alexametrics
25.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Australia Hibahkan Alat Desalinasi Bertenaga Surya Untuk Bali

DENPASAR-Pemerintah Australia menyerahkan mesin desalinasi tenaga surya pertama untuk Pemerintah Indonesia di Pulau Nusa Lembongan, Klungkung, Bali.

Mesin desalinasi atau alat reverse osmosis (pengubah air laut menjadi air tawar) dari Moerk Water perusahaan teknologi air Australia, ini di kirim pemerintah Australia untuk dipasang di Yayasan Pendidikan Wisata Darma Bali (SMA Wisata Darma) Pulau Nusa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Bali.

Pangkalan TNI AL (Lanal) Denpasar sebagai kepanjangan Mabes TNI AL di Bali mengakomodir dan membantu mekanisme embarkasi droping zone alat desalinasi air di Pulau Nusa Lembongan, Minggu (29/8/2021)

Bertempat di landing zone heli MHR-60 Pulau Nusa Lembongan Kecamatab Nusa Penida.

Hadir saat kegiatan diantaranya Capten Rod Griffts. CSM. RAN-Australian Naval Attache Jakarta dan asisten, Konsulat Jenderal Dubes Australia untuk RI, Komandan Lanal Denpasar Kolonel Laut (P) I Komang Teguh Ardana, S.T., M.A.P., yang diwakili oleh Palaksa Letkol Laut (P) Agus Ali Hardono, S.E., M.Tr.Hanla., 

Kadis Sosial Kabupaten Klungkung, Camat Nusa Penida, Muspika Kecamatan Nusa Penida, serta perwakilan PT. Bahari Eka Nusantara yang ditunjuk sebagai relawan agen dari Australia.

Saat proses embarkasi pengangkutan alat dilakukan dengan menggunakan pesawat heli.

Alat diangkut dari Kapal HMAS Canberra jenis MHR-60 milik Angkatan Laut Australia.

Sebelum proses embarkasi, HMAS Canberra diketahui lego jangkar di luar teritorial Indonesia dengan jarak kurang lebih 50 NM dari garis pantai Pulau Bali, yang akan menyerahkan mesin desalinasi tenaga surya pertama di Nusa Lembongan ke Yayasan Pendidikan Wisata Darma Bali (SMA Wisata Darma).

Kegiatan yang diinisiasi dan dipimpin oleh LSM Australia, Surfrider Foundation Australia, dengan dana dan dukungan dari Pemerintah Australia. 

Baca Juga:  Waspada! Seluruh Kecamatan di Klungkung Berpotensi Tanah Longsor

Moerk Water sebagai perusahaan teknologi air Australia mengkhususkan diri dalam sistem pengolahan air bertenaga surya berkualitas tinggi dan andal untuk masyarakat pedesaan terpencil. 

Selain memberikan bantuan alat, mereka juga akan melatih anggota masyarakat setempat tentang cara menggunakan mesin desalinasi mereka sendiri.

Setelah dipasang, mesin ini akan menghasilkan 150 liter air minum bersih per jam, yang akan bisa digunakan untuk 500 orang setiap hari. 

Menurut Atase Pertahanan Laut Australia, kegiatan ini sempat tertunda terkait dengan adanya COVID-19 dan sempat menunda pengiriman mesin ini dari Australia Barat. 

Namun, peluang untuk mengirimkannya muncul melalui kerjasama yang kuat dan sinergi antara  Indonesia dan Australia dalam bidang pertahanan dan kesiapsiagaan bencana,” tutur Athan Australia.

Dalam kesempatan tersebut  TNI AL atas nama Pemerintah Indonesia yang disampaikan oleh Danlanal Denpasar menyampaikan terima kasih atas bantuan mesin desalinasi air bertenaga surya dari Pemerintah Australia.

Kegiatan ini adalah sebagai bagian dari latihan bantuan kemanusiaan dan bantuan bencana yang terkait dengan Indo-Pacific Endeavour (IPE21), dan HMAS Canberra yang membawa mesin desalinasi dan mengirimkannya ke Pulau Nusa Lembongan menggunakan aset udara dari kapal Angkatan Laut Australia. 

“Kegiatan ini sudah dikoordinasikan melalui staf bagian Pertahanan di Jakarta dengan bantuan otoritas Indonesia termasuk TNI serta instansi terkait lainnya,”ucap Danlanal. 

“Sinergitas antara TNI AL dan Royal Australian Navy (RAN) yang didukung oleh Pemerintah Indonesia serta Pemerintah Australia, PT. Surfrider Foundantion Australia dan Royal Australian Navy dapat dijadikan contoh dalam melaksanakan kegiatan yang sifatnya sosial, tambahnya.

Selain itu, lanjut Danlanal, ucapan terima kasih juga disampaikan dari Konsulat Jenderal Australia kepada Komandan IPE21, CDRE Mal Wise di kapal HMAS Canberra dan pemerintah Indonsia serta aparat TNI AL di Bali yang sudah membantu Surfrider Foundation untuk memberikan solusi berkelanjutan untuk air, listrik, dan sampah plastik ke Nusa Lembongan. 

Baca Juga:  Evakuasi Korban di Kintamani, Lanal Denpasar Kirim Personil dan Sekoci

“Salah satu prioritas kami adalah mendukung cara-cara inovatif untuk melindungi sumber daya alam dan mendukung pariwisata berkelanjutan di Bali. 

Ini adalah contoh persahabatan yang kuat antara komunitas Australia dan Bali serta kerja sama pertahanan Australia dan Indonesia yang bersatu dalam semangat bersama kita untuk laut dan lingkungan”. 

Ini adalah inisiatif yang sangat baik, dan kami berharap dapat melihat dampak positif pada masyarakat di tahun-tahun mendatang.”papar Danlanal.

Dalam kegiatan ini Pangkalan TNI AL (Lanal) Denpasar ikut aktif dalam proses penyiapan dan mengkoordinasikan dengan Instansi terkait lainnya. 

Selaiin itu, Danlanal juga memastikan jumlah personel pengamanan yang akan terlibat kegiatan tersebut dan untuk mengamankan lokasi landing zone dari kegiatan masyarakat.

Lanal Denpasar mengkoordinir pengamanan melibatkan Lanud I Gusti Ngurah Rai, Koramil dan Polsek setempat, Satgas Bais dan Satgas Protokol covid-19, serta pendaratan Pesawat Heli diperkirakan akan tiba lokasi landing zone pukul 09.45 Wita di Pulau Nusa Lembongan. 

Untuk lokasi HMAS Canberra sendiri yang mengangkut mesin desalinasi air akan berada diluar teritorial Indonesia yaitu dengan jarak 50 NM dari garis pantai Bali dan sudah dikordinasikan dengan Staf Operasi Mabes TNI AL serta untuk administrasi lainnya.

“Semua sudah dikordinasikan dan dilengkapi izin prinsip dari Sintel Mabes TNI, dan Sintel Mabes TNI AL,”tukasnya.


DENPASAR-Pemerintah Australia menyerahkan mesin desalinasi tenaga surya pertama untuk Pemerintah Indonesia di Pulau Nusa Lembongan, Klungkung, Bali.

Mesin desalinasi atau alat reverse osmosis (pengubah air laut menjadi air tawar) dari Moerk Water perusahaan teknologi air Australia, ini di kirim pemerintah Australia untuk dipasang di Yayasan Pendidikan Wisata Darma Bali (SMA Wisata Darma) Pulau Nusa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Bali.

Pangkalan TNI AL (Lanal) Denpasar sebagai kepanjangan Mabes TNI AL di Bali mengakomodir dan membantu mekanisme embarkasi droping zone alat desalinasi air di Pulau Nusa Lembongan, Minggu (29/8/2021)

Bertempat di landing zone heli MHR-60 Pulau Nusa Lembongan Kecamatab Nusa Penida.

Hadir saat kegiatan diantaranya Capten Rod Griffts. CSM. RAN-Australian Naval Attache Jakarta dan asisten, Konsulat Jenderal Dubes Australia untuk RI, Komandan Lanal Denpasar Kolonel Laut (P) I Komang Teguh Ardana, S.T., M.A.P., yang diwakili oleh Palaksa Letkol Laut (P) Agus Ali Hardono, S.E., M.Tr.Hanla., 

Kadis Sosial Kabupaten Klungkung, Camat Nusa Penida, Muspika Kecamatan Nusa Penida, serta perwakilan PT. Bahari Eka Nusantara yang ditunjuk sebagai relawan agen dari Australia.

Saat proses embarkasi pengangkutan alat dilakukan dengan menggunakan pesawat heli.

Alat diangkut dari Kapal HMAS Canberra jenis MHR-60 milik Angkatan Laut Australia.

Sebelum proses embarkasi, HMAS Canberra diketahui lego jangkar di luar teritorial Indonesia dengan jarak kurang lebih 50 NM dari garis pantai Pulau Bali, yang akan menyerahkan mesin desalinasi tenaga surya pertama di Nusa Lembongan ke Yayasan Pendidikan Wisata Darma Bali (SMA Wisata Darma).

Kegiatan yang diinisiasi dan dipimpin oleh LSM Australia, Surfrider Foundation Australia, dengan dana dan dukungan dari Pemerintah Australia. 

Baca Juga:  Pensiun Berpangkat Peltu, Sukses Antarkan Putranya Jadi Perwira Tinggi

Moerk Water sebagai perusahaan teknologi air Australia mengkhususkan diri dalam sistem pengolahan air bertenaga surya berkualitas tinggi dan andal untuk masyarakat pedesaan terpencil. 

Selain memberikan bantuan alat, mereka juga akan melatih anggota masyarakat setempat tentang cara menggunakan mesin desalinasi mereka sendiri.

Setelah dipasang, mesin ini akan menghasilkan 150 liter air minum bersih per jam, yang akan bisa digunakan untuk 500 orang setiap hari. 

Menurut Atase Pertahanan Laut Australia, kegiatan ini sempat tertunda terkait dengan adanya COVID-19 dan sempat menunda pengiriman mesin ini dari Australia Barat. 

Namun, peluang untuk mengirimkannya muncul melalui kerjasama yang kuat dan sinergi antara  Indonesia dan Australia dalam bidang pertahanan dan kesiapsiagaan bencana,” tutur Athan Australia.

Dalam kesempatan tersebut  TNI AL atas nama Pemerintah Indonesia yang disampaikan oleh Danlanal Denpasar menyampaikan terima kasih atas bantuan mesin desalinasi air bertenaga surya dari Pemerintah Australia.

Kegiatan ini adalah sebagai bagian dari latihan bantuan kemanusiaan dan bantuan bencana yang terkait dengan Indo-Pacific Endeavour (IPE21), dan HMAS Canberra yang membawa mesin desalinasi dan mengirimkannya ke Pulau Nusa Lembongan menggunakan aset udara dari kapal Angkatan Laut Australia. 

“Kegiatan ini sudah dikoordinasikan melalui staf bagian Pertahanan di Jakarta dengan bantuan otoritas Indonesia termasuk TNI serta instansi terkait lainnya,”ucap Danlanal. 

“Sinergitas antara TNI AL dan Royal Australian Navy (RAN) yang didukung oleh Pemerintah Indonesia serta Pemerintah Australia, PT. Surfrider Foundantion Australia dan Royal Australian Navy dapat dijadikan contoh dalam melaksanakan kegiatan yang sifatnya sosial, tambahnya.

Selain itu, lanjut Danlanal, ucapan terima kasih juga disampaikan dari Konsulat Jenderal Australia kepada Komandan IPE21, CDRE Mal Wise di kapal HMAS Canberra dan pemerintah Indonsia serta aparat TNI AL di Bali yang sudah membantu Surfrider Foundation untuk memberikan solusi berkelanjutan untuk air, listrik, dan sampah plastik ke Nusa Lembongan. 

Baca Juga:  Letda laut (P) Suendra Resmi Jabat Danposal Marore

“Salah satu prioritas kami adalah mendukung cara-cara inovatif untuk melindungi sumber daya alam dan mendukung pariwisata berkelanjutan di Bali. 

Ini adalah contoh persahabatan yang kuat antara komunitas Australia dan Bali serta kerja sama pertahanan Australia dan Indonesia yang bersatu dalam semangat bersama kita untuk laut dan lingkungan”. 

Ini adalah inisiatif yang sangat baik, dan kami berharap dapat melihat dampak positif pada masyarakat di tahun-tahun mendatang.”papar Danlanal.

Dalam kegiatan ini Pangkalan TNI AL (Lanal) Denpasar ikut aktif dalam proses penyiapan dan mengkoordinasikan dengan Instansi terkait lainnya. 

Selaiin itu, Danlanal juga memastikan jumlah personel pengamanan yang akan terlibat kegiatan tersebut dan untuk mengamankan lokasi landing zone dari kegiatan masyarakat.

Lanal Denpasar mengkoordinir pengamanan melibatkan Lanud I Gusti Ngurah Rai, Koramil dan Polsek setempat, Satgas Bais dan Satgas Protokol covid-19, serta pendaratan Pesawat Heli diperkirakan akan tiba lokasi landing zone pukul 09.45 Wita di Pulau Nusa Lembongan. 

Untuk lokasi HMAS Canberra sendiri yang mengangkut mesin desalinasi air akan berada diluar teritorial Indonesia yaitu dengan jarak 50 NM dari garis pantai Bali dan sudah dikordinasikan dengan Staf Operasi Mabes TNI AL serta untuk administrasi lainnya.

“Semua sudah dikordinasikan dan dilengkapi izin prinsip dari Sintel Mabes TNI, dan Sintel Mabes TNI AL,”tukasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/