alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Salingbantuyuk Hubungkan Pemberi Bantuan dengan Warga yang Isoman

Di tengah perang melawan pandemi Covid-19, solidaritas atas dasar kemanusiaan menjadi hal yang sangat penting. Apalagi, banyak warga yang terpuruk ekonominya maupun sakit terpapar virus ini. Seperti di Bali, gerakan dari komunitas untuk membantu sesama bermunculan. Salah satunya lewat www.salingbantuyuk.com

 

YOYO RAHARYO, Denpasar

 

SUATU hari berbarengan dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada 3 Juli 2021 lalu, Rio Christian berpikir keras. Dia melihat, kondisi Bali tidak baik-baik saja. Kasus Covid-19 meningkat tajam, banyak warga jatuh sakit tertular virus ini. Di satu ekonomi terus merosot.

 

CEO sekaligus Direktur Utama Bank Perkreditan Rakyat Karya Artha Sejahtera Indonesia (BPR KAS Indonesia) ini pun berpikir kalau hanya mengandalkan pemerintah, maka pandemi ini akan berlangsung lama. Maka perlu partisipasi banyak orang. Bergotong royong sesuai kemampuan dan keahliannya.

 

Kebetulan saja, BPR KAS Indonesia yang dia pimpin memiliki sumber daya manusia yang mumpuni. Ia ingin menghubungkan antara warga yang membutuhkan dengan warga yang mampu membantu.

 

Ia pun berdiskusi dengan Gusti Gede Darmanta, direktur di BPR KAS Indonesia. Juga dengan bawahannya yang lain. Ide ini mendapat sambutan antusias dari mereka.

 

Singkat cerita, ia ingin memberdayakan sumber daya di BPR KAS untuk menginisiasi gerakan saling bantu antarwarga.

 

Tim IT terutama yang bisa membuat web pun digerakkan untuk merancang situs yang bisa menghubungkan beberapa pihak dimaksud. Antara calon pemberi dan penerima. Calon penerima khususnya adalah warga yang sedang isolasi mandiri (isoman) karena tertular Covid-19.

 

“Kalau hanya BPR KAS saja (yang memberi sumbangan) kan berapa sih (kemampuannya). Kami ingin agar semua orang bisa berpartisipasi. Dengan ini kita bisa lebih luas,” terang Rio kepada radarbali.id, Selasa lalu (27/7/2021).

 

Rahim, Gus De, Surya dan Agus berjuang mewujudkan website. Berempat adalah tim IT BPR KAS. Mereka berjibaku membangun web yang ramah bagi pengguna. Mereka harus kerja ngebut.

 

Sampai Hari Raya Idul Adha, 20 Juli 2021 lalu, tim pembangun web kerja lembur mematangkan web tersebut. Walau begitu, sambil memaksimalkan web, gerakan saling bantu sudah berjalan di internal BPR KAS Indonesia. Mereka menyumbangkan dananya untuk membantu warga.

Baca Juga:  Tiga Orang Warga Dauh Tukad Digigit Anjing Rabies

 

Web gerakan ini  akhirnya tuntas. Dan diberi nama domain www.salingbantuyuk.com. Dalam web itu, pengunjung diberikan pilihan utama menjadi pemberi donasi, atau menjadi pendaftar untuk mendapat bantuan.

 

Bagi pemberi donasi, tinggal klik “Bantu Donasi”. Kemudian mengisi nama, email, nomor telepon, dan jenis bantuan serta alamat lengkapnya.

 

“Bantuan bisa sembako, obat, vitamin, maupun dana,” jelas Rio Christian.

 

Bagi pendaftar, juga cukup mengklik “Daftar”, kemudian mengisi beberapa informasi atau data berupa nama, email, nomor telepon, hasil swab PCR/ antigen, hingga KTP dan alamat.

 

Dilaunching baru sekitar semingguan, donasi pun mulai masuk. “Awalnya memang dari kami di internal BPR KAS. Namun kemudian kami sampaikan ke kolega, dan lainnya,” tutur Darmanta.

 

Hingga Kamis pagi (29/7/2021), donasi yang masuk dalam bentuk dana sudah mencapai Rp36.350.000 dari 51 orang pemberi donasi. Nominal donasi juga cukup variatif. Dari Rp15 ribu hingga Rp5 juta.

 

Selain dalam bentuk dana, ada beberapa orang yang membantu dalam bentuk obat dan vitamin. Juga bahan pangan seperti beras dan minyak goreng.

 

“Setiap detik ada yang donasi. Semua tercatat dan transparan, bisa dilihat di web,” ungkap Darmanta.

 

Bantuan itu kemudian disalurkan kepada para pendaftar yang lolos verifikasi. Menurut Darmanta, pendaftar tidak bisa serta-merta mendapat bantuan. Mereka harus mengisi data dan informasi, kemudian diverifikasi.

 

“Kami wawancara via telepon. Identifikasi kondisinya gimana. Kebutuhannya apa. Dan layak dibantu atau tidak,” terang dia.

 

Untuk mengurusi verifikasi ini, ia juga “memanfaatkan” pegawai di BPR KAS Indonesia. Mereka benar-benar menerapkan prinsip saling bantu dalam mengelola gerakan ini.

 

Hingga Kamis (29/7/2021), setidaknya sudah ada 147 orang yang mendaftar. Dari jumlah itu, 16 pendaftar tidak lolos. Sedangkan 113 orang sudah menerima bantuan. Sisanya dalam proses pemberian bantuan. Bantuan berisi sembako hingga vitamin.

Baca Juga:  Memahami Generasi Millennial Dalam Dunia Kerja

 

Untuk memudahkan dalam penyaluran bantuan, BPR KAS juga “memanfaatkan” kantor cabang di Buleleng dan Klungkung. Khususnya bagi penerima bantuan yang berada di daerah tersebut. Untuk yang di daerah Denpasar, Badung dan sekitarnya di-handle langsung kantor pusatnya yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto Barat Nomor 8X, Kerobokan Kaja, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung.

 

“Dari teman-teman kurir, mereka sangat terbantu. Bahkan, kami sangat terharu, Sabtu siang (24/7) lalu kami bawa bantuan, ternyata warga yang isoman itu pas siang itu kehabisan bahan pangan. Kami sangat terharu,” tutur Darmanta.

 

Menurut bapak satu anak ini, gerakan saling bantu lewat www.salingbantuyuk.com ini diharapkan tidak berhenti hanya berupa bantuan pangan, vitamin dan obat-obatan. Pihaknya sedang menghubungi beberapa teman dokter bahkan membuat ajakan secara terbuka kepada dokter yang bersedia menjadi relawan. Yakni berupa konsultasi dokter bagi warga yang isoman.

 

“Ke depan pengin sediakan konsultasi dokter. Kalau kondisi memburuk, perlu konsultasi dokter untuk buatkan resep obat, dan kita ditanggung obatnya. Mungkin butuh dokter yang mau jadi relawan,” papar pria asal Carang Sari, Petang, Badung ini.

 

Tidak itu saja, kata Darmanta, gerakan salingbantuyuk juga merambah ke sejumlah media sosial untuk menginformasikan gerakan mereka. Di antaranya melalui Instagram, juga ke depan ingin membuat aplikasi setidaknya bisa dipasang di perangkat Android.

 

“Kami ingin memudahkan siapa pun yang ingin membantu, dan siapa pun yang butuh dibantu,” pungkas pria 43 tahun ini.

 

Sekadar diketahui, paandemi Covid-19 di Bali juga belum kunjung mereda. Meski ada PPKM darurat, kemudian dilanjutkan PPKM Level 4, kasus terkonfirmasi masih tinggi. Pada Rabu (28/7) saja, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 1.452, dengan jumlah orang meninggal dunia 44 orang. Sedangkan kasus aktif sampai 28 Juli 2021 itu sebanyak 11.071. Dari jumlah itu, sekitar 6.000 lebih menjalani isolasi mandiri. Sisanya berada di tempat isolasi terpusat dan perawatan di RS rujukan Covid-19.

- Advertisement -

- Advertisement -

Di tengah perang melawan pandemi Covid-19, solidaritas atas dasar kemanusiaan menjadi hal yang sangat penting. Apalagi, banyak warga yang terpuruk ekonominya maupun sakit terpapar virus ini. Seperti di Bali, gerakan dari komunitas untuk membantu sesama bermunculan. Salah satunya lewat www.salingbantuyuk.com

 

YOYO RAHARYO, Denpasar


 

SUATU hari berbarengan dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada 3 Juli 2021 lalu, Rio Christian berpikir keras. Dia melihat, kondisi Bali tidak baik-baik saja. Kasus Covid-19 meningkat tajam, banyak warga jatuh sakit tertular virus ini. Di satu ekonomi terus merosot.

 

CEO sekaligus Direktur Utama Bank Perkreditan Rakyat Karya Artha Sejahtera Indonesia (BPR KAS Indonesia) ini pun berpikir kalau hanya mengandalkan pemerintah, maka pandemi ini akan berlangsung lama. Maka perlu partisipasi banyak orang. Bergotong royong sesuai kemampuan dan keahliannya.

 

Kebetulan saja, BPR KAS Indonesia yang dia pimpin memiliki sumber daya manusia yang mumpuni. Ia ingin menghubungkan antara warga yang membutuhkan dengan warga yang mampu membantu.

 

Ia pun berdiskusi dengan Gusti Gede Darmanta, direktur di BPR KAS Indonesia. Juga dengan bawahannya yang lain. Ide ini mendapat sambutan antusias dari mereka.

 

Singkat cerita, ia ingin memberdayakan sumber daya di BPR KAS untuk menginisiasi gerakan saling bantu antarwarga.

 

Tim IT terutama yang bisa membuat web pun digerakkan untuk merancang situs yang bisa menghubungkan beberapa pihak dimaksud. Antara calon pemberi dan penerima. Calon penerima khususnya adalah warga yang sedang isolasi mandiri (isoman) karena tertular Covid-19.

 

“Kalau hanya BPR KAS saja (yang memberi sumbangan) kan berapa sih (kemampuannya). Kami ingin agar semua orang bisa berpartisipasi. Dengan ini kita bisa lebih luas,” terang Rio kepada radarbali.id, Selasa lalu (27/7/2021).

 

Rahim, Gus De, Surya dan Agus berjuang mewujudkan website. Berempat adalah tim IT BPR KAS. Mereka berjibaku membangun web yang ramah bagi pengguna. Mereka harus kerja ngebut.

 

Sampai Hari Raya Idul Adha, 20 Juli 2021 lalu, tim pembangun web kerja lembur mematangkan web tersebut. Walau begitu, sambil memaksimalkan web, gerakan saling bantu sudah berjalan di internal BPR KAS Indonesia. Mereka menyumbangkan dananya untuk membantu warga.

Baca Juga:  Pakar Virologi Unud Curigai Varian Baru Covid-19 Sudah Masuk Bali

 

Web gerakan ini  akhirnya tuntas. Dan diberi nama domain www.salingbantuyuk.com. Dalam web itu, pengunjung diberikan pilihan utama menjadi pemberi donasi, atau menjadi pendaftar untuk mendapat bantuan.

 

Bagi pemberi donasi, tinggal klik “Bantu Donasi”. Kemudian mengisi nama, email, nomor telepon, dan jenis bantuan serta alamat lengkapnya.

 

“Bantuan bisa sembako, obat, vitamin, maupun dana,” jelas Rio Christian.

 

Bagi pendaftar, juga cukup mengklik “Daftar”, kemudian mengisi beberapa informasi atau data berupa nama, email, nomor telepon, hasil swab PCR/ antigen, hingga KTP dan alamat.

 

Dilaunching baru sekitar semingguan, donasi pun mulai masuk. “Awalnya memang dari kami di internal BPR KAS. Namun kemudian kami sampaikan ke kolega, dan lainnya,” tutur Darmanta.

 

Hingga Kamis pagi (29/7/2021), donasi yang masuk dalam bentuk dana sudah mencapai Rp36.350.000 dari 51 orang pemberi donasi. Nominal donasi juga cukup variatif. Dari Rp15 ribu hingga Rp5 juta.

 

Selain dalam bentuk dana, ada beberapa orang yang membantu dalam bentuk obat dan vitamin. Juga bahan pangan seperti beras dan minyak goreng.

 

“Setiap detik ada yang donasi. Semua tercatat dan transparan, bisa dilihat di web,” ungkap Darmanta.

 

Bantuan itu kemudian disalurkan kepada para pendaftar yang lolos verifikasi. Menurut Darmanta, pendaftar tidak bisa serta-merta mendapat bantuan. Mereka harus mengisi data dan informasi, kemudian diverifikasi.

 

“Kami wawancara via telepon. Identifikasi kondisinya gimana. Kebutuhannya apa. Dan layak dibantu atau tidak,” terang dia.

 

Untuk mengurusi verifikasi ini, ia juga “memanfaatkan” pegawai di BPR KAS Indonesia. Mereka benar-benar menerapkan prinsip saling bantu dalam mengelola gerakan ini.

 

Hingga Kamis (29/7/2021), setidaknya sudah ada 147 orang yang mendaftar. Dari jumlah itu, 16 pendaftar tidak lolos. Sedangkan 113 orang sudah menerima bantuan. Sisanya dalam proses pemberian bantuan. Bantuan berisi sembako hingga vitamin.

Baca Juga:  Kasus Melonjak, Rencana Bali Buka Pariwisata Juli Terancam Ditunda

 

Untuk memudahkan dalam penyaluran bantuan, BPR KAS juga “memanfaatkan” kantor cabang di Buleleng dan Klungkung. Khususnya bagi penerima bantuan yang berada di daerah tersebut. Untuk yang di daerah Denpasar, Badung dan sekitarnya di-handle langsung kantor pusatnya yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto Barat Nomor 8X, Kerobokan Kaja, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung.

 

“Dari teman-teman kurir, mereka sangat terbantu. Bahkan, kami sangat terharu, Sabtu siang (24/7) lalu kami bawa bantuan, ternyata warga yang isoman itu pas siang itu kehabisan bahan pangan. Kami sangat terharu,” tutur Darmanta.

 

Menurut bapak satu anak ini, gerakan saling bantu lewat www.salingbantuyuk.com ini diharapkan tidak berhenti hanya berupa bantuan pangan, vitamin dan obat-obatan. Pihaknya sedang menghubungi beberapa teman dokter bahkan membuat ajakan secara terbuka kepada dokter yang bersedia menjadi relawan. Yakni berupa konsultasi dokter bagi warga yang isoman.

 

“Ke depan pengin sediakan konsultasi dokter. Kalau kondisi memburuk, perlu konsultasi dokter untuk buatkan resep obat, dan kita ditanggung obatnya. Mungkin butuh dokter yang mau jadi relawan,” papar pria asal Carang Sari, Petang, Badung ini.

 

Tidak itu saja, kata Darmanta, gerakan salingbantuyuk juga merambah ke sejumlah media sosial untuk menginformasikan gerakan mereka. Di antaranya melalui Instagram, juga ke depan ingin membuat aplikasi setidaknya bisa dipasang di perangkat Android.

 

“Kami ingin memudahkan siapa pun yang ingin membantu, dan siapa pun yang butuh dibantu,” pungkas pria 43 tahun ini.

 

Sekadar diketahui, paandemi Covid-19 di Bali juga belum kunjung mereda. Meski ada PPKM darurat, kemudian dilanjutkan PPKM Level 4, kasus terkonfirmasi masih tinggi. Pada Rabu (28/7) saja, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 1.452, dengan jumlah orang meninggal dunia 44 orang. Sedangkan kasus aktif sampai 28 Juli 2021 itu sebanyak 11.071. Dari jumlah itu, sekitar 6.000 lebih menjalani isolasi mandiri. Sisanya berada di tempat isolasi terpusat dan perawatan di RS rujukan Covid-19.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/