alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, July 7, 2022

Kasus Positif Hasil Rapid Test di Pelabuhan Gilimanuk Meningkat Tajam

NEGARA– Kendati lalu lintas orang dan kendaraan masuk Bali secara umum mengalami penurunan drastis.

Sayangnya meski lalu lintas mengalami penurunan, jumlah orang yang masuk Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk dengan hasil rapid test positif justru terjadi lonjakan.

Bahkan dalam dua hari terakhir, sebanyak 14 orang yang positif atau reaktif dari hasil rapid test di Pelabuhan Gilimanuk.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana I Gusti Agung Putu Arisantha mengatakan, berdasarkan surat edaran Gubernur Bali mengantisipasi arus balik dari Jawa menuju Jawa timur, terjadi peningkatan jumlah yang menjalani rapid test.

Rapid test yang dikhususkan untuk pengemudi angkutan logistik dan warga Bali yang datang dari Jawa dalam sehari mencapai 400 orang.

“Kemarin saja, hampir tiga kali lipat dari biasanya,” ujarnya.

Dari hasil rapid test tersebut, dalam dua hari terakhir sebanyak 14 orang reaktif atau positif.

Satu orang diantaranya warga Jembrana langsung menjalani perawatan di RSU Negara, dari Buleleng tiga orang langsung dikirim ke tempat karantina Provinsi Bali dan satu orang dari Tabanan sudah dirujuk ke rumah sakit Tabanan. Sedangkan tujuh orang yang reaktif merupakan warga Banyuwangi, sehingga langsung dipulangkan ke daerah asalnya.

Karena ada peningkatan jumlah orang yang reaktif dan mengantisipasi lonjakan orang yang masuk Bali, petugas kesehatan khusus untuk melakukan rapid test di Gilimanuk ditambah menjadi 20 orang.

Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten lain untuk menyediakan ambulan atau alat transportasi jika ada orang dari wilayah Bali hasil rapid test positif untuk mengantar ke tempat karantina sesuai dengan alamatnya.

Arisantha menambahkan, hasil rapid test positif di Pelabuhan Gilimanuk tersebut sebagian besar adalah warga yang rutin melakukan perjalanan Jawa-Bali untuk kepentingan usaha logistik.

Sedangkan satu orang asal Jembrana yang reaktif rapid test merupakan pedagang yang rutin keluar dan masuk Bali.

Sejak penerapan rapid test di pintu masuk Bali, hingga kemarin sudah 12.228 orang rapid test dengan jumlah 42 orang positif rapid test. Sedangkan pelaku perjalanan yang tidak termasuk dalam pengecualian, harus membawa surat keterangan rapid test negatif dari daerah asalnya agar bisa masuk Bali. “Rata-rata reaktif sopir dan kernetnya,” terangnya.
Arisantha menyebut pengamanan di Pelabuhan Gilimanuk untuk mencegah penyebaran Covid-19, masih perlu ada perbaikan pengamanan, pengawasan akan diperketat untuk memaksimalkan pencegahan penyebaran.
Sementara itu, mengenai jumlah pasien positif Covid-19 di Jembrana, hingga kemarin kumulatif sebanyak 15 orang, sebanyak 11 orang sudah sembuh. Sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) yang masih menjalani perawatan sebanyak 3 orang dari kumulatif 28 orang.



NEGARA– Kendati lalu lintas orang dan kendaraan masuk Bali secara umum mengalami penurunan drastis.

Sayangnya meski lalu lintas mengalami penurunan, jumlah orang yang masuk Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk dengan hasil rapid test positif justru terjadi lonjakan.

Bahkan dalam dua hari terakhir, sebanyak 14 orang yang positif atau reaktif dari hasil rapid test di Pelabuhan Gilimanuk.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana I Gusti Agung Putu Arisantha mengatakan, berdasarkan surat edaran Gubernur Bali mengantisipasi arus balik dari Jawa menuju Jawa timur, terjadi peningkatan jumlah yang menjalani rapid test.

Rapid test yang dikhususkan untuk pengemudi angkutan logistik dan warga Bali yang datang dari Jawa dalam sehari mencapai 400 orang.

“Kemarin saja, hampir tiga kali lipat dari biasanya,” ujarnya.

Dari hasil rapid test tersebut, dalam dua hari terakhir sebanyak 14 orang reaktif atau positif.

Satu orang diantaranya warga Jembrana langsung menjalani perawatan di RSU Negara, dari Buleleng tiga orang langsung dikirim ke tempat karantina Provinsi Bali dan satu orang dari Tabanan sudah dirujuk ke rumah sakit Tabanan. Sedangkan tujuh orang yang reaktif merupakan warga Banyuwangi, sehingga langsung dipulangkan ke daerah asalnya.

Karena ada peningkatan jumlah orang yang reaktif dan mengantisipasi lonjakan orang yang masuk Bali, petugas kesehatan khusus untuk melakukan rapid test di Gilimanuk ditambah menjadi 20 orang.

Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten lain untuk menyediakan ambulan atau alat transportasi jika ada orang dari wilayah Bali hasil rapid test positif untuk mengantar ke tempat karantina sesuai dengan alamatnya.

Arisantha menambahkan, hasil rapid test positif di Pelabuhan Gilimanuk tersebut sebagian besar adalah warga yang rutin melakukan perjalanan Jawa-Bali untuk kepentingan usaha logistik.

Sedangkan satu orang asal Jembrana yang reaktif rapid test merupakan pedagang yang rutin keluar dan masuk Bali.

Sejak penerapan rapid test di pintu masuk Bali, hingga kemarin sudah 12.228 orang rapid test dengan jumlah 42 orang positif rapid test. Sedangkan pelaku perjalanan yang tidak termasuk dalam pengecualian, harus membawa surat keterangan rapid test negatif dari daerah asalnya agar bisa masuk Bali. “Rata-rata reaktif sopir dan kernetnya,” terangnya.
Arisantha menyebut pengamanan di Pelabuhan Gilimanuk untuk mencegah penyebaran Covid-19, masih perlu ada perbaikan pengamanan, pengawasan akan diperketat untuk memaksimalkan pencegahan penyebaran.
Sementara itu, mengenai jumlah pasien positif Covid-19 di Jembrana, hingga kemarin kumulatif sebanyak 15 orang, sebanyak 11 orang sudah sembuh. Sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) yang masih menjalani perawatan sebanyak 3 orang dari kumulatif 28 orang.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/