alexametrics
27.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Waspadai Lonjakan Rabies, Distan Tabanan Rencana Vaksin 71 Ribu Anjing

TABANAN – Sebanyak 12 ribu dosis vaksin disiapkan Dinas Pertanian untuk mewaspadai penularan penyakit rabies yang terjadi pada hewan peliharaan terutama pada anjing. Vaksinasi rabies menyasar pada wilayah-wilayah yang pernah mengalami kasus positif rabies.

 

Salah satu wilayah yang rawan berada di Desa Denbatas, Kecamatan Tabanan. Di wilayah tersebut pada bulan April lalu pernah terjadi kasus positif rabies.  

 

Dari data yang diperoleh Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Tabanan, total target sasaran vaksinasi rabies tahun 2021 sebanyak 71.062 ekor.

 

Kepala Dinas Pertanian Tabanan I Nyoman Budana mengaku vaksinasi rabies pihaknya memang gencar dilakukan meski sejauh ini belum terjadi lonjakan kasus positif anjing rabies.

 

Pihaknya melakukan vaksinasi sejak pertengahan April 2021 lalu hingga saat ini. Dengan proses vaksinasi berbasis banjar yang mengutamakan daerah atau desa yang tengah terjadi kasus positif rabies baru-baru ini di Tabanan.

 

“Jadi baru satu kasus temuan kami pada April lalu,” kata Budana, Jumat (28/6).

Baca Juga:  Bantuan Dana Pemprov Bali Seret, Proyek GOR Debes Macet

 

Dia menyebut selain mengutamakan daerah yang terjadi kasus, juga pada daerah lain yang sebelumnya pernah ditemukan kasus serupa. Seperti Desa Wanagiri Kauh dan Desa Berembeng di Kecamatan Selemadeg, Desa Batuaji, Kerambitan.

 

“Daerah ini berpotensi terjadi kasus kembali. Sehingga jadi atensi kami. Karena kasus positif rabies ditemukan tahun lalu,” jelasnya.

 

Kabid Peternakan Dinas Pertanian Tabanan, Ni Nengah Pipin Windari menyatakan, total sasaran vaksinasi rabies di Tabanan tahun 2021 ini sebanyak 71.062 ekor. Sasaran tersebut tak hanya hewan anjing saja, melainkan kera serta kucing yang juga menjadi bagian dari jenis Hewan Penular Rabies (HPR).

 

Hingga, Kamis (27/6) kemarin, total sudah ada 12.066 ekor anjing yang divaksin rabies. Vaksinasi yang dilaksanakan sejak pertengahan April ini sudah mencapai 16,98 persen dari total target.

 

Kemudian, kata dia, untuk total vaksin yang sudah tersedia saat ini sebanyak 25 ribu dosis. Jumlah tersebut diberikan oleh Pemprov Bali. Meskipun jumlah tersebut masih jauh dari target sasaran. Pemkab Tabanan juga berupaya untuk melakukan pengadaan vaksin rabies sebanyak 12 ribu  dosis yang bersumber dari APBD Tabanan.

Baca Juga:  Warga Digigit Anjing Rabies, Puluhan Ekor Anjing Divaksin Darurat

 

“Pengadaaan vaksin rabies sebagai upaya mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus anjing rabies. Mengingat populasi anjing yang meningkat. Di samping itu kerap kalinya masyarakat melakukan perkawinan silang anjing dengan daerah lainnya,” ujarnya.

 

Sementara itu dari data kasus positif rabies di Tabanan dalam kurun waktu dua tahun terakhir, Pipin Windari menyebutkan kasus cenderung menurun dari tahun ke tahun. Dalam dua tahun terakhir atau tahun 2020 dan 2021, baru ditemukan 4 kasus.

 

Rinciannya, masing-masing satu kasus di Desa Wanagiri Kauh dan Desa Berembeng, Kecamatan Selemadeg, serta satu kasus di Desa Batuaji, Kecamatan Kerambitan pada tahun 2020 lalu.

 

Kemudian kasus yang terjadi di tahun 2021 baru satu kasus positif rabies di Desa Denbantas, Kecamatan Tabanan.


TABANAN – Sebanyak 12 ribu dosis vaksin disiapkan Dinas Pertanian untuk mewaspadai penularan penyakit rabies yang terjadi pada hewan peliharaan terutama pada anjing. Vaksinasi rabies menyasar pada wilayah-wilayah yang pernah mengalami kasus positif rabies.

 

Salah satu wilayah yang rawan berada di Desa Denbatas, Kecamatan Tabanan. Di wilayah tersebut pada bulan April lalu pernah terjadi kasus positif rabies.  

 

Dari data yang diperoleh Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Tabanan, total target sasaran vaksinasi rabies tahun 2021 sebanyak 71.062 ekor.

 

Kepala Dinas Pertanian Tabanan I Nyoman Budana mengaku vaksinasi rabies pihaknya memang gencar dilakukan meski sejauh ini belum terjadi lonjakan kasus positif anjing rabies.

 

Pihaknya melakukan vaksinasi sejak pertengahan April 2021 lalu hingga saat ini. Dengan proses vaksinasi berbasis banjar yang mengutamakan daerah atau desa yang tengah terjadi kasus positif rabies baru-baru ini di Tabanan.

 

“Jadi baru satu kasus temuan kami pada April lalu,” kata Budana, Jumat (28/6).

Baca Juga:  Warga Digigit Anjing Rabies, Puluhan Ekor Anjing Divaksin Darurat

 

Dia menyebut selain mengutamakan daerah yang terjadi kasus, juga pada daerah lain yang sebelumnya pernah ditemukan kasus serupa. Seperti Desa Wanagiri Kauh dan Desa Berembeng di Kecamatan Selemadeg, Desa Batuaji, Kerambitan.

 

“Daerah ini berpotensi terjadi kasus kembali. Sehingga jadi atensi kami. Karena kasus positif rabies ditemukan tahun lalu,” jelasnya.

 

Kabid Peternakan Dinas Pertanian Tabanan, Ni Nengah Pipin Windari menyatakan, total sasaran vaksinasi rabies di Tabanan tahun 2021 ini sebanyak 71.062 ekor. Sasaran tersebut tak hanya hewan anjing saja, melainkan kera serta kucing yang juga menjadi bagian dari jenis Hewan Penular Rabies (HPR).

 

Hingga, Kamis (27/6) kemarin, total sudah ada 12.066 ekor anjing yang divaksin rabies. Vaksinasi yang dilaksanakan sejak pertengahan April ini sudah mencapai 16,98 persen dari total target.

 

Kemudian, kata dia, untuk total vaksin yang sudah tersedia saat ini sebanyak 25 ribu dosis. Jumlah tersebut diberikan oleh Pemprov Bali. Meskipun jumlah tersebut masih jauh dari target sasaran. Pemkab Tabanan juga berupaya untuk melakukan pengadaan vaksin rabies sebanyak 12 ribu  dosis yang bersumber dari APBD Tabanan.

Baca Juga:  Desa Tertua di Buleleng Bali Lakukan Local Lockdown

 

“Pengadaaan vaksin rabies sebagai upaya mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus anjing rabies. Mengingat populasi anjing yang meningkat. Di samping itu kerap kalinya masyarakat melakukan perkawinan silang anjing dengan daerah lainnya,” ujarnya.

 

Sementara itu dari data kasus positif rabies di Tabanan dalam kurun waktu dua tahun terakhir, Pipin Windari menyebutkan kasus cenderung menurun dari tahun ke tahun. Dalam dua tahun terakhir atau tahun 2020 dan 2021, baru ditemukan 4 kasus.

 

Rinciannya, masing-masing satu kasus di Desa Wanagiri Kauh dan Desa Berembeng, Kecamatan Selemadeg, serta satu kasus di Desa Batuaji, Kecamatan Kerambitan pada tahun 2020 lalu.

 

Kemudian kasus yang terjadi di tahun 2021 baru satu kasus positif rabies di Desa Denbantas, Kecamatan Tabanan.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/