alexametrics
23.7 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

Jumlah Pasien Covid-19 di RS Tabanan Masih Turun-Naik

TABANAN – Kendati terus dilakukan perpanjangan PPKM darurat di Tabanan hingga 30 Agustus 2021, namun kasus Covid-19 di Tabanan belum melandai.

 

Bahkan tingkat hunian kamar di dua rumah sakit yakni UPTD RS Nyitdah dan BRSU Tabanan cukup tinggi. Hunian pasien Covid-19 sehari masih di atas rata-rata 30 orang. Pasein yang dirawat di dua rumah sakit berplat merah sebagai besar Covid-19 dengan gejala sesak napas.

 

Data dari BRSU Tabanan, dari 105 bed yang disediakan untuk perawatan pasien Covid-19 saja, per kemarin (22/8) sudah terisi 66 orang.

 

Kondisi serupa terjadi di UPTD RS Nyitdah. Dari 40 bed yang tersedia, pasien yang dirawat mencapai 24 orang. Mereka yang dirawat sebagain besar mengeluhkan sesak napas dengan rentan usia merata dari usia 20-78 tahun.

- Advertisement -

 

Data tersebut menunjukkan belum terjadi penurunan yang signifikan. Padahal isolasi terpusat dan vaksinasi Covid-19 sudah gencar dilakukan.

 

Kepala Sub Bidang Rekam Medis dan Humas BRSU Tabanan, I Made Suarjaya menjelaskan, pasien covid-19 yang dirawat di BRSU Tabanan masih 66 pasien. Jumlah ini memang menurun dari sebelumnya yang mencapai 70 orang hanya saja tingkat hunian masih tinggi.

Baca Juga:  Gara-gara Main Sabu, Ajik Lepur Diringkus di Rumahnya, Segini BB-nya

 

“Masih ada 66 orang yang dirawat, satu balita kondisinya suspect,” ungkpanya.

 

Dikatakan, selain balita, pasien yang dirawat di BRSU Tabanan ini rata-rata memiliki usia 58 tahun. Bahkan sebagian besar pasien yang dirawat karena memang memiliki penyakit bawaan atau komorbid.

 

“Yang dirawat sekarang usia 58 tahun, namun kondisi bed masih tersedia, karena kami siapkan 105 bed,” ucapnya.

Kondisi perawatan pasien Covid-19 belum melandai juga terjadi di UPTD RS Nyitdah. Yang dirawat di UPTD RS Nyitdah sebagian besar pasien keluhkan sesak napas. Dari 40 bed yang disediakan pasien yang dirawat mencapai 24 orang.

 

“Pasien belum melandai, kondisinya fluktuatif, sekarang turun, hari ini bisa saja naik, belum menunjukkan tren penurunan,” ungkap Direktur UPTD RS Nyitdah dr Nyoman Wisma Berata.

Baca Juga:  Pelajar Putri Kerap Jadi Korban Kekerasan, Ini Curhatnya di Depan Jaksa

 

Dengan jumlah pasien yang belum landai, penanganan pasien masih bisa dilakukan maksimal. Apalagi kebutuhan oksigen sudah bisa terpenuhi meskipun belum bisa dikatakan normal.

 

“Kalau oksigen masih bisa diatasi khusus yang di RS Nyitdah saja. Artinya ketika habis persediaan selalu ada,” jelasnya.  

 

Sementara di sisi lain data dari Polres Tabanan, hunian pasien covid-19 yang tanpa gejala atau bergejala ringan (OTG-GR) masih tersisa. Khusus di Asrama Poltrada Bali yang berlokasi di Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan tersisa 104 tempat tidur dari kapasitas 280 tempat tidur. Artinya jumlah akhir pasien yang masih isolasi terpusat sebanyak 176 orang.

 

Sedangkan pasien yang menjalani isolasi terpusat di Hotel Pop di Denpasar ketersediaan tempat tidur tersisa 26 dari kapasitas 220 tempat tidur. Data terkahir yang menjalani isolasi terpusat di Hotel Pop di Denpasar sebanyak 194 orang.

- Advertisement -

TABANAN – Kendati terus dilakukan perpanjangan PPKM darurat di Tabanan hingga 30 Agustus 2021, namun kasus Covid-19 di Tabanan belum melandai.

 

Bahkan tingkat hunian kamar di dua rumah sakit yakni UPTD RS Nyitdah dan BRSU Tabanan cukup tinggi. Hunian pasien Covid-19 sehari masih di atas rata-rata 30 orang. Pasein yang dirawat di dua rumah sakit berplat merah sebagai besar Covid-19 dengan gejala sesak napas.

 

Data dari BRSU Tabanan, dari 105 bed yang disediakan untuk perawatan pasien Covid-19 saja, per kemarin (22/8) sudah terisi 66 orang.

 

Kondisi serupa terjadi di UPTD RS Nyitdah. Dari 40 bed yang tersedia, pasien yang dirawat mencapai 24 orang. Mereka yang dirawat sebagain besar mengeluhkan sesak napas dengan rentan usia merata dari usia 20-78 tahun.

 

Data tersebut menunjukkan belum terjadi penurunan yang signifikan. Padahal isolasi terpusat dan vaksinasi Covid-19 sudah gencar dilakukan.

 

Kepala Sub Bidang Rekam Medis dan Humas BRSU Tabanan, I Made Suarjaya menjelaskan, pasien covid-19 yang dirawat di BRSU Tabanan masih 66 pasien. Jumlah ini memang menurun dari sebelumnya yang mencapai 70 orang hanya saja tingkat hunian masih tinggi.

Baca Juga:  Awas, Puting Beliung Ngamuk di Jembrana, Tiga Rumah dan Sekolah Hancur

 

“Masih ada 66 orang yang dirawat, satu balita kondisinya suspect,” ungkpanya.

 

Dikatakan, selain balita, pasien yang dirawat di BRSU Tabanan ini rata-rata memiliki usia 58 tahun. Bahkan sebagian besar pasien yang dirawat karena memang memiliki penyakit bawaan atau komorbid.

 

“Yang dirawat sekarang usia 58 tahun, namun kondisi bed masih tersedia, karena kami siapkan 105 bed,” ucapnya.

Kondisi perawatan pasien Covid-19 belum melandai juga terjadi di UPTD RS Nyitdah. Yang dirawat di UPTD RS Nyitdah sebagian besar pasien keluhkan sesak napas. Dari 40 bed yang disediakan pasien yang dirawat mencapai 24 orang.

 

“Pasien belum melandai, kondisinya fluktuatif, sekarang turun, hari ini bisa saja naik, belum menunjukkan tren penurunan,” ungkap Direktur UPTD RS Nyitdah dr Nyoman Wisma Berata.

Baca Juga:  Pemkab Tabanan Minta ke Pusat Rp27 M untuk Perbaiki 10 SMP dan 100 SD

 

Dengan jumlah pasien yang belum landai, penanganan pasien masih bisa dilakukan maksimal. Apalagi kebutuhan oksigen sudah bisa terpenuhi meskipun belum bisa dikatakan normal.

 

“Kalau oksigen masih bisa diatasi khusus yang di RS Nyitdah saja. Artinya ketika habis persediaan selalu ada,” jelasnya.  

 

Sementara di sisi lain data dari Polres Tabanan, hunian pasien covid-19 yang tanpa gejala atau bergejala ringan (OTG-GR) masih tersisa. Khusus di Asrama Poltrada Bali yang berlokasi di Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan tersisa 104 tempat tidur dari kapasitas 280 tempat tidur. Artinya jumlah akhir pasien yang masih isolasi terpusat sebanyak 176 orang.

 

Sedangkan pasien yang menjalani isolasi terpusat di Hotel Pop di Denpasar ketersediaan tempat tidur tersisa 26 dari kapasitas 220 tempat tidur. Data terkahir yang menjalani isolasi terpusat di Hotel Pop di Denpasar sebanyak 194 orang.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/