alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, July 7, 2022

Fix! Bupati Tabanan Dapat Utang dari Pusat untuk Perbaiki Jalan Rusak

TABANAN – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama wakilnya I Made Edi Wirawan saat Pilkada 2020 lalu berjanji menuntaskan seluruh jalan rusak yang ada di Tabanan. Rupanya janji tersebut dalam waktu cepat akan terealisasi.

 

Ini setelah Pemerintah Tabanan akan mendapat suntikan utang dari pemerintah pusat. Dana tersebut bersumber dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

 

Pemerintah Tabanan disebut telah menandatangani perjanjian dana PEN berupa pinjaman uang sebesar Rp125 miliar untuk infrastruktur, yakni untuk perbaikan kondisi jalan rusak di Tabanan.

 

Dari data Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRKP) Tabanan sebelumnya. Di Tabanan keberadaan jalan dengan kondisi rusak berat, sedangkan hingga ringan mencapai 168 kilometer dari data yang disampaikan oleh Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRKP) Tabanan.

 

Namun 168 kilometer kondisi jalan rusak tersebut pada tahun 2021 terus terjadi perbaikan jalan dan terjadi penurunan jalan kondisi rusak. Lantaran Kabupaten Tabanan mendapat bantuan BKK Provinsi Bali.

 

Pemerintah Tabanan mendapat suntikan dana sebesar Rp 50 miliar dengan 7 paket perbaikan jalan. Kemudian DAK Pusat sebesar Rp 30 miliar dengan 5 paket perbaikan jalan. Dengan titik lokasi perbaikan jalan yang menjadi skala prioritas.

 

Dari anggaran BKK dan DAK tersebut sekitar 32 kilometer jalan rusak mampu dilakukan perbaikan dengan besaran standar biaya perbaikan setiap 1 kilometer Rp 2,5 miliar. Salah satunya perbaikan jalan yang menggunakan anggaran tersebut yakni ruas jalan Rejasa-Pesagi, Kecamatan Penebel.

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya tak menampik soal Pemkab Tabanan telah menandatangani perjanjian (MOU) peminjaman uang untuk perbaikan infrastruktur jalan dari PT. SMI melalui program PEN.  

 

“Saya sudah tanda tangan 26 Juli lalu, saya kan punya jani politik kepada masyarakat Tabanan kita kurang memperbaiki jalan. Dari 100 persen jalan yang ada kurang sekitar 18 persen jalan rusak. Jadi saya mencoba untuk membayar janji dan menuntaskan jalan rusak,” aku Sanjaya didampingi Sekda Tabanan I Gede Susila.

 

Pinjaman yang diberikan sebesar Rp 125 miliar untuk menghotmix jalan di Tabanan. Pinjaman dana PEN oleh daerah kepada pemerintah pusat. Pada intinya diperbolehkan secara aturan.

 

Karena setelah berdiskusi dengan Gubenur Bali dan pusat melalui Kementerian Keuangan. Ada lima kriteria pinjaman PEN, untuk pembangunan rumah sakit, infrastruktur pasar dan salah satu diperbolehkan jalan.

 

“Saya sambut baik soal pinjaman ini berjuang 3 dan 4 bulan secara diam-diam. Dan sudah ada perjanjian,” ujarnya.

 

Sekalipun demikian, Sanjaya tak menjelaskan apakah seluruh anggaran yang tersedia itu cukup untuk memperbaiki seluruh jalan rusak di Tabanan. Sebab, berdasarkan hitungan kasar, per 1 kilometer jalan rusak itu membutuhkan anggaran Rp2,5 miliar. Bila ada 168 kilometer, maka dibutuhkan sekitar Rp420 miliar. Sedangkan, total dari DAK pusat, BKK provinsi, serta PEN, hanya Rp230 miliar atau hanya cukup untuk memperbaiki 92 kilometer jalan rusak.

 

Sanjaya hanya menyatakan, pengerjaan pembangunan jalan dilakukan bertahap Dengan pengerjaan pembangunan jalan sistem padat karya. Sesuai yang diinginkan Presiden.

 

“Mengenai pengembalian uang pinjaman PEN tersebut saya yakin bisa dan itu kecil. Dan itu sudah dihitung Bakueda. Karena dari plafon yang semula sebenarnya Rp 450 miliar yang kita akan pinjam, tetapi turun menjadi Rp 125 miliar,” tandasnya.



TABANAN – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama wakilnya I Made Edi Wirawan saat Pilkada 2020 lalu berjanji menuntaskan seluruh jalan rusak yang ada di Tabanan. Rupanya janji tersebut dalam waktu cepat akan terealisasi.

 

Ini setelah Pemerintah Tabanan akan mendapat suntikan utang dari pemerintah pusat. Dana tersebut bersumber dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

 

Pemerintah Tabanan disebut telah menandatangani perjanjian dana PEN berupa pinjaman uang sebesar Rp125 miliar untuk infrastruktur, yakni untuk perbaikan kondisi jalan rusak di Tabanan.

 

Dari data Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRKP) Tabanan sebelumnya. Di Tabanan keberadaan jalan dengan kondisi rusak berat, sedangkan hingga ringan mencapai 168 kilometer dari data yang disampaikan oleh Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRKP) Tabanan.

 

Namun 168 kilometer kondisi jalan rusak tersebut pada tahun 2021 terus terjadi perbaikan jalan dan terjadi penurunan jalan kondisi rusak. Lantaran Kabupaten Tabanan mendapat bantuan BKK Provinsi Bali.

 

Pemerintah Tabanan mendapat suntikan dana sebesar Rp 50 miliar dengan 7 paket perbaikan jalan. Kemudian DAK Pusat sebesar Rp 30 miliar dengan 5 paket perbaikan jalan. Dengan titik lokasi perbaikan jalan yang menjadi skala prioritas.

 

Dari anggaran BKK dan DAK tersebut sekitar 32 kilometer jalan rusak mampu dilakukan perbaikan dengan besaran standar biaya perbaikan setiap 1 kilometer Rp 2,5 miliar. Salah satunya perbaikan jalan yang menggunakan anggaran tersebut yakni ruas jalan Rejasa-Pesagi, Kecamatan Penebel.

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya tak menampik soal Pemkab Tabanan telah menandatangani perjanjian (MOU) peminjaman uang untuk perbaikan infrastruktur jalan dari PT. SMI melalui program PEN.  

 

“Saya sudah tanda tangan 26 Juli lalu, saya kan punya jani politik kepada masyarakat Tabanan kita kurang memperbaiki jalan. Dari 100 persen jalan yang ada kurang sekitar 18 persen jalan rusak. Jadi saya mencoba untuk membayar janji dan menuntaskan jalan rusak,” aku Sanjaya didampingi Sekda Tabanan I Gede Susila.

 

Pinjaman yang diberikan sebesar Rp 125 miliar untuk menghotmix jalan di Tabanan. Pinjaman dana PEN oleh daerah kepada pemerintah pusat. Pada intinya diperbolehkan secara aturan.

 

Karena setelah berdiskusi dengan Gubenur Bali dan pusat melalui Kementerian Keuangan. Ada lima kriteria pinjaman PEN, untuk pembangunan rumah sakit, infrastruktur pasar dan salah satu diperbolehkan jalan.

 

“Saya sambut baik soal pinjaman ini berjuang 3 dan 4 bulan secara diam-diam. Dan sudah ada perjanjian,” ujarnya.

 

Sekalipun demikian, Sanjaya tak menjelaskan apakah seluruh anggaran yang tersedia itu cukup untuk memperbaiki seluruh jalan rusak di Tabanan. Sebab, berdasarkan hitungan kasar, per 1 kilometer jalan rusak itu membutuhkan anggaran Rp2,5 miliar. Bila ada 168 kilometer, maka dibutuhkan sekitar Rp420 miliar. Sedangkan, total dari DAK pusat, BKK provinsi, serta PEN, hanya Rp230 miliar atau hanya cukup untuk memperbaiki 92 kilometer jalan rusak.

 

Sanjaya hanya menyatakan, pengerjaan pembangunan jalan dilakukan bertahap Dengan pengerjaan pembangunan jalan sistem padat karya. Sesuai yang diinginkan Presiden.

 

“Mengenai pengembalian uang pinjaman PEN tersebut saya yakin bisa dan itu kecil. Dan itu sudah dihitung Bakueda. Karena dari plafon yang semula sebenarnya Rp 450 miliar yang kita akan pinjam, tetapi turun menjadi Rp 125 miliar,” tandasnya.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/