alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, August 20, 2022

Pilih Swasta, SD Negeri di Jembrana Kurang Peminat, Ini Langkah Disdik

NEGARA  – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) menyisakan masalah. Salah satu sekolah dasar SD) Negeri di Jembrana, minim pendaftar.

Karena itu, siswa yang sudah ada terancam dipindahkan ke sekolah lain terdekat untuk memaksimalkan proses belajar mengajar.

Menurut informasi, sekolah yang minim siswa di antaranya SD Negeri Blimbingsari. Pada PPDB tahun ajaran ini, hanya mendapat tiga orang siswa untuk kelas 1.

Minimnya siswa ini, sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir, karena sebagian besar warga memilih untuk masuk sekolah swasta.

Minimnya siswa ini sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir, karena itu saat ini hanya ada 5 rombongan belajar (rombel) dengan total peserta didik sebanyak 30 siswa.

Baca Juga:  Jadi Tersangka Pencabulan, Gaji Kasek Langsung Diputus

Data tersebut berdasar data siswa yang dilaporkan dalam data pokok pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Jembrana I Nyoman Wenten mengakui memang ada sekolah minim siswa, salah satunya SD Negeri Blimbingsari.

Pihaknya masih menunggu laporan dari masing-masing sekolah mengenai PPDB yang sudah berlangsung beberapa waktu lalu. “Kami masih menunggu data yang masih kami himpun,” ungkapnya.

Mengenai SD Negeri Blimbingsari yang minim siswa, Wenten mengakui bahwa dari dulu memang selalu minim siswa.

Apabila minim siswa, seperti kelas 1 hanya ada 3 siswa, proses belajar mengajar akan kurang efektif. Karena itu, pihaknya akan berkoordinasi lagi untuk menentukan langkah berikutnya.

Baca Juga:  Apes, Gagal Mencuri, Mang Cabul Dibui 4 Bulan

“Kalau sekali kurang efektif,” ujarnya. Wenten menambahkan, sebelumnya sudah sempat mendatangi sekolah tersebut.

Kemudian memproyeksikan calon siswa dengan melihat siswa taman kanak-kanak (TK) dan anak usia 1-5 tahun. Proyeksi tersebut untuk menentukan langkah kedepan sekolah tersebut.

Apabila nantinya hasil proyeksi tidak memungkinkan jumlah siswa yang masuk, maka akan menggabungkan sekolah dengan sekolah lain yang terdekat.

“Kami akan proyeksi dan evaluasi dulu, untuk menentukan langkah kedepannya,” tandasnya. 



NEGARA  – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) menyisakan masalah. Salah satu sekolah dasar SD) Negeri di Jembrana, minim pendaftar.

Karena itu, siswa yang sudah ada terancam dipindahkan ke sekolah lain terdekat untuk memaksimalkan proses belajar mengajar.

Menurut informasi, sekolah yang minim siswa di antaranya SD Negeri Blimbingsari. Pada PPDB tahun ajaran ini, hanya mendapat tiga orang siswa untuk kelas 1.

Minimnya siswa ini, sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir, karena sebagian besar warga memilih untuk masuk sekolah swasta.

Minimnya siswa ini sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir, karena itu saat ini hanya ada 5 rombongan belajar (rombel) dengan total peserta didik sebanyak 30 siswa.

Baca Juga:  PTM di Jembrana Dimulai, Bisa Dihentikan Bila Temukan Kasus di Sekolah

Data tersebut berdasar data siswa yang dilaporkan dalam data pokok pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Jembrana I Nyoman Wenten mengakui memang ada sekolah minim siswa, salah satunya SD Negeri Blimbingsari.

Pihaknya masih menunggu laporan dari masing-masing sekolah mengenai PPDB yang sudah berlangsung beberapa waktu lalu. “Kami masih menunggu data yang masih kami himpun,” ungkapnya.

Mengenai SD Negeri Blimbingsari yang minim siswa, Wenten mengakui bahwa dari dulu memang selalu minim siswa.

Apabila minim siswa, seperti kelas 1 hanya ada 3 siswa, proses belajar mengajar akan kurang efektif. Karena itu, pihaknya akan berkoordinasi lagi untuk menentukan langkah berikutnya.

Baca Juga:  Abrasi Parah, Klungkung Anggarkan Rp 400 Juta Tangani Kawasan Pesisir

“Kalau sekali kurang efektif,” ujarnya. Wenten menambahkan, sebelumnya sudah sempat mendatangi sekolah tersebut.

Kemudian memproyeksikan calon siswa dengan melihat siswa taman kanak-kanak (TK) dan anak usia 1-5 tahun. Proyeksi tersebut untuk menentukan langkah kedepan sekolah tersebut.

Apabila nantinya hasil proyeksi tidak memungkinkan jumlah siswa yang masuk, maka akan menggabungkan sekolah dengan sekolah lain yang terdekat.

“Kami akan proyeksi dan evaluasi dulu, untuk menentukan langkah kedepannya,” tandasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/