alexametrics
25.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Ditanya Maksud Kedatangan, ODGJ Serang dan Lukai Warga di Klungkung

SEMARAPURA – I Ketut Sudiana, 45, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) asal Desa Bakas, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung ini belakangan bikin resah warga.

 

Sabtu (28/8), ia mendatangi kediaman seorang warga. Warga itu adalah Nengah Gandra, 65, asal Kelurahan Kawan, Kecamatan Bangli, yang tinggal di samping bendungan atau dam, Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan.

 

Saat itu, Gandra sedang berada di rumah setelah melakukan persembahyangan di dam. Tiba-tiba Sudiana mendatangi kediaman Gandra.

 

Melihat hal itu, Gandra pun menanyai maksud kedatangan Sudiana. Bukannya menjawab, Sudiana justru mengancam akan membunuh semua orang dan kemudian menyerang Gandra dengan senjata tajam.

 

“Dengan cepat, korban (Gandra, Red) berusaha menghindar. Namun blakas (pisau daging) yang dibawa pelaku berhasil menggores bagian perut korban sehingga korban dan anak korban (Nyoman Widiana, Red) berlari ke dalam rumah. Yang kemudian meminta bantuan kepada Babinkamtibas,” terangnya.

Baca Juga:  8-11 Agustus, Hindari Tampak Gangsul

 

Mendapat laporan tersebut, jajaran Polsek Banjarangan langsung mendatangi TKP guna mengamankan pelaku. Saat akan diamankan, pelaku ternyata sudah melarikan diri ke gubuknya yang berada di pinggir sungai, Desa Tusan.

 

Lantaran lokasi gubuk yang sejak dua tahun terakhir ditempati ODGJ itu cukup berbahaya, akhirnya jajaran Polsek Banjarangkan memilih menunggu pelaku hingga tenang.

 

Akhirnya Sudiana ditemukan sedang berada di simpang empat Tegal Besar. Dia akhirnya berhasil dibekuk aparat Polsek Banjarangkan.

 

“Akhirnya pagi tadi (Minggu, 29/8/2021), pelaku keluar dan terlihat di simpang empat Tegal Besar sehingga langsung kami amankan,” bebernya.


SEMARAPURA – I Ketut Sudiana, 45, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) asal Desa Bakas, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung ini belakangan bikin resah warga.

 

Sabtu (28/8), ia mendatangi kediaman seorang warga. Warga itu adalah Nengah Gandra, 65, asal Kelurahan Kawan, Kecamatan Bangli, yang tinggal di samping bendungan atau dam, Desa Tusan, Kecamatan Banjarangkan.

 

Saat itu, Gandra sedang berada di rumah setelah melakukan persembahyangan di dam. Tiba-tiba Sudiana mendatangi kediaman Gandra.

 

Melihat hal itu, Gandra pun menanyai maksud kedatangan Sudiana. Bukannya menjawab, Sudiana justru mengancam akan membunuh semua orang dan kemudian menyerang Gandra dengan senjata tajam.

 

“Dengan cepat, korban (Gandra, Red) berusaha menghindar. Namun blakas (pisau daging) yang dibawa pelaku berhasil menggores bagian perut korban sehingga korban dan anak korban (Nyoman Widiana, Red) berlari ke dalam rumah. Yang kemudian meminta bantuan kepada Babinkamtibas,” terangnya.

Baca Juga:  Pembinaan Tak Mempan, Pengusaha Buang Limbah ke Sungai Dipidana

 

Mendapat laporan tersebut, jajaran Polsek Banjarangan langsung mendatangi TKP guna mengamankan pelaku. Saat akan diamankan, pelaku ternyata sudah melarikan diri ke gubuknya yang berada di pinggir sungai, Desa Tusan.

 

Lantaran lokasi gubuk yang sejak dua tahun terakhir ditempati ODGJ itu cukup berbahaya, akhirnya jajaran Polsek Banjarangkan memilih menunggu pelaku hingga tenang.

 

Akhirnya Sudiana ditemukan sedang berada di simpang empat Tegal Besar. Dia akhirnya berhasil dibekuk aparat Polsek Banjarangkan.

 

“Akhirnya pagi tadi (Minggu, 29/8/2021), pelaku keluar dan terlihat di simpang empat Tegal Besar sehingga langsung kami amankan,” bebernya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/