alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Rute ke Lembar NTB Terpecah, Tak Ada Lonjakan Penumpang di Padangbai

AMLAPURA – Hingga saat ini, kondisi penumpang di pelabuhan Padangbai masih landai. Belum ada lonjakan penumpang jelang pemberlakuan larangan mudik oleh pemerintah melalui Pelabuhan Padangbai menuju Lembar, Lombok Barat, NTB. 

Hal ini dibenarkan oleh Koordinator Satuan Pelayanan BPTD Wilayah XII Bali I Nyoman Agus Sugiarta. Kata dia, dari data penumpang memang belum ada peningkatan.

“Masih landai. Penumpang dengan menggunakan sepeda motor hanya kisaran 80 sampai 100 unit per hari,” tutur Agus Sugiarta.

Lebih lanjut Sugiarta mengungkapkan, penumpang melalui pelabuhan Padangbai ini sebagian besar bukan keperluan mudik lebaran. Namun mereka yang memiliki keperluan mendesak.

“Kantung parkir yang kami siapkan juga masih sepi. Biasanya kalau memang keperluan mudik sudah membludak. Tapi, tidak tahu juga nanti ketika sudah dekat dengan jadwal larangan mudik,” jelasnya.

Baca Juga:  Kecewa dan Marah Proyek Jalan Molor, Bupati Minta Kontraktor Disanksi

Begitu juga dengan jenis kendaraan besar.  Dalam satu hari baik itu pengangkut logistik maupun bus pengangkut orang tidak ada peningkatan siginifkan.

“Hanya 75 sampai 90 unit saja per hari. Kalau untuk mobil pribadi hanya 10 sampai 20 unit saja,” imbuhnya.

- Advertisement -

Agus Sugiarta menambahkan, penumpang  yang hendak menyeberang sepi karena ada larangaan mudik. Ditambah lagi terdapat surat edaran (SE) untuk perketat sebelum larangan muudik.

“Sepi penumpang karena adanya larangan mudik, dan pengetatan sebelum serta setelah mudik,” tambah dia.

Namun penurunan penumpang juga dipicu karena adanya beberapa rute baru yang melayani penyebrangan menuju Lombok.

Salah satunya yang paling memberi efek yakni pembukaan penyeberangan dari Tanjung Wangi, Banyuwangi – Lembar, Surabaya – Lembar dan juga operasional kapal dari Tanah Ampo menuju Gili Mas, Lombok.

Baca Juga:  Cegah Teroris Obrak-abrik Bali, Tambah Personel Pol PP Jaga Gilimanuk

“Hampir sebagian besar angkutan barang dari Pulau Jawa tujuan NTB sekarang menyeberang dari Ketapang menuju Lembar yang beroperasi tiap hari.

Kendaraan dari Jawa yang menyeberang melalui Padangbai ke Lembar atau Tanah Ampo  ke Lembar hanya  angkutan barang yang transit di Cargo,” jelasnya.

Tidak hanya angkutan barang, bus penumpang dari Pulau Jawa menuju NTB juga menggunakan jasa penyebrangan dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhaan Lembar.

“Karena lebih menghemat waktu dan tenaga juga. Tarifnya juga tidak jauh beda,” bebernya. Sebelum ada rute lain, angkutan barang yang menyebrang dari Padang Bai menuju Lembar  bisa mencapai 250 unit.

Sekarang, setelah adanya rute baru, jumlah angkutaan barang perhari turun drastis. Kondisi ini membuat sejumlah kapal memilih memindahkan jalur pelayaran untuk menghindari kerugian yang terus terjadi. 

- Advertisement -

AMLAPURA – Hingga saat ini, kondisi penumpang di pelabuhan Padangbai masih landai. Belum ada lonjakan penumpang jelang pemberlakuan larangan mudik oleh pemerintah melalui Pelabuhan Padangbai menuju Lembar, Lombok Barat, NTB. 

Hal ini dibenarkan oleh Koordinator Satuan Pelayanan BPTD Wilayah XII Bali I Nyoman Agus Sugiarta. Kata dia, dari data penumpang memang belum ada peningkatan.

“Masih landai. Penumpang dengan menggunakan sepeda motor hanya kisaran 80 sampai 100 unit per hari,” tutur Agus Sugiarta.

Lebih lanjut Sugiarta mengungkapkan, penumpang melalui pelabuhan Padangbai ini sebagian besar bukan keperluan mudik lebaran. Namun mereka yang memiliki keperluan mendesak.

“Kantung parkir yang kami siapkan juga masih sepi. Biasanya kalau memang keperluan mudik sudah membludak. Tapi, tidak tahu juga nanti ketika sudah dekat dengan jadwal larangan mudik,” jelasnya.

Baca Juga:  Aneh, Siswa Miskin Palsu Keluar Masuk SMAN 1 Gianyar, Kasek Bilang...

Begitu juga dengan jenis kendaraan besar.  Dalam satu hari baik itu pengangkut logistik maupun bus pengangkut orang tidak ada peningkatan siginifkan.

“Hanya 75 sampai 90 unit saja per hari. Kalau untuk mobil pribadi hanya 10 sampai 20 unit saja,” imbuhnya.

Agus Sugiarta menambahkan, penumpang  yang hendak menyeberang sepi karena ada larangaan mudik. Ditambah lagi terdapat surat edaran (SE) untuk perketat sebelum larangan muudik.

“Sepi penumpang karena adanya larangan mudik, dan pengetatan sebelum serta setelah mudik,” tambah dia.

Namun penurunan penumpang juga dipicu karena adanya beberapa rute baru yang melayani penyebrangan menuju Lombok.

Salah satunya yang paling memberi efek yakni pembukaan penyeberangan dari Tanjung Wangi, Banyuwangi – Lembar, Surabaya – Lembar dan juga operasional kapal dari Tanah Ampo menuju Gili Mas, Lombok.

Baca Juga:  Soal Mudik Lebaran 2020, Satgas Covid-19 Bali Ikut Perintah Pusat

“Hampir sebagian besar angkutan barang dari Pulau Jawa tujuan NTB sekarang menyeberang dari Ketapang menuju Lembar yang beroperasi tiap hari.

Kendaraan dari Jawa yang menyeberang melalui Padangbai ke Lembar atau Tanah Ampo  ke Lembar hanya  angkutan barang yang transit di Cargo,” jelasnya.

Tidak hanya angkutan barang, bus penumpang dari Pulau Jawa menuju NTB juga menggunakan jasa penyebrangan dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhaan Lembar.

“Karena lebih menghemat waktu dan tenaga juga. Tarifnya juga tidak jauh beda,” bebernya. Sebelum ada rute lain, angkutan barang yang menyebrang dari Padang Bai menuju Lembar  bisa mencapai 250 unit.

Sekarang, setelah adanya rute baru, jumlah angkutaan barang perhari turun drastis. Kondisi ini membuat sejumlah kapal memilih memindahkan jalur pelayaran untuk menghindari kerugian yang terus terjadi. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/