alexametrics
26.5 C
Denpasar
Monday, July 4, 2022

Masih Banyak Warga Klungkung Membandel, Bupati Suwirta Turun Tangan

SEMARAPURA – Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta akhir-akhir ini banyak menerima laporan bila masyarakat Klungkung

masih banyak yang mengabaikan imbauan pemerintah untuk tinggal di rumah selama wabah virus corona berlangsung.

Untuk itu, orang nomor satu di Kabupaten Klungkung itu bersama Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran, Kabupaten Klungkung, Putu Suarta akhirnya melakukan monitoring terhadap ketaatan masyarakat dalam memutus penyebaran virus korona di Kabupaten Klungkung.

Benar saja, saat Suwirta mengecek salah satu arena bola sodok atau biliar yang ada di Jalan Rama, Kelurahan Semarapura Klod Kangin.

Dia menemukan ada sebanyak 40 orang remaja dan dewasa tanpa menggunakan masker sedang bermain biliar dan juga nongkrong di tempat itu.

“Kami turun dan menemui warga yang berada di tempat biliar itu. Kami imbau mereka agar mengikuti imbauan pemerintah

dalam memutus penyebaran Covid-19. Dan satu persatu dari mereka meninggalkan tempat itu,” kata Bupati asal Nusa Ceningan tersebut.

Tidak sampai di sana, pihaknya juga menemui pemilik tempat biliar tersebut. Dia mengimbau kepada pemilik tempat biliar agar menutup sementara tempat usahanya itu.

“Kondisi arena biliar yang tidak begitu luas dan kemudian dipenuhi oleh pengunjung anak-anak muda pada utamanya, tentu akan sangat berbahaya jika salah satu dari mereka ada yang membawa Covid-19,” terangnya.

Tidak sampai di sana, Suwirta juga menyusur tempat lainnya yang dilaporkan ramai dikunjungi warga saat pandemi ini.

Seperti GOR Swecapura, lapangan umum Desa Kamasan dan Desa Paksebali. Di GOR Swecapura, dia menemukan sejumlah anak sedang bermain basket.

Sementara di lapangan umum Desa Kamasan dan Desa Paksebali, dia menemukan anak-anak usia sekolah tengah bermain sepak bola.

Dengan pengeras suara Bupati Suwirta pun mengingatkan untuk senantiasa menjaga jarak dan mengurangi olahraga yang menimbulkan kontak fisik.

Pihaknya menghargai keinginan masyarakat untuk berolahraga dan memiliki tubuh yang sehat.

Namun, jika dilakukan dengan berkelompok dan terjadi kontak fisik tentu akan berbahaya jika salah satu dari mereka ada yang membawa virus corona.

“Ternyata masih banyak masyarakat yang tidak paham atau mungkin tidak peduli dengan jaga jarak diri saat kondisi seperti ini. Banyak warga bahkan tidak memakai masker saat melakukan aktivitas di luar rumah,” tandasnya.

Sementara itu Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran, Kabupaten Klungkung, Putu Suarta mengaku akan terus melakukan patroli untuk memastikan warga Klungkung mengikuti imbauan pemerintah.

Pihaknya pun mengingatkan kepada warga Klungkung untuk menahan diri tidak melakukan aktivitas di luar rumah bila tidak terlalu mendesak.

“Olahraga boleh, tapi diimbau untuk tidak melakukan aktivitas olahraga yang membentuk tim karena sangat rawan terjadi kontak fisik,” tandasnya. 



SEMARAPURA – Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta akhir-akhir ini banyak menerima laporan bila masyarakat Klungkung

masih banyak yang mengabaikan imbauan pemerintah untuk tinggal di rumah selama wabah virus corona berlangsung.

Untuk itu, orang nomor satu di Kabupaten Klungkung itu bersama Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran, Kabupaten Klungkung, Putu Suarta akhirnya melakukan monitoring terhadap ketaatan masyarakat dalam memutus penyebaran virus korona di Kabupaten Klungkung.

Benar saja, saat Suwirta mengecek salah satu arena bola sodok atau biliar yang ada di Jalan Rama, Kelurahan Semarapura Klod Kangin.

Dia menemukan ada sebanyak 40 orang remaja dan dewasa tanpa menggunakan masker sedang bermain biliar dan juga nongkrong di tempat itu.

“Kami turun dan menemui warga yang berada di tempat biliar itu. Kami imbau mereka agar mengikuti imbauan pemerintah

dalam memutus penyebaran Covid-19. Dan satu persatu dari mereka meninggalkan tempat itu,” kata Bupati asal Nusa Ceningan tersebut.

Tidak sampai di sana, pihaknya juga menemui pemilik tempat biliar tersebut. Dia mengimbau kepada pemilik tempat biliar agar menutup sementara tempat usahanya itu.

“Kondisi arena biliar yang tidak begitu luas dan kemudian dipenuhi oleh pengunjung anak-anak muda pada utamanya, tentu akan sangat berbahaya jika salah satu dari mereka ada yang membawa Covid-19,” terangnya.

Tidak sampai di sana, Suwirta juga menyusur tempat lainnya yang dilaporkan ramai dikunjungi warga saat pandemi ini.

Seperti GOR Swecapura, lapangan umum Desa Kamasan dan Desa Paksebali. Di GOR Swecapura, dia menemukan sejumlah anak sedang bermain basket.

Sementara di lapangan umum Desa Kamasan dan Desa Paksebali, dia menemukan anak-anak usia sekolah tengah bermain sepak bola.

Dengan pengeras suara Bupati Suwirta pun mengingatkan untuk senantiasa menjaga jarak dan mengurangi olahraga yang menimbulkan kontak fisik.

Pihaknya menghargai keinginan masyarakat untuk berolahraga dan memiliki tubuh yang sehat.

Namun, jika dilakukan dengan berkelompok dan terjadi kontak fisik tentu akan berbahaya jika salah satu dari mereka ada yang membawa virus corona.

“Ternyata masih banyak masyarakat yang tidak paham atau mungkin tidak peduli dengan jaga jarak diri saat kondisi seperti ini. Banyak warga bahkan tidak memakai masker saat melakukan aktivitas di luar rumah,” tandasnya.

Sementara itu Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran, Kabupaten Klungkung, Putu Suarta mengaku akan terus melakukan patroli untuk memastikan warga Klungkung mengikuti imbauan pemerintah.

Pihaknya pun mengingatkan kepada warga Klungkung untuk menahan diri tidak melakukan aktivitas di luar rumah bila tidak terlalu mendesak.

“Olahraga boleh, tapi diimbau untuk tidak melakukan aktivitas olahraga yang membentuk tim karena sangat rawan terjadi kontak fisik,” tandasnya. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/