alexametrics
28.8 C
Denpasar
Friday, July 1, 2022

Diterjang Hujan Lebat & Angin Kencang, Bale Sekulu Roboh

TABANAN– Bencana alam terus mengintai sejumlah wilayah di Tabanan. Usai beberapa waktu lalu Kantor Gedung LPSE Pemkab Tabanan yang roboh diterjang hujan lebat dan angin kencang. Kini giliran sebuah rumah adat atau bale Sekulu milik warga di Banjar Dinas Tingkih Kerep, Desa Tengkudak, Penebel yang roboh akibat hujan lebat dan tiupan angin kencang. 

 

Kendati tidak ada korban jiwa dari kejadian tersebut, namun pemilik I Ketut Darsana menderita kerugian puluhan juta rupiah.

Menurut Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu Nyoman Subagia, robohnya bale sekulu milik korban terjadi Sabtu (27/11). Namun pemilik rumah baru melapor agar mendapat bantuan dan penanganan dari pemerintah.  

 

Dari keterangan korban kejadiannya begitu cepat pada Sabtu sore sekitar pukul 15.30 WITA. Korban memang sedang berada di luar rumah. Tiba-tiba mendengar atap rumah yang tertiup angin.

 

“Korban mendengar suara bangunan yang roboh. Setelah korban tengok keluar sudah melihat bangunan bale sekulu roboh,” kata Kasubag Humas Polres Tabanan dikonfirmasi, Minggu (28/11).

 

Korban juga mengaku bale sekulu yang roboh biasanya sebagai tempat tidur korban. Namun kondisinya sudah tua.

Lantaran kondisi bangunan rumahnya yang roboh, korban terpaksa mengungsi sementara tidur di rumah keluarga. Sembari menunggu proses perbaikan dan bantuan pemerintah.  

 

Sementara dari laporan bhabinkamtibmas Desa Tengkudak, Penebel di lapangan yang ikut membantu membersihkan puing-puing bangunan bale sekulu.

 

Robohnya bale sekulu gede karena kondisi bangunan yang tua. Beberapa tiang penyangga bangunan gede kondisi lapuk, termasuk atap. Sehingga tak kuat menahan terpaan angin.

“Atas kejadian ini pemilik sudah diminta untuk mendata kerugian dan melapor agar segera mendapat bantuan dari pemerintah daerah,” tandasnya. 



TABANAN– Bencana alam terus mengintai sejumlah wilayah di Tabanan. Usai beberapa waktu lalu Kantor Gedung LPSE Pemkab Tabanan yang roboh diterjang hujan lebat dan angin kencang. Kini giliran sebuah rumah adat atau bale Sekulu milik warga di Banjar Dinas Tingkih Kerep, Desa Tengkudak, Penebel yang roboh akibat hujan lebat dan tiupan angin kencang. 

 

Kendati tidak ada korban jiwa dari kejadian tersebut, namun pemilik I Ketut Darsana menderita kerugian puluhan juta rupiah.

Menurut Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu Nyoman Subagia, robohnya bale sekulu milik korban terjadi Sabtu (27/11). Namun pemilik rumah baru melapor agar mendapat bantuan dan penanganan dari pemerintah.  

 

Dari keterangan korban kejadiannya begitu cepat pada Sabtu sore sekitar pukul 15.30 WITA. Korban memang sedang berada di luar rumah. Tiba-tiba mendengar atap rumah yang tertiup angin.

 

“Korban mendengar suara bangunan yang roboh. Setelah korban tengok keluar sudah melihat bangunan bale sekulu roboh,” kata Kasubag Humas Polres Tabanan dikonfirmasi, Minggu (28/11).

 

Korban juga mengaku bale sekulu yang roboh biasanya sebagai tempat tidur korban. Namun kondisinya sudah tua.

Lantaran kondisi bangunan rumahnya yang roboh, korban terpaksa mengungsi sementara tidur di rumah keluarga. Sembari menunggu proses perbaikan dan bantuan pemerintah.  

 

Sementara dari laporan bhabinkamtibmas Desa Tengkudak, Penebel di lapangan yang ikut membantu membersihkan puing-puing bangunan bale sekulu.

 

Robohnya bale sekulu gede karena kondisi bangunan yang tua. Beberapa tiang penyangga bangunan gede kondisi lapuk, termasuk atap. Sehingga tak kuat menahan terpaan angin.

“Atas kejadian ini pemilik sudah diminta untuk mendata kerugian dan melapor agar segera mendapat bantuan dari pemerintah daerah,” tandasnya. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/