alexametrics
28.7 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

Begini Detik-Detik Korban Kesedot Palung Danau Mematikan Ini…

RadarBali.com – Objek wisata air terjun Tegenungan di Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati kembali makan korban jiwa.

Karyawan vila, Wilfredus alias Fred, 25, tersedot ke bawah palung air terjun Tegenungan pada Jumat siang (28/7) pukul 12.30.

Jasadnya kemudian berhasil dievakuasi petugas gabungan pada 17.30. Kini jasad korban dibawa ke RS Sanjiwani.

Salah satu rekan korban Jhevrinus Bata, 21, mengatakan, rombongan berkumpul terlebih dulu di Denpasar sebelum berangka ke Ubud.

Korban Fred yang tinggal sementara di Jalan Tukad Yeh Aya Renon, Denpasar ini menuju Ubud bersama rekannya Gusman Batubara asal Desa Reroja Kecamatan Magetambah Kabupaten Sika Flores yang tinggal sementara di Jalan Puri Sari Sunset Road Kuta Badung.

Mereka berangkat ramai-ramai. Total ada 10 orang yang berangkat ke objek wisata air terjun sekitar pukul 12.00.

Baca Juga:  OMG! Tak Kantongi Izin, Travel Liar Ngumpet di Gang dan Perkampungan

Jhevrinus yang bekerja di Banjar Sapat Desa Tegallalang ini mengaku baru pertama kali juga mengenal korban, kenalnya karena sama-sama berasal dari Flores, NTT.

“Teman saya yang kenal lama, kalau saya baru tadi kenal,” terangnya. Dijelaskan Jhevrinus, setibanya di lokasi, rombongan langsung menuruni ratusan anak tangga menuju air terjun.

Sejumlah pemandangan menarik untuk objek selfie pun sudah dijamahi hingga akhirnya memutuskan untuk mandi.

Jhevrinus sendiri memilih untuk tidak mandi karena sudah membaca tanda larangan mandi di sekitar air terjun.

Namun delapan orang rekannya termasuk korban Fred  nekat mandi. Delapan orang itupun sudah mempersiapkan pakaian untuk mandi.

Termasuk Fred yang mengenakan celana pendek warna putih dan kaos warna merah. Sempat bermain air selama beberapa menit, tiba-tiba korban Fred mendekati kucuran air terjun dan langsung menghilang.

Baca Juga:  654 Meninggal Covid saat PPKM di Bali, Seperempat Kematian Sejak 2020

Rekannya bertujuh pun kaget kemudian langsung naik ke tepi sungai yang berbatu padas. “Nggak sempat minta tolong, tiba-tiba saja hilang. Yang lain langsung naik nggak berani mendekat,” jelasnya.

 Sebelum turun mandi, menurut Jhevrinus pihaknya sudah sempat memperingatkan rekan-rekannya untuk tidak mandi.

Namun tak digubris, justru nekat mendekati kucuran air sambil membawa handphone untuk melakukan selfie.

Atas hilangnya korban Fred, mereka pun panik lanjut meminta pertolongan dari warga sekitar hingga dilaporkan ke Polsek Sukawati.

Sejurus kemudian, tim penyelamat berdatangan untuk melakukan proses pencarian. Kejadian tenggelamnya korban Fred inipun sontak menjadi tontonan. 



RadarBali.com – Objek wisata air terjun Tegenungan di Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati kembali makan korban jiwa.

Karyawan vila, Wilfredus alias Fred, 25, tersedot ke bawah palung air terjun Tegenungan pada Jumat siang (28/7) pukul 12.30.

Jasadnya kemudian berhasil dievakuasi petugas gabungan pada 17.30. Kini jasad korban dibawa ke RS Sanjiwani.

Salah satu rekan korban Jhevrinus Bata, 21, mengatakan, rombongan berkumpul terlebih dulu di Denpasar sebelum berangka ke Ubud.

Korban Fred yang tinggal sementara di Jalan Tukad Yeh Aya Renon, Denpasar ini menuju Ubud bersama rekannya Gusman Batubara asal Desa Reroja Kecamatan Magetambah Kabupaten Sika Flores yang tinggal sementara di Jalan Puri Sari Sunset Road Kuta Badung.

Mereka berangkat ramai-ramai. Total ada 10 orang yang berangkat ke objek wisata air terjun sekitar pukul 12.00.

Baca Juga:  Jadi TSK Rekrutmen CPNS, Karir Oknum PNS Dinas Arpusda Terancam Tamat

Jhevrinus yang bekerja di Banjar Sapat Desa Tegallalang ini mengaku baru pertama kali juga mengenal korban, kenalnya karena sama-sama berasal dari Flores, NTT.

“Teman saya yang kenal lama, kalau saya baru tadi kenal,” terangnya. Dijelaskan Jhevrinus, setibanya di lokasi, rombongan langsung menuruni ratusan anak tangga menuju air terjun.

Sejumlah pemandangan menarik untuk objek selfie pun sudah dijamahi hingga akhirnya memutuskan untuk mandi.

Jhevrinus sendiri memilih untuk tidak mandi karena sudah membaca tanda larangan mandi di sekitar air terjun.

Namun delapan orang rekannya termasuk korban Fred  nekat mandi. Delapan orang itupun sudah mempersiapkan pakaian untuk mandi.

Termasuk Fred yang mengenakan celana pendek warna putih dan kaos warna merah. Sempat bermain air selama beberapa menit, tiba-tiba korban Fred mendekati kucuran air terjun dan langsung menghilang.

Baca Juga:  654 Meninggal Covid saat PPKM di Bali, Seperempat Kematian Sejak 2020

Rekannya bertujuh pun kaget kemudian langsung naik ke tepi sungai yang berbatu padas. “Nggak sempat minta tolong, tiba-tiba saja hilang. Yang lain langsung naik nggak berani mendekat,” jelasnya.

 Sebelum turun mandi, menurut Jhevrinus pihaknya sudah sempat memperingatkan rekan-rekannya untuk tidak mandi.

Namun tak digubris, justru nekat mendekati kucuran air sambil membawa handphone untuk melakukan selfie.

Atas hilangnya korban Fred, mereka pun panik lanjut meminta pertolongan dari warga sekitar hingga dilaporkan ke Polsek Sukawati.

Sejurus kemudian, tim penyelamat berdatangan untuk melakukan proses pencarian. Kejadian tenggelamnya korban Fred inipun sontak menjadi tontonan. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/