alexametrics
27.6 C
Denpasar
Thursday, July 7, 2022

Warga Kampung Gelgel Buang Limbah Wantek ke Sungai

KLUNGKUNG – Krama Subak Kacang Dawa dan krama Banjar Minggir, Desa Gelgel mengeluhkan adanya aliran limbah wantek yang dibuang oleh warga Kampung Gelgel. Limbah wantek kain yang dibuang tersebut mengakibatkan warna air hijau kebiruan. Padahal sungai Subak Kacang itu merupakan aliran sungai produktif sebagai sumber air untuk warga setempat.

 

Terkait hal ini, Perbekel Desa Gelgel, I Wayan Sudiantara membenarkan ada warganya yang mengeluhkan hal tindakan pelaku usaha rumahan yang membuang limbah wantek ke sungai. Kondisi ini berakibat pada kebutuhan warga akan air jadi terganggu.

 

“Karena posisi warga saya ini ada di hilir. Setelah ada keluhan saya langsung melakukan koordinasi dengan Perbekel Kampung Gelgel. Karena limbahnya dari rumah salah satu warga setempat,” ujarnya dikonfirmasi, Jumat (29/1).

 

Warga Subak Kacang Dawa dan warga Banjar Minggir sangat bergantung dari air sungai tersebut. Terutama untuk kebutuhan sehari-hari. Misalnya untuk irigasi, mandi, dan memberikan minum ternak.

 

“Krama subaknya yang paling terdampak, karena untuk kebutuhan irigasi dan untuk minum ternak,” jelasnya.

 

Setelah melakukan koordinasi dengan Perbekel Kampung Gelgel, pihak Kampung Gelgel sudah menyelesaikan langsung permasalahan warganya.

 

“Ya sudah diselesaikan di internal kampung Gelgel. Pelaku usaha juga sudah dipanggil. Kalau lebih jelasnya silakan hubungi Perbekel Kampung Gelgel,” kata Sudiantara.

 

Disinggung apakah kondisi ini sudah berlangsung lama, dia membenarkan. Hanya saja, laporan yang warga yang diterima baru kali ini. “Saya berharap tidak ada lagi kejadian ini,” tukasnya.

 



KLUNGKUNG – Krama Subak Kacang Dawa dan krama Banjar Minggir, Desa Gelgel mengeluhkan adanya aliran limbah wantek yang dibuang oleh warga Kampung Gelgel. Limbah wantek kain yang dibuang tersebut mengakibatkan warna air hijau kebiruan. Padahal sungai Subak Kacang itu merupakan aliran sungai produktif sebagai sumber air untuk warga setempat.

 

Terkait hal ini, Perbekel Desa Gelgel, I Wayan Sudiantara membenarkan ada warganya yang mengeluhkan hal tindakan pelaku usaha rumahan yang membuang limbah wantek ke sungai. Kondisi ini berakibat pada kebutuhan warga akan air jadi terganggu.

 

“Karena posisi warga saya ini ada di hilir. Setelah ada keluhan saya langsung melakukan koordinasi dengan Perbekel Kampung Gelgel. Karena limbahnya dari rumah salah satu warga setempat,” ujarnya dikonfirmasi, Jumat (29/1).

 

Warga Subak Kacang Dawa dan warga Banjar Minggir sangat bergantung dari air sungai tersebut. Terutama untuk kebutuhan sehari-hari. Misalnya untuk irigasi, mandi, dan memberikan minum ternak.

 

“Krama subaknya yang paling terdampak, karena untuk kebutuhan irigasi dan untuk minum ternak,” jelasnya.

 

Setelah melakukan koordinasi dengan Perbekel Kampung Gelgel, pihak Kampung Gelgel sudah menyelesaikan langsung permasalahan warganya.

 

“Ya sudah diselesaikan di internal kampung Gelgel. Pelaku usaha juga sudah dipanggil. Kalau lebih jelasnya silakan hubungi Perbekel Kampung Gelgel,” kata Sudiantara.

 

Disinggung apakah kondisi ini sudah berlangsung lama, dia membenarkan. Hanya saja, laporan yang warga yang diterima baru kali ini. “Saya berharap tidak ada lagi kejadian ini,” tukasnya.

 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/