divaksin karena memiliki tekanan darah tinggi..

Sehingga, vaksinasi tahap pertama kemarin hanya diikui Wakil Bupati Jembrana, Kapolres Jembrana, Dandim 1617 Jembrana, Kajari Jembrana, penjabat Sekda Jembrana, Wakil Ketua DPRD Jembrana dan tokoh masyarakat lainya.

Bupati Jembrana I Putu Artha mengaku mengaku menyesal tidak bisa divaksin. Padahal, bupati berharap bisa divaksin dan  menjadi orang pertama di Jembrana divaksin Covid-19. Bupati juga membuat keputusan vaksinasi di Jembrana dimajukan agar tidak menunggu hingga 2 Februai serpti yang direncanakan awal.

” Tuhan berkehendak lain. Saya memang pernah stroke ringan, jantung dan tiroid. Semoga dalam jadwal yang kedua nanti saya lolos,” jelasnya.

Menurut bupati, dengan batalnya vaksiansi pertama bagi dirinya, bupati tetap berharap masyarkat tetap menilai positif vaksin Covid-19.

Baca Juga:  Depresi Stroke Ringan, Suda Nekat Akhiri Hidup dengan Cara Mengerikan

Sehingga program vaksinasi Covid-19 di Jambrana berjalan dengan lancar. “Semoga langkah ini tetap menjadi inspirasi bagi masyarakat dengan menilai positif vaksin Covid-19 ini,” harapnya.

Karena bupati batal divaksin, Wakil bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan yang menjadi orang pertama di Jembrana mendapat vaksin.

Kemudian disusul dengan unsur forkopimda Jembrana dan tokoh masyarakat yang lolos skrining.

Kepala Dinas Kesehatan Jembrana  I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata mengatakan, bupati Jembrana belum bisa menerima vaksin dikarenakan tidak lolos tahap skrining.

Menurutnya, untuk mendapatkan vaksin Covid-19, ada 16 kriteria screening yang dilakukan.

Diantaranya penderita hipertiroid, autoimun sistemik, penyakit jantung, reumatik autoimun, kanker, diabetes mellitus, HIV/AIDS, penyakit paru, saluran pencernaan kronis, sedang terapi aktif jangka panjang,  penyakit ginjal, alergi berat, sesak nafas, ibu hamil atau menyusui, ISPA, serta pernah terkonfirmasi positif covid-19 serta kontak erat atau suspek dengan pasien positif covid-19.

Parwata menambahkan, kabupaten Jembrana menerima vaksin tahap pertama sebanyak sejumlah 3720 vial. Khusus untuk vaksinasi RSU Negara kemarin, sebanyak 110 vial. Jumlah tersebut untuk untuk Forkopimda sebanyak 10 vial dan 100 vial lainnya untuk tenaga kesehatan di RSU Negara.

Baca Juga:  Astungkara, Sejak Awal 2022, Jembrana Tak Temukan Kasus Baru Omicron

“Sementara target vaksin untuk nakes sebanyak 1759 yang akan dilakukan secara bertahap,” terangnya.

Salah satu tokoh masyarakat yang menerima vaksin memastikan kalau vaksin covid19 dari pemerintah teruji halal.

“Komisi fatwa telah menyepakati bahwa vaksin covid-19 yang diedarkan pemerintah Farma hukumnya suci dan halal, jadi jangan takut dan ragu  untuk divaksin,” kata Wakil Ketua MUI Jembrana Syarif Hidayatullah

Selain vaksinasi, Forkopimda Jembrana dan tenaga kesehatan di RSU Negara, tenaga kesehatan di 10 puskesmas di Jembrana juga mendapatkan vaksin.

Dari total 541 vial vaksin yang didistribusikan hari pertama kemarin, hanya 502 vial vaksin digunakan. Karena selain bupati dan wakil ketua PN Negara, sejumlah tenaga kesehatan tidak belum bisa menerima suntikan vaksin.

“Ada tenaga kesehatan yang alergi sehingga belum bisa mendapat vaksin,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 I Gusti Agung Putu Arisantha.

Tenaga kesehatan yang belum lolos skrining pada tahap awal ini, akan dilakukan skrining lagi pada saat penyuntikan vaksin tahap berikutnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/