alexametrics
26.5 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

Bantu Pengungsi, Kemenhub Siapkan Lima Unit Bus Damri

RadarBali.com – Menteri Perhubungan Republik Indonesia Budi Karya Sumadi mengunjungi para pengungsi di GOR Swecapura kemarin.

Dalam kunjungannya tersebut, pihaknya menyempatkan diri untuk berkeliling dan membagi-bagikan mainan kepada anak-anak yang ada di pengungsian.

“Kami turut prihatin atas kejadian ini. Mudah-mudahan dampak erupsi sangat minim sekali,” ujar Budi Sumadi.

Adapun untuk membantu para pengungsi dalam untuk bepergian, pihaknya mengungkapkan sudah menyiapkan sebanyak lima unit bus Damri. Untuk saat ini yang sudah datang baru tiga unit saja.

Terkait jika erupsi Gunung Agung benar-benar terjadi dan berdampak pada kegiatan berhentinya layanan penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai, pihaknya memprediksi ada sebanyak 5 ribu penumpang per harinya yang akan terkena dampak atas ditutupnya Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Baca Juga:  PVMBG: Gunung Agung Dalam Tahap Erupsi, Letusannya Sangat Eksplosif

“Estimasinya, 30 persen penumpang tujuan kembali ke Bali dan sekitar 70 persen penumpang tujuannya untuk meninggalkan Bali,” terangnya.

Untuk itu, pihaknya mengaku sudah menyiapkan berbagai strategi agar para penumpang tersebut bisa tetap menuju tempat yang ingin dituju.

Seperti menyiapkan 10 bandara bagi pesawat yang sudah terlanjur berangkat menuju Bali. Kemudian menyiapkan 100 bus untuk melayani para penumpang yang akan ke luar Bali melalui bandara di Banyuangi, Surabaya, dan Praya Lombok.

“10 bandara yang kami siapkan ketika bencana itu terjadi, yaitu ada di Jakarta, Makasar, Surabaya, Balikpapan, Solo, Ambon, Manado, Praya, Kupang dan Banyuangi,” paparnya. 



RadarBali.com – Menteri Perhubungan Republik Indonesia Budi Karya Sumadi mengunjungi para pengungsi di GOR Swecapura kemarin.

Dalam kunjungannya tersebut, pihaknya menyempatkan diri untuk berkeliling dan membagi-bagikan mainan kepada anak-anak yang ada di pengungsian.

“Kami turut prihatin atas kejadian ini. Mudah-mudahan dampak erupsi sangat minim sekali,” ujar Budi Sumadi.

Adapun untuk membantu para pengungsi dalam untuk bepergian, pihaknya mengungkapkan sudah menyiapkan sebanyak lima unit bus Damri. Untuk saat ini yang sudah datang baru tiga unit saja.

Terkait jika erupsi Gunung Agung benar-benar terjadi dan berdampak pada kegiatan berhentinya layanan penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai, pihaknya memprediksi ada sebanyak 5 ribu penumpang per harinya yang akan terkena dampak atas ditutupnya Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Baca Juga:  Pariwisata Lesu, Pelaku Wisata Kecewa Tiongkok Larang Warganya ke Bali

“Estimasinya, 30 persen penumpang tujuan kembali ke Bali dan sekitar 70 persen penumpang tujuannya untuk meninggalkan Bali,” terangnya.

Untuk itu, pihaknya mengaku sudah menyiapkan berbagai strategi agar para penumpang tersebut bisa tetap menuju tempat yang ingin dituju.

Seperti menyiapkan 10 bandara bagi pesawat yang sudah terlanjur berangkat menuju Bali. Kemudian menyiapkan 100 bus untuk melayani para penumpang yang akan ke luar Bali melalui bandara di Banyuangi, Surabaya, dan Praya Lombok.

“10 bandara yang kami siapkan ketika bencana itu terjadi, yaitu ada di Jakarta, Makasar, Surabaya, Balikpapan, Solo, Ambon, Manado, Praya, Kupang dan Banyuangi,” paparnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/