alexametrics
28.7 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Cari Rumput Sambil Berburu, Doorrrrr, Bocah SD Tumbang Bersimbah Darah

BANGLI – Kasus tembakan senapan angin untuk berburu binatang yang menyalak dan mengenai korban manusia kembali terulang.

Kali ini, akibat kecerobohan si pemilik, senapan angin itu meletus dan mengenai pelipis seorang bocah bernama I Made Dwiguna Ariasa, 9.

Karena lukanya cukup berat, pelajar Sekolah Dasar (SD) asal Banjar Yeh Mampeh, Desa Batur Selatan Kecamatan Kintamani Bangli itu dirujuk ke RS Sanglah Denpasar.

Menurut Kasubag Humas Polres Gianyar AKP Sulhadi, kejadian letusan peluru mengenai pelipis bocah itu berawal ketika si bocah ini pergi ke kebun bersama kakaknya, I Wayan Suardika, 15.

“Mereka berniat menyabit rumput untuk pakan ternak. Sambil menyabit rumput, mereka ini juga membawa senapan sekalian mau berburu,” ujar AKP Sulhadi kemarin (28/12).

Baca Juga:  Penggunaan QR Code PeduliLindungi Belum Maksimal karena Gaptek

Sesampai di kebun, senapan angin milik orang tuanya itu diletakkan begitu saja di tanah. Kebetulan saat diletakkan di tanah, senapan itu masih ada peluru.

Bahkan, diduga kuat sudah dalam keadaan terpompa. Kedua anak itu menyabit rumput. Tak berselang lama, rumput yang terkumpul langsung dimasukkan ke keranjang dan dinaikkan ke atas sepeda motor.

Pukul 16.30, setelah selesai menyabit rumput selanjutnya korban, Made Dwiguna tak sabaran untuk mengambil senapan angin dengan tujuan segera berburu.

Tanpa diduga, Made Dwiguna ini salah mengambil gagang senapan. Akhirnya, senapan itu meletus sendiri dan langsung mengenai pelipis kirinya.

 “Korban (Made Dwiguna, red) segera dibawa ke Puskesmas Kintamani 1,” ujarnya. Ternyata pihak Puskesmas angkat tangan menangani kasus peluru itu sehingga Made Dwiguna harus dilarikan ke RS Bangli.

Baca Juga:  PTM Disetop, Banyak Siswa di Badung Kecele dan Pulang Cepat

“Karena peluru masih bersarang di dalam pelipis, kemudian korban dirujuk ke rumah sakit Sanglah Denpasar untuk dilakukan operasi pengangkatan peluru,” terang Sulhadi.

Mengenai perkembangan kasus itu, pihak kepolisian telah mengumpulkan keterangan beberapa saksi dan bukti di lokasi kejadian terkait kasus itu. “Kasus ini musibah,” tukasnya.



BANGLI – Kasus tembakan senapan angin untuk berburu binatang yang menyalak dan mengenai korban manusia kembali terulang.

Kali ini, akibat kecerobohan si pemilik, senapan angin itu meletus dan mengenai pelipis seorang bocah bernama I Made Dwiguna Ariasa, 9.

Karena lukanya cukup berat, pelajar Sekolah Dasar (SD) asal Banjar Yeh Mampeh, Desa Batur Selatan Kecamatan Kintamani Bangli itu dirujuk ke RS Sanglah Denpasar.

Menurut Kasubag Humas Polres Gianyar AKP Sulhadi, kejadian letusan peluru mengenai pelipis bocah itu berawal ketika si bocah ini pergi ke kebun bersama kakaknya, I Wayan Suardika, 15.

“Mereka berniat menyabit rumput untuk pakan ternak. Sambil menyabit rumput, mereka ini juga membawa senapan sekalian mau berburu,” ujar AKP Sulhadi kemarin (28/12).

Baca Juga:  Pulang Kerja, Adu Jangkrik, Beringin Kelenger

Sesampai di kebun, senapan angin milik orang tuanya itu diletakkan begitu saja di tanah. Kebetulan saat diletakkan di tanah, senapan itu masih ada peluru.

Bahkan, diduga kuat sudah dalam keadaan terpompa. Kedua anak itu menyabit rumput. Tak berselang lama, rumput yang terkumpul langsung dimasukkan ke keranjang dan dinaikkan ke atas sepeda motor.

Pukul 16.30, setelah selesai menyabit rumput selanjutnya korban, Made Dwiguna tak sabaran untuk mengambil senapan angin dengan tujuan segera berburu.

Tanpa diduga, Made Dwiguna ini salah mengambil gagang senapan. Akhirnya, senapan itu meletus sendiri dan langsung mengenai pelipis kirinya.

 “Korban (Made Dwiguna, red) segera dibawa ke Puskesmas Kintamani 1,” ujarnya. Ternyata pihak Puskesmas angkat tangan menangani kasus peluru itu sehingga Made Dwiguna harus dilarikan ke RS Bangli.

Baca Juga:  Polres Jembrana Bekuk 8 Komplotan Pengedar dan Pembuat ‚ÄúDodol Ganja"

“Karena peluru masih bersarang di dalam pelipis, kemudian korban dirujuk ke rumah sakit Sanglah Denpasar untuk dilakukan operasi pengangkatan peluru,” terang Sulhadi.

Mengenai perkembangan kasus itu, pihak kepolisian telah mengumpulkan keterangan beberapa saksi dan bukti di lokasi kejadian terkait kasus itu. “Kasus ini musibah,” tukasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/