alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

Terdampak Covid-19, Warga di Klungkung Mengais Rezeki di Tempat Sampah

SEMARAPURA – Tumpukan sampah di TPA Sente, Kecamatan Dawan tidak hanya menjadi masalah, namun juga dapat menjadi berkah. Terutama di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini. 

Sebab tumpukan sampah di TPA itu, kini menjadi penopang hidup sejumlah warga yang pendapatannya menurun akibat terkena dampak wabah virus korona.

Seperti yang dirasakan Wayan Kerni warga Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung. Ditemui di TPA Sente saat memulung beberapa waktu lalu, Kerni mengungkapkan pandemi Covid-19 memberikan dampak luar biasa bagi perekonomian keluarganya. 

Dua anaknya yang bekerja di sektor pariwisata sudah beberapa bulan terakhir jarang masuk kerja karena tempat kerja anaknya sepi tamu. 

“Otomatis gaji anak saya juga turun. Tetapi tetap harus disyukuri karena masih bisa bekerja karena ada orang yang di PHK,“ ujarnya.

Baca Juga:  Konyol, Petugas Rapid dan Swab di Gilimanuk Ternyata Tak Bersertifikat

Tidak hanya kedua anaknya, ia dan suami yang bekerja sebagai buruh bangunan pun tidak luput dari dampak pandemi Covid-19. Menurutnya sejak adanya wabah itu, permintaan atas jasanya tidak terlalu banyak. Sehingga ia dan suami kerap tidak bekerja. 

“Sekarang lagi sepi yang membangun. Saya jadinya sering libur,” katanya.

Selama tidak mendapat pekerjaan, ia mengaku banyak menghabiskan waktunya di TPA Sente untuk memulung. Selain mencari barang bekas yang bisa dijual kepada pengepul barang bekas. Di tempat itu, ia juga dapat mencari pakan ternak. Sayur dan buah-buahan yang dibuang pedagang pasar menurutnya dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak babinya. 

“Selain bisa dapat uang dari hasil menjual barang rongsokan, saya juga tidak perlu membeli makanan ternak. Sehingga dapat menambah penghasilan dan juga mengirit pengeluaran,” terangnya.

Baca Juga:  TPA Sente Overload, Klungkung Bikin TPA Baru

Dari menjual barang bekas, Kerni bisa mendapatkan uang sekitar Rp 10 ribu — Rp 20 ribu per harinya. Sementara dengan mencari makanan sisa itu, ia bisa menghemat sekitar Rp 20 ribu per hari. Sebab untuk memberi makan 4 ekor babi peliharaannya, ia membutuhkan sekitar 4-5 plastik besar makanan sisa yang harganya Rp 5 ribu per plastiknya. 

“Walau tidak banyak, setidaknya masih bisa berpenghasilan. Dengan kondisi saat ini, sulit untuk bisa mendapatkan pekerjaan. Banyak yang di PHK dan dirumahkan. Jadi harus disyukuri. Semoga wabah ini cepat berlalu,” tandasnya.



SEMARAPURA – Tumpukan sampah di TPA Sente, Kecamatan Dawan tidak hanya menjadi masalah, namun juga dapat menjadi berkah. Terutama di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini. 

Sebab tumpukan sampah di TPA itu, kini menjadi penopang hidup sejumlah warga yang pendapatannya menurun akibat terkena dampak wabah virus korona.

Seperti yang dirasakan Wayan Kerni warga Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung. Ditemui di TPA Sente saat memulung beberapa waktu lalu, Kerni mengungkapkan pandemi Covid-19 memberikan dampak luar biasa bagi perekonomian keluarganya. 

Dua anaknya yang bekerja di sektor pariwisata sudah beberapa bulan terakhir jarang masuk kerja karena tempat kerja anaknya sepi tamu. 

“Otomatis gaji anak saya juga turun. Tetapi tetap harus disyukuri karena masih bisa bekerja karena ada orang yang di PHK,“ ujarnya.

Baca Juga:  Perajin Tenun Sutra di Desa Pering Bertahan saat Pandemi, Ini Kiatnya

Tidak hanya kedua anaknya, ia dan suami yang bekerja sebagai buruh bangunan pun tidak luput dari dampak pandemi Covid-19. Menurutnya sejak adanya wabah itu, permintaan atas jasanya tidak terlalu banyak. Sehingga ia dan suami kerap tidak bekerja. 

“Sekarang lagi sepi yang membangun. Saya jadinya sering libur,” katanya.

Selama tidak mendapat pekerjaan, ia mengaku banyak menghabiskan waktunya di TPA Sente untuk memulung. Selain mencari barang bekas yang bisa dijual kepada pengepul barang bekas. Di tempat itu, ia juga dapat mencari pakan ternak. Sayur dan buah-buahan yang dibuang pedagang pasar menurutnya dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak babinya. 

“Selain bisa dapat uang dari hasil menjual barang rongsokan, saya juga tidak perlu membeli makanan ternak. Sehingga dapat menambah penghasilan dan juga mengirit pengeluaran,” terangnya.

Baca Juga:  Hobi Tak Pakai Baju Di Kuburan, Bikin Takut, Pemuda Diamankan

Dari menjual barang bekas, Kerni bisa mendapatkan uang sekitar Rp 10 ribu — Rp 20 ribu per harinya. Sementara dengan mencari makanan sisa itu, ia bisa menghemat sekitar Rp 20 ribu per hari. Sebab untuk memberi makan 4 ekor babi peliharaannya, ia membutuhkan sekitar 4-5 plastik besar makanan sisa yang harganya Rp 5 ribu per plastiknya. 

“Walau tidak banyak, setidaknya masih bisa berpenghasilan. Dengan kondisi saat ini, sulit untuk bisa mendapatkan pekerjaan. Banyak yang di PHK dan dirumahkan. Jadi harus disyukuri. Semoga wabah ini cepat berlalu,” tandasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/