alexametrics
24.8 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Income Hampir 1/2 Triliun, Tapi Terkuras Untuk Gaji Profesor dan Dosen

SEJAK diungkap ke publik oleh rektor baru, pendapatan atau income kampus Universitas Udayana (Unud) terus jadi sorotan.

 

Sorotan masyarakat itu karena nilai pendapatan kampus negeri terbesar di Bali, itu mencapai hampir setengah triliun.

 

Sayangnya, meski cukup besar, namun pendapatan itu juga terkuras banyak untuk menggaji guru besar dan dosen yang jumlahnya mencapai ribuan.

 

 

- Advertisement -

I WAYAN WIDYANTARA, Denpasar

 

 

 

REKTOR Unud Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara. M. Eng. Beberapa waktu lalu sempat bukan-bukaan soal pemasukan kampus yang dipimpinnya.

 

Guru besar Fakultas Teknik Unud ini juga mengatakan, jika dari sejak 2017, income kampus Unud terus naik.

 

Disebutkan, dari total pendapatan Rp 304 miliar pada 2017, setahun kemudian, pemasukan Unud naik menjadi Rp 409 miliar pada 2018, dan kemudian naik kembali menjadi Rp 428 miliar pada 2019.

 

Bahkan, memasuki situasi pandemi Covid-19, pemasukan Unud juga tak terpengaruh. Dikatakan Prof Antara, pada tahun 2020, income Unud naik kembali menjadi Rp 498 miliar. Dan terbaru atau hingga Agustus 2021, pendapatan Unud senilai Rp 439 miliar.

Baca Juga:  Berbeda dengan Merapi, Tim UGM Akui Sulit Taklukkan Gunung Agung

 

Lebih lanjut, terkait sumber pendapatan, kata Prof Antara, dari hasil verifikasi tahun 2020, pendapatan ratusan miliar itu, berasal dari BLU (Badan Layanan Umum) yang ditargetkan Rp 435 M dan terealisasi Rp. 498 M.

 

Sedangkan, jumlah pendapatan BLU dari pengelolaan aset tercatat, dari target awal Rp 13,5 miliar, Unud mampu merealisasikan menjadi Rp 15 miliar.

 

“Sekarang income-nya Rp 450 milliar yang lebih banyak bersumber dari UKT (Uang Kuliah Tunggal) Mahasiswa.  Tahun depan saya targetkan Rp 600 miliar, selanjutnya Rp800 miliar dan selama tiga tahun target saya minimal income Rp1 triliun,” ungkap Prof Antara bersemangat.

 

Besarnya income yang bersumber dari UKT mahasiswa itu, karena dari data kemahasiswaan, saat ini total mahasiswa Unud mencapai 25.376 orang. 

 

Per tahun, ada mahasiswa baru sebanyak 7500 orang dan yang lulus pertahun mencapai 7000 orang.

 

Sayang, meski nilainya sangat besar, namun income tersebut akhirnya juga terkuras untuk pembiayaan seperti gaji pegawai dan dosen hingga guru besar.

Baca Juga:  Sebelum Tewas Keguguran, Eks Pelajar SMK Diajak Nikah Sang Pacar, tapi

Diketahui, jumlah guru besar di UNUD kini mencapai 158 orang dan Lektor kepala ada sebanyak 44 orang.

 

Sedangkan jumlah dosen di Unud sendiri ada sebanyak 1.589 orang dan pegawai lainnya ada sebanyak 1.703 orang.

 

Sebagai orang nomor satu di Kampus Unud, ia mengaku jika ke depan, pihaknya akan menambah pemasukan atau pundi-pundi kampus Udayana. Namun, Prof Antara memastikan, sumber untuk menaikkan income itu bukan dengan menaikan SPP Mahasiswa.

 

Prof. Antara melihat ada peluang lain. Yakni dari melihat lahan Unud yang masih tersisa 147 Hektar di kampus bukit Jimbaran, Kabupaten Badung.

 

“Target saya tahun depan pemasukan Udayana itu Rp 600 Milliar. Dari mana? Ya dari pemberdayaan aset yang kita kerjasamakan. Memang kita butuh uang banyak, tapi UKT mahasiswa tak boleh naik. Gak favorit lagi itu menambah uang UKT Mahasiswa,” tegasnya.

 

Sehingga, untuk ke depannya, Unud mulai akan memberdayakan aset yang dimiliknya untuk mencari dana dalam pemajuan kampus terbesar di Bali tersebut.

- Advertisement -

SEJAK diungkap ke publik oleh rektor baru, pendapatan atau income kampus Universitas Udayana (Unud) terus jadi sorotan.

 

Sorotan masyarakat itu karena nilai pendapatan kampus negeri terbesar di Bali, itu mencapai hampir setengah triliun.

 

Sayangnya, meski cukup besar, namun pendapatan itu juga terkuras banyak untuk menggaji guru besar dan dosen yang jumlahnya mencapai ribuan.

 

 

I WAYAN WIDYANTARA, Denpasar

 

 

 

REKTOR Unud Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara. M. Eng. Beberapa waktu lalu sempat bukan-bukaan soal pemasukan kampus yang dipimpinnya.

 

Guru besar Fakultas Teknik Unud ini juga mengatakan, jika dari sejak 2017, income kampus Unud terus naik.

 

Disebutkan, dari total pendapatan Rp 304 miliar pada 2017, setahun kemudian, pemasukan Unud naik menjadi Rp 409 miliar pada 2018, dan kemudian naik kembali menjadi Rp 428 miliar pada 2019.

 

Bahkan, memasuki situasi pandemi Covid-19, pemasukan Unud juga tak terpengaruh. Dikatakan Prof Antara, pada tahun 2020, income Unud naik kembali menjadi Rp 498 miliar. Dan terbaru atau hingga Agustus 2021, pendapatan Unud senilai Rp 439 miliar.

Baca Juga:  Jenasah Basis Navicula Dibawa ke Rumah Duka, Pelebon Selasa Lusa

 

Lebih lanjut, terkait sumber pendapatan, kata Prof Antara, dari hasil verifikasi tahun 2020, pendapatan ratusan miliar itu, berasal dari BLU (Badan Layanan Umum) yang ditargetkan Rp 435 M dan terealisasi Rp. 498 M.

 

Sedangkan, jumlah pendapatan BLU dari pengelolaan aset tercatat, dari target awal Rp 13,5 miliar, Unud mampu merealisasikan menjadi Rp 15 miliar.

 

“Sekarang income-nya Rp 450 milliar yang lebih banyak bersumber dari UKT (Uang Kuliah Tunggal) Mahasiswa.  Tahun depan saya targetkan Rp 600 miliar, selanjutnya Rp800 miliar dan selama tiga tahun target saya minimal income Rp1 triliun,” ungkap Prof Antara bersemangat.

 

Besarnya income yang bersumber dari UKT mahasiswa itu, karena dari data kemahasiswaan, saat ini total mahasiswa Unud mencapai 25.376 orang. 

 

Per tahun, ada mahasiswa baru sebanyak 7500 orang dan yang lulus pertahun mencapai 7000 orang.

 

Sayang, meski nilainya sangat besar, namun income tersebut akhirnya juga terkuras untuk pembiayaan seperti gaji pegawai dan dosen hingga guru besar.

Baca Juga:  Berbeda dengan Merapi, Tim UGM Akui Sulit Taklukkan Gunung Agung

Diketahui, jumlah guru besar di UNUD kini mencapai 158 orang dan Lektor kepala ada sebanyak 44 orang.

 

Sedangkan jumlah dosen di Unud sendiri ada sebanyak 1.589 orang dan pegawai lainnya ada sebanyak 1.703 orang.

 

Sebagai orang nomor satu di Kampus Unud, ia mengaku jika ke depan, pihaknya akan menambah pemasukan atau pundi-pundi kampus Udayana. Namun, Prof Antara memastikan, sumber untuk menaikkan income itu bukan dengan menaikan SPP Mahasiswa.

 

Prof. Antara melihat ada peluang lain. Yakni dari melihat lahan Unud yang masih tersisa 147 Hektar di kampus bukit Jimbaran, Kabupaten Badung.

 

“Target saya tahun depan pemasukan Udayana itu Rp 600 Milliar. Dari mana? Ya dari pemberdayaan aset yang kita kerjasamakan. Memang kita butuh uang banyak, tapi UKT mahasiswa tak boleh naik. Gak favorit lagi itu menambah uang UKT Mahasiswa,” tegasnya.

 

Sehingga, untuk ke depannya, Unud mulai akan memberdayakan aset yang dimiliknya untuk mencari dana dalam pemajuan kampus terbesar di Bali tersebut.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/