alexametrics
28.7 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Musim Kemarau, Putung Rokok Diduga Jadi Pemicu Lahan Perusda Terbakar

NEGARA – Musim kemarau dan angin kencang membuat area perkebunan mudah terbakar. Dalam sepekan terakhir terdapat dua kejadian kebakaran lahan perkebunan.

Terbaru lahan perkebunan milik Perusahaan Daerah (Perusda) Bali yang terbakar. Lahan perkebunan seluas 15 are terbakar diduga akibat dari puntung rokok.

Kepala Perlindungan Masyarakat Satpol PP Jembrana I Putu Pranajaya mengatakan, lahan perkebunan milik Perusda Bali di Banjar Pasar, Desa/Kecamatan Pekutatan, tersebut terbakar sekitar pukul 11.55 Wita.

Api membakar semak belukar di lahan perkebunan bekas perkebunan karet. “Api tidak sampai meluas karena segera dipadamkan,” ujarnya.

Pihaknya melakukan pemadaman api dengan tiga armada dan menghabiskan 5 tangki air selama 2 jam lebih pemadaman.

Baca Juga:  Harga Karet Dunia Anjlok, Sharing Profit Kecil, Perusda Bali Merugi

Pada kebakaran tersebut tidak ada korban jiwa dan kerugian materi yang dialami Perusda Bali. “Kebakaran diduga karena puntung rokok yang dibuang ke areal perkebunan,” jelasnya.

Pranajaya mengimbau pada masyarakat untuk hati-hati membakar sampah dan membuang puntung rokok. Karena pada musim kemarau dan angin kencang ini membuat lahan kering dan mudah terbakar. 



NEGARA – Musim kemarau dan angin kencang membuat area perkebunan mudah terbakar. Dalam sepekan terakhir terdapat dua kejadian kebakaran lahan perkebunan.

Terbaru lahan perkebunan milik Perusahaan Daerah (Perusda) Bali yang terbakar. Lahan perkebunan seluas 15 are terbakar diduga akibat dari puntung rokok.

Kepala Perlindungan Masyarakat Satpol PP Jembrana I Putu Pranajaya mengatakan, lahan perkebunan milik Perusda Bali di Banjar Pasar, Desa/Kecamatan Pekutatan, tersebut terbakar sekitar pukul 11.55 Wita.

Api membakar semak belukar di lahan perkebunan bekas perkebunan karet. “Api tidak sampai meluas karena segera dipadamkan,” ujarnya.

Pihaknya melakukan pemadaman api dengan tiga armada dan menghabiskan 5 tangki air selama 2 jam lebih pemadaman.

Baca Juga:  PT CIPL Sebut Karyawan Perusda Malas, Gaji Karyawan Nunggak 3 Bulan

Pada kebakaran tersebut tidak ada korban jiwa dan kerugian materi yang dialami Perusda Bali. “Kebakaran diduga karena puntung rokok yang dibuang ke areal perkebunan,” jelasnya.

Pranajaya mengimbau pada masyarakat untuk hati-hati membakar sampah dan membuang puntung rokok. Karena pada musim kemarau dan angin kencang ini membuat lahan kering dan mudah terbakar. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/