alexametrics
28.7 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Galian C di Nusa Penida Jadi Sorotan

SEMARAPURA – Keindahan alam menjadi daya tarik wisatawan saat berkunjung ke Kecamatan Nusa Penida. Namun, aktivitas galian C di sejumlah titik di pulau yang memiliki julukan Telur Emas Pulau Bali itu acap menggangu pemandangan wisatawan.

Hal itu pun mendapat sorotan dari anggota DPRD Klungkung, I Made Jana. Dijelaskan Jana, izin galian C tidak lagi menjadi wewenang pemerintah kabupaten, melainkan kini jadi wewenang provinsi.

Oleh Pemprov Bali, diungkapkannya telah dikeluarkan izin galian C di wilayah Kecamatan Nusa Penida. Meski saat ini izin tersebut sudah tidak belaku lagi. Namun aktivitas penggalian masih tetap berlangsung.

“Kita kecolongan besar,” ungkapnya.

Menurutnya, jika hal itu dibiarkan terus menerus, maka Nusa Penida akan penuh dengan bekas galian. Di mana hal itu akan merusak keindahan alam Nusa Penida yang selama ini menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung.

Baca Juga:  Kalah Cepat dari Speed Boat, KMP Nusa Jaya Abadi Terus Merugi

“Kalau ini dibiarkan terus-menerus, maka Nusa Penida sebentar lagi akan bopeng-bopeng. Dan tidak ada lagi Nusa Penida yang seksi, alami, natural dan hijau,” bebernya.

Adanya aktivitas galian C di Nusa Penida juga dilihat Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta. Hanya saja berkaitan dengan perizinannya, pihaknya mengaku perlu mengeceknya terlebih dahulu. Namun dikatakannya, ketegasan masing-masing desa dinas, dan desa adat menjadi kunci penanganan galian C ilegal yang berlarut-larut. 

“Maka itu, untuk membuat perhatian perbekel lebih serius, kami akan memberikan pembekalan kepada perbekel bagaimana mengelola pemerintah desa yang benar. Termasuk mengambil sikap. Sebab ada perbekel-perbekel tidak sadar tentang tugasnya,” tandasnya. 

- Advertisement -

- Advertisement -

SEMARAPURA – Keindahan alam menjadi daya tarik wisatawan saat berkunjung ke Kecamatan Nusa Penida. Namun, aktivitas galian C di sejumlah titik di pulau yang memiliki julukan Telur Emas Pulau Bali itu acap menggangu pemandangan wisatawan.

Hal itu pun mendapat sorotan dari anggota DPRD Klungkung, I Made Jana. Dijelaskan Jana, izin galian C tidak lagi menjadi wewenang pemerintah kabupaten, melainkan kini jadi wewenang provinsi.

Oleh Pemprov Bali, diungkapkannya telah dikeluarkan izin galian C di wilayah Kecamatan Nusa Penida. Meski saat ini izin tersebut sudah tidak belaku lagi. Namun aktivitas penggalian masih tetap berlangsung.


“Kita kecolongan besar,” ungkapnya.

Menurutnya, jika hal itu dibiarkan terus menerus, maka Nusa Penida akan penuh dengan bekas galian. Di mana hal itu akan merusak keindahan alam Nusa Penida yang selama ini menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung.

Baca Juga:  Gelar Aksi Sosial, Sudirta Door to Door Bantu Warga Difabel Klungklung

“Kalau ini dibiarkan terus-menerus, maka Nusa Penida sebentar lagi akan bopeng-bopeng. Dan tidak ada lagi Nusa Penida yang seksi, alami, natural dan hijau,” bebernya.

Adanya aktivitas galian C di Nusa Penida juga dilihat Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta. Hanya saja berkaitan dengan perizinannya, pihaknya mengaku perlu mengeceknya terlebih dahulu. Namun dikatakannya, ketegasan masing-masing desa dinas, dan desa adat menjadi kunci penanganan galian C ilegal yang berlarut-larut. 

“Maka itu, untuk membuat perhatian perbekel lebih serius, kami akan memberikan pembekalan kepada perbekel bagaimana mengelola pemerintah desa yang benar. Termasuk mengambil sikap. Sebab ada perbekel-perbekel tidak sadar tentang tugasnya,” tandasnya. 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/