alexametrics
23.7 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

WASPADA! Kasus Gigitan Anjing di Karangasem Meningkat

 

AMLAPURA- Kasus gigitan biasa dari anjing kepada orang di wilayah Karangasem mengalami peningkatan. Dari catatan Dinas Pertanian, terdapat 13 kasus gigitan anjing per hari yang terjadi di Karangasem.

 

Kabid Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Karangasem, I Made Ari Susanta menyebut dengan lahirnya Peraturan Desa nomor 5 tentang tata cara pemeliharaan anjing dan kucing di Desa Purwakerthi, Kecamatan Abang merupakan satu titik terang terhadap pemberdayaan masyarakat.

 

Ari mengungkapkan bahwa hal ini menjadi gayung bersambut. Karena selama ini, Pemkab Karangasem melalui Dinas Pertanian dan Dinas Kesehatan berupaya melakukan penanganan secara teknis. “Sejauh ini kasus gigitan anjing rabies di Karangasem ini masih ada. Sepanjang 2021 ada 49 kasus gigitan anjing rabies positif,” ujarnya ditemui Selasa (28/12).

 

- Advertisement -

Penanganan kasus gigitan ditangani oleh Dinas Kesehatan. Kedua Dinas ini ini menjalin komunikasi aktif ketika ada susati kasus gigitan.

Baca Juga:  2021, Ini Desa di Klungkung yang Muncul Kasus Gigitan Anjing Rabies

 

“Korban ini bisa kemana saja bisa ke Puskesmas bisa ke Kesehatan Hewan. Ketika salah satu dihubungi untuk VAR, dinas kesehatan akan menginformasikan untuk kesehatan hewan untuk penanganan anjingnya. Jadi status anjingnya jelas apakah terindikasi rabies atau tidak. Jadi jelas penanganannya apakah perlu VAR lengkap atau hanya VAR pertama saja,” kata Ari.

 

Disinggung wilayah zona merah rabies di Karangasem, Ari menyebut kasus gigitan anjing rabies terakhir terjadi di Wilayah Nongan, Kecamatan Rendang. “Yang paling intens kami tangani di Kecamatan Bebandem. Masih ada kasus aktif berulang. Artinya dari segi hewannya masih aktif berulang. Kami perlu konsentrasi di sana,” imbuhnya.

 

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Karangasem, Ni Made Dwindahari menyebut, ada peningkatan kasus gigitan anjing di Karangasem. Dari data yang dimiliki, untuk tahun 2020 lalu, kasus gigitan anjing per hari mencapai 10 kasus, dan di tahun 2021 meningkat menjadi 13 kasus gigitan per hari. “Itu gigitan anjing biasa ya,” kata Dwindahari.

Baca Juga:  Covid di Madura Melonjak, Satgas Perketat Pelabuhan Rakyat di Buleleng

 

Ari Susanta menambahkan, pihaknya telah melakukan uji coba pemberian vaksin awalan untuk anjing yang dilakukan di wilayah Nongan, Kecamatan Rendang. Uji coba tersebut berbentuk uji coba pemberian umpan anjing yang nantinya akan diterapkan kalau sudah ada vaksin rabies oral. “Itu belum vaksin oral, baru vaksin awalan. Untuk sekarang baru uji coba penerapan umpan saja. Yang mana disenangi oleh anjing lokal kita. Kalau sudah fix ketika sudah ada vaksin rabies itulah nanti dipakai untuk vaksinasi oral. Ini berlaku untuk semua anjing,” tandasnya.

- Advertisement -

 

AMLAPURA- Kasus gigitan biasa dari anjing kepada orang di wilayah Karangasem mengalami peningkatan. Dari catatan Dinas Pertanian, terdapat 13 kasus gigitan anjing per hari yang terjadi di Karangasem.

 

Kabid Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Karangasem, I Made Ari Susanta menyebut dengan lahirnya Peraturan Desa nomor 5 tentang tata cara pemeliharaan anjing dan kucing di Desa Purwakerthi, Kecamatan Abang merupakan satu titik terang terhadap pemberdayaan masyarakat.

 

Ari mengungkapkan bahwa hal ini menjadi gayung bersambut. Karena selama ini, Pemkab Karangasem melalui Dinas Pertanian dan Dinas Kesehatan berupaya melakukan penanganan secara teknis. “Sejauh ini kasus gigitan anjing rabies di Karangasem ini masih ada. Sepanjang 2021 ada 49 kasus gigitan anjing rabies positif,” ujarnya ditemui Selasa (28/12).

 

Penanganan kasus gigitan ditangani oleh Dinas Kesehatan. Kedua Dinas ini ini menjalin komunikasi aktif ketika ada susati kasus gigitan.

Baca Juga:  Longsor di Tabanan Masif, BPBD Imbau Warga Perumahan Mengungsi

 

“Korban ini bisa kemana saja bisa ke Puskesmas bisa ke Kesehatan Hewan. Ketika salah satu dihubungi untuk VAR, dinas kesehatan akan menginformasikan untuk kesehatan hewan untuk penanganan anjingnya. Jadi status anjingnya jelas apakah terindikasi rabies atau tidak. Jadi jelas penanganannya apakah perlu VAR lengkap atau hanya VAR pertama saja,” kata Ari.

 

Disinggung wilayah zona merah rabies di Karangasem, Ari menyebut kasus gigitan anjing rabies terakhir terjadi di Wilayah Nongan, Kecamatan Rendang. “Yang paling intens kami tangani di Kecamatan Bebandem. Masih ada kasus aktif berulang. Artinya dari segi hewannya masih aktif berulang. Kami perlu konsentrasi di sana,” imbuhnya.

 

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Karangasem, Ni Made Dwindahari menyebut, ada peningkatan kasus gigitan anjing di Karangasem. Dari data yang dimiliki, untuk tahun 2020 lalu, kasus gigitan anjing per hari mencapai 10 kasus, dan di tahun 2021 meningkat menjadi 13 kasus gigitan per hari. “Itu gigitan anjing biasa ya,” kata Dwindahari.

Baca Juga:  Tiga Korban Gigitan Terus Diawasi, Dinkes Berikan Serum Anti Rabies

 

Ari Susanta menambahkan, pihaknya telah melakukan uji coba pemberian vaksin awalan untuk anjing yang dilakukan di wilayah Nongan, Kecamatan Rendang. Uji coba tersebut berbentuk uji coba pemberian umpan anjing yang nantinya akan diterapkan kalau sudah ada vaksin rabies oral. “Itu belum vaksin oral, baru vaksin awalan. Untuk sekarang baru uji coba penerapan umpan saja. Yang mana disenangi oleh anjing lokal kita. Kalau sudah fix ketika sudah ada vaksin rabies itulah nanti dipakai untuk vaksinasi oral. Ini berlaku untuk semua anjing,” tandasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/