alexametrics
28.7 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

NEWS UPDATE! Sebaran Abu Menghilang, Bandara Ngurah Rai Kembali Dibuka

MANGUPURA – Keputusan berani diambil Kepala Otoritas Bandara Wilayah IV Bali Nusa Tenggara. Melalui rapat evaluasi, Bandara Ngurah Rai akhirnya dinyatakan kembali dibuka untuk penerbangan, Jumat (29/6) pukul 14.30.

Menurut Kepala Otoritas Bandara Wilayah IV Bali Nusa Tenggara Herson, pembukan Bandara Ngurah Rai melihat dari berbagai faktor.

Yakni dari aktifitas Gunung Agung Level III (Siaga), terdapat kepulan asap putih (kepulan uap air) mencapai 1.500 – 2000 m diatas puncak gunung dan VONA masih kategori orange.

Meteorologi Watch Office juga merilis terdapat sebaran abu vulkanik dari permukaan hingga ketinggian 16000 dan 23000 feet, tapu tidak terdapat debu vulkanik di atas wilayah Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai.

Baca Juga:  Tolak Dipindah, Runia: Siapa yang Kasih Makan Sapi Saya

Ploting VAAC Darwin pada 11.50  ploting Polygon sebaran abu vulkanik mencapai ketinggian 16.000 dan 23.000 feet yang  bergerak ke barat dengan kecepatan 15 Knot. 

 “Namun, tidak sampai menutupi ruang udara Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai. Hal ini juga dikuatkan semakin mengecilnya kekuatan eruspi Gunung Agung,” jelas Yanus Suprayogi, GM Angkasa Pura (AP) I.

Selain itu, dari RGB Citra satelit cuaca Himawari Pukul 01.00 pergerakan debu vulkanik terdeteksi ke arah barat daya – barat laut dan tidak menutupi ruang udara Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Hasil Aerodrome Observation dalam bentuk Paper test menunjukkan NIL adanya debu vulkanic di area Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

Baca Juga:  Banjir Lahar, Hindari Sempadan DAS Hingga Jarak 200 Meter

“Dengan pertimbangan ruang udara bandara sudah tidak terdapat sebaran abu vulkanik dan arah angin cenderung

dari arah timur ke barat laut, maka Bandara I Gusti Ngurah Rai re-open terhitung mulai tanggal 29 Juni 2018 Pukul 14.30,” jelasnya.

Selama masa recovery, bandar udara akan beroperasi 24 Jam untuk tujuan normalisasi rotasi penerbangan.

“Evaluasi atas perkembangan situasi penyebaran abu vulkanik dan arah angin akan tetap dievaluasi secara berkala,” pungkasnya. 



MANGUPURA – Keputusan berani diambil Kepala Otoritas Bandara Wilayah IV Bali Nusa Tenggara. Melalui rapat evaluasi, Bandara Ngurah Rai akhirnya dinyatakan kembali dibuka untuk penerbangan, Jumat (29/6) pukul 14.30.

Menurut Kepala Otoritas Bandara Wilayah IV Bali Nusa Tenggara Herson, pembukan Bandara Ngurah Rai melihat dari berbagai faktor.

Yakni dari aktifitas Gunung Agung Level III (Siaga), terdapat kepulan asap putih (kepulan uap air) mencapai 1.500 – 2000 m diatas puncak gunung dan VONA masih kategori orange.

Meteorologi Watch Office juga merilis terdapat sebaran abu vulkanik dari permukaan hingga ketinggian 16000 dan 23000 feet, tapu tidak terdapat debu vulkanik di atas wilayah Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai.

Baca Juga:  Kembali Gelar Upacara Ngulapin di Selat Bali, Dapat Petunjuk Begini...

Ploting VAAC Darwin pada 11.50  ploting Polygon sebaran abu vulkanik mencapai ketinggian 16.000 dan 23.000 feet yang  bergerak ke barat dengan kecepatan 15 Knot. 

 “Namun, tidak sampai menutupi ruang udara Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai. Hal ini juga dikuatkan semakin mengecilnya kekuatan eruspi Gunung Agung,” jelas Yanus Suprayogi, GM Angkasa Pura (AP) I.

Selain itu, dari RGB Citra satelit cuaca Himawari Pukul 01.00 pergerakan debu vulkanik terdeteksi ke arah barat daya – barat laut dan tidak menutupi ruang udara Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Hasil Aerodrome Observation dalam bentuk Paper test menunjukkan NIL adanya debu vulkanic di area Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

Baca Juga:  Peras Pedagang Martabak, Bendahara Ormas Dijerat Pasal Berlapis

“Dengan pertimbangan ruang udara bandara sudah tidak terdapat sebaran abu vulkanik dan arah angin cenderung

dari arah timur ke barat laut, maka Bandara I Gusti Ngurah Rai re-open terhitung mulai tanggal 29 Juni 2018 Pukul 14.30,” jelasnya.

Selama masa recovery, bandar udara akan beroperasi 24 Jam untuk tujuan normalisasi rotasi penerbangan.

“Evaluasi atas perkembangan situasi penyebaran abu vulkanik dan arah angin akan tetap dievaluasi secara berkala,” pungkasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/