alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

Tak Dapat Air, Warga Bukit Geruduk Kantor PDAM

AMLAPURA-Sejumlah pelanggan air bersih Perumda Tirta Tohlangkir asal Desa Bukit mendatangi Kantor Perumda Tirta Tohlangkir Karangasem pada Kamis (29/4). 

Kedatangan warga yakni untuk menyampaikan keluhan karena belakangan ini mereka tidak mendapatkan air bersih akibat tidak adanya air yang mengalir ke rumah warga.

I Kadek Sudarma selaku perwakilan warga pun menyampaikan keluhannya itu. Tersendatnya aliran air PDAM ini kata dia sudah berlangsung sejak beberapa bulan ini. 

“Kadang air mengalir tapi tidak maksimal. Mengalirnya lima hari sekali. Makanya kami sampaikan keluhan ini kepada PDAM,” ujarnya.

Akibat kondisi ini, lanjut dia membua warga di Bukit cukup kesulitan untuk mamendapatkan air bersih yang digunakan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga:  Ditinggal Suami Meninggal, Linglung Keluar Masuk Hotel, Diamankan

Terlebih, warga tidak memiliki cubang besar untuk menampung air sehingga menambah kesulitan warga dalam pemenuhan air bersih. 

“Dengan air tidak ada, maka warga benar-benar menjadi bingung. Bahkan, kadang-kadang kami meminta air di warga serta berupaya mencari air di sungai.

- Advertisement -

 Kami meminta Perumda mencari solusi terkait kondisi ini agar persoalan dapat dipecahkan ini sehingga kedepannya air bisa mengalir secara rutin,” ungkapnya.

Terkait keluhan warga, Direktur Perumda Tirta Tohlangkir Karangasem, I Gusti Made Singarsi menuturkan, pihaknya akan menindaklanjuti keluhan tersebut.

Dia mengakui selama ini ada banyak keluhan yang diterima dari masyarakat soal gangguan pelayanan air bersih. 

Baca Juga:  PHRI Sambut Setengah Hati Pembukaan Wisman, Ternyata Ini Penyebabnya

“Kami akan segera tindak lanjuti. Kami berupaya semaksimal mungkin sehingga air bersih ke rumah warga bisa mengalir secara maksimal,” katanya.

Mengenai kondisi kurang optimalnya pasokan air ke wilayah Bukit, dia beralasan karena ada permintaan dari kawasan Penaban memerlukan pasokan air bersih untuk kegiatan upacara, sehingga akses pengaturan saluran pasokan air jadinya tidak optimal.

 “Disamping itu kurangnya koordinasi petugas kami dilapangan dalam mensosialisaikan hal ini,” kata Singarsi.

Selain keluhan di wilayah Bukit, hal yanh sama juga terjadi di beberapa wilayah di Karangasem. 

Seperti Manggis, Seraya, Baturinggit, Kubu, Besakih dan Pura Andakasa.

- Advertisement -

- Advertisement -

AMLAPURA-Sejumlah pelanggan air bersih Perumda Tirta Tohlangkir asal Desa Bukit mendatangi Kantor Perumda Tirta Tohlangkir Karangasem pada Kamis (29/4). 

Kedatangan warga yakni untuk menyampaikan keluhan karena belakangan ini mereka tidak mendapatkan air bersih akibat tidak adanya air yang mengalir ke rumah warga.

I Kadek Sudarma selaku perwakilan warga pun menyampaikan keluhannya itu. Tersendatnya aliran air PDAM ini kata dia sudah berlangsung sejak beberapa bulan ini. 


“Kadang air mengalir tapi tidak maksimal. Mengalirnya lima hari sekali. Makanya kami sampaikan keluhan ini kepada PDAM,” ujarnya.

Akibat kondisi ini, lanjut dia membua warga di Bukit cukup kesulitan untuk mamendapatkan air bersih yang digunakan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga:  Ditinggal Suami Meninggal, Linglung Keluar Masuk Hotel, Diamankan

Terlebih, warga tidak memiliki cubang besar untuk menampung air sehingga menambah kesulitan warga dalam pemenuhan air bersih. 

“Dengan air tidak ada, maka warga benar-benar menjadi bingung. Bahkan, kadang-kadang kami meminta air di warga serta berupaya mencari air di sungai.

 Kami meminta Perumda mencari solusi terkait kondisi ini agar persoalan dapat dipecahkan ini sehingga kedepannya air bisa mengalir secara rutin,” ungkapnya.

Terkait keluhan warga, Direktur Perumda Tirta Tohlangkir Karangasem, I Gusti Made Singarsi menuturkan, pihaknya akan menindaklanjuti keluhan tersebut.

Dia mengakui selama ini ada banyak keluhan yang diterima dari masyarakat soal gangguan pelayanan air bersih. 

Baca Juga:  Konjen RRT Sebut Masih Ada 3.000-an Wisman Tiongkok Tertahan di Bali

“Kami akan segera tindak lanjuti. Kami berupaya semaksimal mungkin sehingga air bersih ke rumah warga bisa mengalir secara maksimal,” katanya.

Mengenai kondisi kurang optimalnya pasokan air ke wilayah Bukit, dia beralasan karena ada permintaan dari kawasan Penaban memerlukan pasokan air bersih untuk kegiatan upacara, sehingga akses pengaturan saluran pasokan air jadinya tidak optimal.

 “Disamping itu kurangnya koordinasi petugas kami dilapangan dalam mensosialisaikan hal ini,” kata Singarsi.

Selain keluhan di wilayah Bukit, hal yanh sama juga terjadi di beberapa wilayah di Karangasem. 

Seperti Manggis, Seraya, Baturinggit, Kubu, Besakih dan Pura Andakasa.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/