alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, August 20, 2022

Duh, Baru Setahun, Jalan Hotmix Mengelupas

RadarBali.com – Ruas jalan kabupaten yang ada di Desa Sumberklampok, mengelupas. Padahal jalan tersebut baru saja usai direhabilitasi pada tahun 2017 lalu.

Jalan sengaja diaspal dengan kualitas hotmix, agar umat yang hendak tangkil ke Pura Segara Rupek lebih dimudahkan. Sayangnya, baru setahun aspal sudah mengelupas.

Jalan mulai mengelupas pada Jumat (24/11) pekan lalu. Diduga aspal mengelupas gara-gara terendam air bah yang mengalir saat itu.

Kebetulan sebelum aspal ditemukan mengelupas, hujan lebat sempat mengguyur kawasan Desa Sumberklampok dan mengakibatkan genangan di ruas jalan tersebut.

Perbekel Sumberklampok Wayan Sawitrayasa mengatakan, ruas jalan tersebut sebenarnya memilik panjang 2,5 kilometer. Sejak pekan lalu, jalan mendadak tergerus sepanjang 70 meter.

Baca Juga:  Dua Kali Pungli, Oknum PNS di Klungkung Cuma Disanksi Demosi

Menurut Sawitra, sebelum aspal jalan mengelupas, di wilayahnya sempat hujan lebat. Aliran air dari selokan di tepi Jalan Raya Singaraja-Gilimanuk kemudian mengalir ke arah Pura Segara Rupek.

Sayangnya selokan di jalan menuju Pura Segara Rupek sempit, sehingga air cepat meluap dan meluber ke jalan raya.

Parahnya lagi selokan terhalang bekas pondasi pos penjagaan menuju Taman Nasional Bali Barat (TNBB). Tak pelak air tersumbat dan mengalir ke jalan. Dampaknya air merendam aspal yang baru dikerjakan.

“Kemungkinan air yang meluap ini menggerus jalan sampai aspalnya mengelupas. Memang selokan di jalan menuju pura itu sempit dan terhalang bekas pondasi,” kata Sawitra kemarin.

Sawitra mengaku sudah melaporkan hal itu pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Buleleng. Harapannya, pemerintah bisa segera memperbaiki jalan tersebut.

Baca Juga:  JANGGAL! Tak Tampak Aksara Bali Pada Tapal Batas Klungkung-Gianyar

Apalagi banyak pamedek yang tangkil melalui jalan tersebut. Apabila dibiarkan, dikhawatirkan kerusakan makin parah.

Pihak desa berencana melakukan kerja bakti pada ruas jalan tersebut, agar aliran air menjadi lancar.

“Kami bersama warga akan bongkar bekas pondasinya, biar aliran airnya tidak terhalang. Mudah-mudahan tidak semakin parah kerusakannya,” imbuh Sawitra.



RadarBali.com – Ruas jalan kabupaten yang ada di Desa Sumberklampok, mengelupas. Padahal jalan tersebut baru saja usai direhabilitasi pada tahun 2017 lalu.

Jalan sengaja diaspal dengan kualitas hotmix, agar umat yang hendak tangkil ke Pura Segara Rupek lebih dimudahkan. Sayangnya, baru setahun aspal sudah mengelupas.

Jalan mulai mengelupas pada Jumat (24/11) pekan lalu. Diduga aspal mengelupas gara-gara terendam air bah yang mengalir saat itu.

Kebetulan sebelum aspal ditemukan mengelupas, hujan lebat sempat mengguyur kawasan Desa Sumberklampok dan mengakibatkan genangan di ruas jalan tersebut.

Perbekel Sumberklampok Wayan Sawitrayasa mengatakan, ruas jalan tersebut sebenarnya memilik panjang 2,5 kilometer. Sejak pekan lalu, jalan mendadak tergerus sepanjang 70 meter.

Baca Juga:  Hujan Dua Hari Picu Longsor, Ratusan Warga Yehembeng Kauh Terisolir

Menurut Sawitra, sebelum aspal jalan mengelupas, di wilayahnya sempat hujan lebat. Aliran air dari selokan di tepi Jalan Raya Singaraja-Gilimanuk kemudian mengalir ke arah Pura Segara Rupek.

Sayangnya selokan di jalan menuju Pura Segara Rupek sempit, sehingga air cepat meluap dan meluber ke jalan raya.

Parahnya lagi selokan terhalang bekas pondasi pos penjagaan menuju Taman Nasional Bali Barat (TNBB). Tak pelak air tersumbat dan mengalir ke jalan. Dampaknya air merendam aspal yang baru dikerjakan.

“Kemungkinan air yang meluap ini menggerus jalan sampai aspalnya mengelupas. Memang selokan di jalan menuju pura itu sempit dan terhalang bekas pondasi,” kata Sawitra kemarin.

Sawitra mengaku sudah melaporkan hal itu pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Buleleng. Harapannya, pemerintah bisa segera memperbaiki jalan tersebut.

Baca Juga:  HIV di Buleleng Kian Mengkhawatirkan,Total Penderita Tembus 3.142 Jiwa

Apalagi banyak pamedek yang tangkil melalui jalan tersebut. Apabila dibiarkan, dikhawatirkan kerusakan makin parah.

Pihak desa berencana melakukan kerja bakti pada ruas jalan tersebut, agar aliran air menjadi lancar.

“Kami bersama warga akan bongkar bekas pondasinya, biar aliran airnya tidak terhalang. Mudah-mudahan tidak semakin parah kerusakannya,” imbuh Sawitra.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/