alexametrics
29.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Kasus Covid Meningkat, Sebagian Nakes Tertular, RS Sanjiwani Kewalahan

GIANYAR – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanjiwani Gianyar yang menjadi rujukan pasien Covid-19 berdasarkan informasi yang dihimpun, sejak dua pekan ini, jumlah pasien positif covid-19 terus meningkat.

 

Tenaga kesehatan (nakes) pun kewalahan menangani pasien covid-19. Sebab, antara nakes dan pasien tidak seimbang. Sehingga ada nakes mengambil pekerjaan di luar tugasnya. Seperti, petugas di ruang Kebidanan, membantu petugas di UGD menangani covid-19.

 

Selain itu, saat ini juga terjadi alih fungsi ruangan. Sebelum, ruang perawatan pasien covid-19 hanya di ruangan Abimanyu. Namun belakangan ini, ruang Yudistira juga difungsikan sebagai ruang pasien covid-19.

 

Kemudian Rabu kemarin, ruangan Astina juga difungsikan untuk isolasi pasien covid-19. Untuk pasien umum hanya di ruang Ayodya yang dulunya merupakan ruang Very Infortaint Person (VIP).

 

“Nakes mulai kewalahan jumlah karena sudah ada  yang terpapar dan  pasien membludak. Tenaga untuk UGD yang banyak ada antrean pasien covid terpaksa diback up oleh nakes dari ruang lainnya,” ujar sumber koran ini, Rabu (28/7.

Baca Juga:  1400 Masyarakat Payangan Gianyar Divaksin, Berharap Segera Turun Level

 

Direktur Utama RSUD Sanjiwani, dokter Ida Komang Upeksa membenarkan situasi tersebut. Karena itu, pihaknya pun telah menambah 22 bed untuk pasien covid-19. Jadi total bed saat ini sebanyak 86 bed.

 

“Penanganan covid di semua rumah sakit rujukan, hasilnya meningkat. Tapi di Gianyar bisa kami tangani. Karena kami menambah ruang isolasi lagi 22 bed,” jelasnya.

 

Berdasarkan catatan, dengan total 86 bed tersebut, diketahui RSUD Sanjiwani terus melakukan penambahan. Pada awal pandemi tahun 2020 lalu, mereka hanya menyediakan 15 bed. Kemudian bed untuk pasien Covid terus meningkat sampai saat ini.

 

Upeksa menambahkan, pihaknya berupaya melayani pasien yang ada di rumah sakit.

 

“Terkait antrian pasien, mereka biasanya kami tangani dulu di UGD. Ketika ruangan isolasi penuh, kami rawat di sana,” ujarnya.

Baca Juga:  Belum Sebulan Ditahan, Muncul Surat Penangguhan Eks Perbekel Ashari

 

 

Begitu ada pasien yang di kamar isolasi pulang atau pindah, pihaknya memasukkan pasien UGD ke ruang isolasi.

 

“Tapi per hari ini, semua yang di UGD sudah mendapatkan tempat isolasi,” jelasnya.

 

Sedangkan, lanjut Upeksa, untuk stok obat dan vitamin hingga saat ini masih mencukupi. “Cukup. Hari ini kami amprah (pesan, red) lagi ke Provinsi,” pungkasnya.

 

Di bagian lain, Direktur RSU Payangan, dr. Gusti Ngurah Gede Putra, menambahkan, untuk obat-obatan bagi pasien Covid di rumah sakit Payangan masih tersedia.

 

“Obat-obatan suplai dari paket Kementerian Kesehatan, standar pasien Covid, kami masih tersuplai baik dari farmasi,” ujarnya.

 

Tapi, obat yang dijual bebas, yang ada di apotik mengalami kehabisan stok.

 

“Saya dengar apotik sulit mencari. Mungkin ada keterbatasan stok. Masih ada cuma terbatas sekali. Namun di rumah sakit masih save sampai saat ini,” pungkasnya.


GIANYAR – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanjiwani Gianyar yang menjadi rujukan pasien Covid-19 berdasarkan informasi yang dihimpun, sejak dua pekan ini, jumlah pasien positif covid-19 terus meningkat.

 

Tenaga kesehatan (nakes) pun kewalahan menangani pasien covid-19. Sebab, antara nakes dan pasien tidak seimbang. Sehingga ada nakes mengambil pekerjaan di luar tugasnya. Seperti, petugas di ruang Kebidanan, membantu petugas di UGD menangani covid-19.

 

Selain itu, saat ini juga terjadi alih fungsi ruangan. Sebelum, ruang perawatan pasien covid-19 hanya di ruangan Abimanyu. Namun belakangan ini, ruang Yudistira juga difungsikan sebagai ruang pasien covid-19.

 

Kemudian Rabu kemarin, ruangan Astina juga difungsikan untuk isolasi pasien covid-19. Untuk pasien umum hanya di ruang Ayodya yang dulunya merupakan ruang Very Infortaint Person (VIP).

 

“Nakes mulai kewalahan jumlah karena sudah ada  yang terpapar dan  pasien membludak. Tenaga untuk UGD yang banyak ada antrean pasien covid terpaksa diback up oleh nakes dari ruang lainnya,” ujar sumber koran ini, Rabu (28/7.

Baca Juga:  Baru Dibangun, Tergerus Air Hujan, Senderan Jembatan Jebol

 

Direktur Utama RSUD Sanjiwani, dokter Ida Komang Upeksa membenarkan situasi tersebut. Karena itu, pihaknya pun telah menambah 22 bed untuk pasien covid-19. Jadi total bed saat ini sebanyak 86 bed.

 

“Penanganan covid di semua rumah sakit rujukan, hasilnya meningkat. Tapi di Gianyar bisa kami tangani. Karena kami menambah ruang isolasi lagi 22 bed,” jelasnya.

 

Berdasarkan catatan, dengan total 86 bed tersebut, diketahui RSUD Sanjiwani terus melakukan penambahan. Pada awal pandemi tahun 2020 lalu, mereka hanya menyediakan 15 bed. Kemudian bed untuk pasien Covid terus meningkat sampai saat ini.

 

Upeksa menambahkan, pihaknya berupaya melayani pasien yang ada di rumah sakit.

 

“Terkait antrian pasien, mereka biasanya kami tangani dulu di UGD. Ketika ruangan isolasi penuh, kami rawat di sana,” ujarnya.

Baca Juga:  Meski Dipenjara, Belasan Napi Anak di Karangasem Ikuti UAS

 

 

Begitu ada pasien yang di kamar isolasi pulang atau pindah, pihaknya memasukkan pasien UGD ke ruang isolasi.

 

“Tapi per hari ini, semua yang di UGD sudah mendapatkan tempat isolasi,” jelasnya.

 

Sedangkan, lanjut Upeksa, untuk stok obat dan vitamin hingga saat ini masih mencukupi. “Cukup. Hari ini kami amprah (pesan, red) lagi ke Provinsi,” pungkasnya.

 

Di bagian lain, Direktur RSU Payangan, dr. Gusti Ngurah Gede Putra, menambahkan, untuk obat-obatan bagi pasien Covid di rumah sakit Payangan masih tersedia.

 

“Obat-obatan suplai dari paket Kementerian Kesehatan, standar pasien Covid, kami masih tersuplai baik dari farmasi,” ujarnya.

 

Tapi, obat yang dijual bebas, yang ada di apotik mengalami kehabisan stok.

 

“Saya dengar apotik sulit mencari. Mungkin ada keterbatasan stok. Masih ada cuma terbatas sekali. Namun di rumah sakit masih save sampai saat ini,” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/