alexametrics
28.7 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

VIRAL! Covid Tak Kunjung Melandai, Netizen Kirim Imbauan ke Penguasa

DENPASAR – Pandemi covid-19 yang tak kunjung melandai meluluhlantakkan perekonomian masyarakat Bali. Sektor pariwisata yang paling terkena dampak.

Kunjungan wisatawan asing nol persen. Apalagi setelah muncul kebijakan pemerintah pusat menutup pintu bagi warga asing yang berniat masuk Indonesia.

Di satu sisi, untuk meredam penyebaran Covid-19, pemerintah kerap mengeluarkan imbauan agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan.

Namun sayang, meski imbauan ditaati masyarakat, angka Covid-19 di Bali terus meningkat. Sementara kemampuan ekonomi masyarakat semakin sekarat.

Kondisi ini yang menggugah seorang netizen dengan nama akun @ dudik mahendra memposting imbauan balik kepada gubernur dan walikota.

“Sepuluh bulan sudah kami diminta menjalankan prokes, puluhan imbauan sudah kami disuruh laksanakan. Tetapi angka covid19 terus meningkat dan kemampuan ekonomi kami

semakin sekarat. Sekiranya kini saatnya kami memberikan Himbauan kepada Bapak Bapak yg sedang menjadi kepala Daerah di Denpasar dan Bali,” tulis akun @ dudik mahendra di media social facebook.

Baca Juga:  Soal Proyek Bandara, PT BIBU Mendadak Sebut Tak Ada Ground Breaking

Berikut imbauan sang netizen kepada penguasa:

1. Hentikan pembatasan jam kegiatan usaha ( Kebijakan setengah hati hanya membuat rakyat setengah mati melaksanakannya)

2.Tindak tegas setiap pelaku usaha dan warga yang berkegiatan tanpa menjalankan prokes. (Bermasker dan membatasi kerumunan)

3. Adakan rumah sakit darurat untuk mengatasi BOR yg sdh hampir 100℅( bisa bekerja sama dgn TNI polri untuk membuat rumah sakit tenda)

4.Jadikan satu rumah sakit yang dimiliki pemerintah pusat atau daerah sebagai rumah sakit khusus covid untuk memudahkan pemantauan dan pengambilan kebijakan(Shg warga yg sakit non covid 19, bisa berobat dengan tenang di RS yg tdk merawat pasien covid)

5.lakukan pemutihan pajak kendaraan dan PBB tahun 2021 untuk mengurangi beban warga selama pandemi (sbg kompensasi ketidakmampuan pemerintah memberikan sembako kpd warga selama ppkm yg telah lewat. )

6.bagikan vitamin kepada warga untuk meningkatkan imun (sbg kompensasi ketidakmampuan melaksanakan testing menyeluruh.)

Postingan ini pun mendapat tanggapan dari netizen lain. Mereka sepakat dengan postingan Dudik Mahendra.

Baca Juga:  Menang Telak, Kubu Dana-Dipa Pastikan Tak Rayakan Pesta Berlebihan

“Harusnya wakil rakyat seperti tyang niki…selalu bersuara untuk kepentingan rakyat…lanjutkan brother,” kata akun @ komang edy sukarta wirya.

Akun @ buda arka juga sepakat dengan postingan Dudik Mahendra. Terutama pada poin 5 yang membahas pajak. “Pas Pak Yan…Untuk makan aja sdh susah..apalagi nyamsat…duuhhh. Dilema..sing samsat kn tilng..Samsat biaya tdk ada. Bise MPP ne..mati pelan pelan,” bebernya.

 

 



DENPASAR – Pandemi covid-19 yang tak kunjung melandai meluluhlantakkan perekonomian masyarakat Bali. Sektor pariwisata yang paling terkena dampak.

Kunjungan wisatawan asing nol persen. Apalagi setelah muncul kebijakan pemerintah pusat menutup pintu bagi warga asing yang berniat masuk Indonesia.

Di satu sisi, untuk meredam penyebaran Covid-19, pemerintah kerap mengeluarkan imbauan agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan.

Namun sayang, meski imbauan ditaati masyarakat, angka Covid-19 di Bali terus meningkat. Sementara kemampuan ekonomi masyarakat semakin sekarat.

Kondisi ini yang menggugah seorang netizen dengan nama akun @ dudik mahendra memposting imbauan balik kepada gubernur dan walikota.

“Sepuluh bulan sudah kami diminta menjalankan prokes, puluhan imbauan sudah kami disuruh laksanakan. Tetapi angka covid19 terus meningkat dan kemampuan ekonomi kami

semakin sekarat. Sekiranya kini saatnya kami memberikan Himbauan kepada Bapak Bapak yg sedang menjadi kepala Daerah di Denpasar dan Bali,” tulis akun @ dudik mahendra di media social facebook.

Baca Juga:  Soal Proyek Bandara, PT BIBU Mendadak Sebut Tak Ada Ground Breaking

Berikut imbauan sang netizen kepada penguasa:

1. Hentikan pembatasan jam kegiatan usaha ( Kebijakan setengah hati hanya membuat rakyat setengah mati melaksanakannya)

2.Tindak tegas setiap pelaku usaha dan warga yang berkegiatan tanpa menjalankan prokes. (Bermasker dan membatasi kerumunan)

3. Adakan rumah sakit darurat untuk mengatasi BOR yg sdh hampir 100℅( bisa bekerja sama dgn TNI polri untuk membuat rumah sakit tenda)

4.Jadikan satu rumah sakit yang dimiliki pemerintah pusat atau daerah sebagai rumah sakit khusus covid untuk memudahkan pemantauan dan pengambilan kebijakan(Shg warga yg sakit non covid 19, bisa berobat dengan tenang di RS yg tdk merawat pasien covid)

5.lakukan pemutihan pajak kendaraan dan PBB tahun 2021 untuk mengurangi beban warga selama pandemi (sbg kompensasi ketidakmampuan pemerintah memberikan sembako kpd warga selama ppkm yg telah lewat. )

6.bagikan vitamin kepada warga untuk meningkatkan imun (sbg kompensasi ketidakmampuan melaksanakan testing menyeluruh.)

Postingan ini pun mendapat tanggapan dari netizen lain. Mereka sepakat dengan postingan Dudik Mahendra.

Baca Juga:  Vaksin Sinovac Datang, Gelar Simulasi, Kakesdam: Ada Efek Samping!

“Harusnya wakil rakyat seperti tyang niki…selalu bersuara untuk kepentingan rakyat…lanjutkan brother,” kata akun @ komang edy sukarta wirya.

Akun @ buda arka juga sepakat dengan postingan Dudik Mahendra. Terutama pada poin 5 yang membahas pajak. “Pas Pak Yan…Untuk makan aja sdh susah..apalagi nyamsat…duuhhh. Dilema..sing samsat kn tilng..Samsat biaya tdk ada. Bise MPP ne..mati pelan pelan,” bebernya.

 

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/