alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Air Laut Pasang, Pemedek Pujawali di Pura Luhur Tanah Lot Naik Perahu

TABANAN – Kondisi air laut pasang di Pantai Tanah Lot membuat pihaknya panitia Pujawali Pura Luhur Tanah Lot terpaksa harus menyiapkan rubber boat atau perahu karet.

 

Rubber boat disiapkan  untuk menyeberangkan sejumlah sarana upakara dan pemedek yang bersembah. Termasuk pula untuk mengakut para sulinggih yang akan memimpin jalannya persembahyangan pujawali.

 

Rabu (28/4) di Pantai Tanah Lot tampak gelombang air laut mulai pasang. Disisi lain dari Personel Satuan Polairud Polres Tabanan bersama dengan tim balawista Tanah Lot menurunkan rubber boat untuk mengakut sarana upakara sebelum pelaksanaan pujawali dimulai.

 

Kasat Polairud Polres Tabanan, Iptu I Wayan Putra Yadnya mengungkapkan air laut pasang mulai terjadi sejak pukul 09:00 pagi hingga siang hari. Biasanya air laut pasang bertepatan dengan bulan purnama atau bulan penuh. Dengan ketinggian air laut pasang di Pantai Tanah Lot sebahu orang dewasa.

Baca Juga:  Puluhan Siswa Tamatan SD di Buleleng Terindikasi Drop Out

 

“Sehingga kami dan panitia berinisitaif menyiapkan rubber boat untuk menyeberangkan para pemedek dan sulinggih yang akan melaksanakan Pujawali menuju pura,” kata Iptu Wayan Putra, Rabu (28/4).

 

Dia menyebut sebanyak dua buah rubber boat pihaknya siapkan. Antisipasi lainnya yang pihaknya lakukan juga bersama panitia puja wali bila mana nanti air laut turun, pihaknya memasang tali. Tali terpasang diantara bibir pantai dengan lokasi menuju pura. Fungsi tali tersebut aka nada pegangan dari pemedek menuju pura.   

 

“Kami sarankan kepada pemedek jika air laut pasang tetap meminta bantuan petugas satpol air dan balawista untuk membantu menyeberangkan menuju pura. Sementara jika air laut turun tetap menggunakan tali sebagai pegangan,” ungkapnya.

Baca Juga:  PHDI Denpasar Ngaku Kaget, Cari Pengganti Ida Rsi Bhujangga Lokanatha

 

Dia menyebut pelaksaan Pujawali di Puru Luhur Tanah Lot tetap dilakukan mengikuti protokol kesehetan Ccvid-19. Pemedek yang bersembahyang dibatasi, memakai masker dan menjaga jarak aman ketika bersembahyang.

 

“Selain itu di Puru Luhur Tanah Lot kami juga sudah meminta panitia Pujawali menyiapkan sarana prtokol kesehatan. Seperti tempat mencuci tangan dan menyiapkan masker. Ini demi mencegah penularan Covid-19 di areal tempat ibadah,” pungkasnya.

- Advertisement -

- Advertisement -

TABANAN – Kondisi air laut pasang di Pantai Tanah Lot membuat pihaknya panitia Pujawali Pura Luhur Tanah Lot terpaksa harus menyiapkan rubber boat atau perahu karet.

 

Rubber boat disiapkan  untuk menyeberangkan sejumlah sarana upakara dan pemedek yang bersembah. Termasuk pula untuk mengakut para sulinggih yang akan memimpin jalannya persembahyangan pujawali.


 

Rabu (28/4) di Pantai Tanah Lot tampak gelombang air laut mulai pasang. Disisi lain dari Personel Satuan Polairud Polres Tabanan bersama dengan tim balawista Tanah Lot menurunkan rubber boat untuk mengakut sarana upakara sebelum pelaksanaan pujawali dimulai.

 

Kasat Polairud Polres Tabanan, Iptu I Wayan Putra Yadnya mengungkapkan air laut pasang mulai terjadi sejak pukul 09:00 pagi hingga siang hari. Biasanya air laut pasang bertepatan dengan bulan purnama atau bulan penuh. Dengan ketinggian air laut pasang di Pantai Tanah Lot sebahu orang dewasa.

Baca Juga:  Jalan Masih Tertimbun Longsor, Warga Trunyan Terpaksa Naik Perahu

 

“Sehingga kami dan panitia berinisitaif menyiapkan rubber boat untuk menyeberangkan para pemedek dan sulinggih yang akan melaksanakan Pujawali menuju pura,” kata Iptu Wayan Putra, Rabu (28/4).

 

Dia menyebut sebanyak dua buah rubber boat pihaknya siapkan. Antisipasi lainnya yang pihaknya lakukan juga bersama panitia puja wali bila mana nanti air laut turun, pihaknya memasang tali. Tali terpasang diantara bibir pantai dengan lokasi menuju pura. Fungsi tali tersebut aka nada pegangan dari pemedek menuju pura.   

 

“Kami sarankan kepada pemedek jika air laut pasang tetap meminta bantuan petugas satpol air dan balawista untuk membantu menyeberangkan menuju pura. Sementara jika air laut turun tetap menggunakan tali sebagai pegangan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Dibatalkan Jelang Hari-H, Ortu Laki-Laki Menolak Anaknya Nyentana

 

Dia menyebut pelaksaan Pujawali di Puru Luhur Tanah Lot tetap dilakukan mengikuti protokol kesehetan Ccvid-19. Pemedek yang bersembahyang dibatasi, memakai masker dan menjaga jarak aman ketika bersembahyang.

 

“Selain itu di Puru Luhur Tanah Lot kami juga sudah meminta panitia Pujawali menyiapkan sarana prtokol kesehatan. Seperti tempat mencuci tangan dan menyiapkan masker. Ini demi mencegah penularan Covid-19 di areal tempat ibadah,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/