alexametrics
28.7 C
Denpasar
Monday, July 4, 2022

Wabup Sutjindra: 82 Persen Kasus Covid-19 di Buleleng Tanpa Gejala

SINGARAJA – Wabup Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra mengungkap studi statistik terkait perkembangan kasus positif Covid-19 di Bali Utara.

Menurutnya, seluruh kasus yang ditemukan, sebanyak 82 persen diantaranya merupakan kasus tanpa gejala.

Kemudian ada 12 persen yang menunjukkan gejala ringan dan sedang, serta 6 persen kasus yang menunjukkan gejala berat hingga berpotensi memicu kematian.

“Sekarang case fatality rate kita di Buleleng masih rendah. Hanya 1,16 persen. Tapi jangan karena kasus rendah, kita jadi lengah.

Virus ini bisa kita lawan, asal kita tetap menjaga kebersihan, menjaga imunitas, dan menjaga kebugaran,” tukas Wabup Sutjindra.

Di sisi lain, Juru Bicara GTPP Covid-19 Buleleng I Ketut Suweca mengumumkan ada tambahan 11 kasus terkonfirmasi positif baru di Kabupaten Buleleng.

Belasan kasus itu tersebar di Kecamatan Sawan 4 kasus, Kecamatan Buleleng 6 kasus, dan Kecamatan Sukasada 1 kasus.

Selain itu GTPP juga mengumumkan ada 17 orang pasien yang berhasil sembuh. Pasien itu tersebar di Kecamatan Banjar sebanyak 1 orang,

Kecamatan Sawan 2 orang, Kecamatan Buleleng 11 orang, dan Kecamatan Sukasada 2 orang, dan Kecamatan Seririt 1 orang.

Sekadar diketahui, saat ini secara kumulatif kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Buleleng mencapai 342 kasus.

Dari 342 kasus itu, sebanyak 333 orang telah dinyatakan sembuh dan 4 orang lainnya meninggal dunia. Kini masih ada 5 orang yang masih menjalani perawatan.

Dari 5 orang yang dirawat, sebanyak 2 orang dirawat di RSUD Buleleng, 2 orang dirawat di RS Pratama Giri Emas, dan 1 orang lainnya dirawat di RS Bali Med.

Kini tingkat kesembuhan di Buleleng ada pada angka 97,3 persen. Dengan angka kasus itu, Buleleng kini masih dinyatakan berada dalam zona oranye atau daerah penularan resiko sedang.



SINGARAJA – Wabup Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra mengungkap studi statistik terkait perkembangan kasus positif Covid-19 di Bali Utara.

Menurutnya, seluruh kasus yang ditemukan, sebanyak 82 persen diantaranya merupakan kasus tanpa gejala.

Kemudian ada 12 persen yang menunjukkan gejala ringan dan sedang, serta 6 persen kasus yang menunjukkan gejala berat hingga berpotensi memicu kematian.

“Sekarang case fatality rate kita di Buleleng masih rendah. Hanya 1,16 persen. Tapi jangan karena kasus rendah, kita jadi lengah.

Virus ini bisa kita lawan, asal kita tetap menjaga kebersihan, menjaga imunitas, dan menjaga kebugaran,” tukas Wabup Sutjindra.

Di sisi lain, Juru Bicara GTPP Covid-19 Buleleng I Ketut Suweca mengumumkan ada tambahan 11 kasus terkonfirmasi positif baru di Kabupaten Buleleng.

Belasan kasus itu tersebar di Kecamatan Sawan 4 kasus, Kecamatan Buleleng 6 kasus, dan Kecamatan Sukasada 1 kasus.

Selain itu GTPP juga mengumumkan ada 17 orang pasien yang berhasil sembuh. Pasien itu tersebar di Kecamatan Banjar sebanyak 1 orang,

Kecamatan Sawan 2 orang, Kecamatan Buleleng 11 orang, dan Kecamatan Sukasada 2 orang, dan Kecamatan Seririt 1 orang.

Sekadar diketahui, saat ini secara kumulatif kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Buleleng mencapai 342 kasus.

Dari 342 kasus itu, sebanyak 333 orang telah dinyatakan sembuh dan 4 orang lainnya meninggal dunia. Kini masih ada 5 orang yang masih menjalani perawatan.

Dari 5 orang yang dirawat, sebanyak 2 orang dirawat di RSUD Buleleng, 2 orang dirawat di RS Pratama Giri Emas, dan 1 orang lainnya dirawat di RS Bali Med.

Kini tingkat kesembuhan di Buleleng ada pada angka 97,3 persen. Dengan angka kasus itu, Buleleng kini masih dinyatakan berada dalam zona oranye atau daerah penularan resiko sedang.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/