alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, May 25, 2022

Banyak Sampah Celana Dibuang ke Sungai, Ini Kata Wamen LHK

DENPASAR- Pemerintah sedang gencar menata Hutan Mangrove untuk persiapan acara G 20 Oktober mendatang.

Bertepatan dengan hari suci Tumpek Uye dan guna mempersiapkan serta menyambut momentum Presidensi G20 Tahun 2022 yang diselenggarakan di Bali, kini dilaksanakan Aksi Bersih Hutan Mangrove di kawasan Estuary Dam Suwung, Pemogan, Denpasar Selatan, pada Sabtu (29/01) pagi.

Menariknya, saat aksi bersih-bersih di area Hutan mangrove kemarin banyak ditemukan sampah, bahkan ada banyak sampah celana panjang dibuang ke sungai. 

Hal itu diungkapkan oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan, Alue Dohong saat ditemui usai acara bersih-bersih.

Ia mengungkapkan penyebab banyak sampah di Hutan Mangrove karena bersumber dari hulu sungai.

” Kalau ini sumbernya hulu sungai jangan buang sampah di sungai. Kita lihat ada celana panjang masuk ke badan perairan. Kan ada TPS3R atau TPS  buang disana jangan buang ke sungai,” ujarnya 

Baca Juga:  Perpendek Usia Tanam, Distan–BATAN Rekayasa Genetik Beras Merah Munduk

Dalam kesempatan tersebut seluruh undangan juga berkesempatan untuk menyusuri hutan mangrove serta dilaksanakan juga penebaran benih Ikan Nila Sebanyak 5.000 ekor yang didistribusikan oleh Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar.

- Advertisement -

Wakil Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan, Alue Dohong dalam sambutannya mengatakan meskipun dalam situasi pandemi covid 19 seperti ini kita tetap laksanakan kegiatan pembersihan kawasan hutan mangrove, namun  tetap dengan penerapan prokes yang ketat.

“Awalnya saya ingin ribuan orang bersama-sama untuk membersihkan sampah ini, tapi mengingat kita masih dalam siuasi pandemi makanya kita batasi jumlahnya dalam melakukan aksi aksi bersih  ini,” ujar Alue Dohong.

Lebih lanjut dikatakannya, walaupun hari ini merupakan acara puncak dari Aksi Bersih Mangrove, namun menurutnya, bukan berarti kegiatan ini harus berhenti bergerak.

 “Menurut saya ini merupakan trigger awal, dan mengingat kita adalah tuan rumah KTT G20 Tahun 2022 jadi kita wajib selalu melakukan pembersihan dan menjaga lingkungan sehingga pelaksanaan KTT G20 berjalan dengan sukses.

Baca Juga:  Kurangi Emisi Karbon, Sambut G20 di Bali dengan Kendaraan Listrik

Kata Wamen, permasalahan sampah merupakan masalah nasional. “Jadi tidak hanya di hilir saja, di hulu juga wajib melakukan pemilahan serta membuat regulasi agar tidak membuang sampah sembarangan ke sungai. Mengingat sungai dan saluran di hilir banyak terdapat ekosistem mahluk hidup, sehingga dengan tidak membuang sampah sembarangan ini dapat menjaga ekosistem di air agar tetap lestari,” ujar Alue Dohong.

Sementara Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa mengapresiasi pelaksanaan Aksi Bersih Mangrove yang dilaksanakan di Estuary DAM Suwung.

“Kami berharap dengan dilaksnakan G20 ini dapat menjadi momentum untuk mempromosikan Bali dan khususnya Kota Denpasar lebih luas, sehingga dapat memberikan dampak yang positif bagi kebangkitan pariwisata dan ekonomi dapat pulih kembali,” kata Arya Wibawa.

- Advertisement -

DENPASAR- Pemerintah sedang gencar menata Hutan Mangrove untuk persiapan acara G 20 Oktober mendatang.

Bertepatan dengan hari suci Tumpek Uye dan guna mempersiapkan serta menyambut momentum Presidensi G20 Tahun 2022 yang diselenggarakan di Bali, kini dilaksanakan Aksi Bersih Hutan Mangrove di kawasan Estuary Dam Suwung, Pemogan, Denpasar Selatan, pada Sabtu (29/01) pagi.

Menariknya, saat aksi bersih-bersih di area Hutan mangrove kemarin banyak ditemukan sampah, bahkan ada banyak sampah celana panjang dibuang ke sungai. 

Hal itu diungkapkan oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan, Alue Dohong saat ditemui usai acara bersih-bersih.

Ia mengungkapkan penyebab banyak sampah di Hutan Mangrove karena bersumber dari hulu sungai.

” Kalau ini sumbernya hulu sungai jangan buang sampah di sungai. Kita lihat ada celana panjang masuk ke badan perairan. Kan ada TPS3R atau TPS  buang disana jangan buang ke sungai,” ujarnya 

Baca Juga:  Kasus Baru Covid-19 di Jembrana Turun, Satgas Imbau Warga Tak Lengah

Dalam kesempatan tersebut seluruh undangan juga berkesempatan untuk menyusuri hutan mangrove serta dilaksanakan juga penebaran benih Ikan Nila Sebanyak 5.000 ekor yang didistribusikan oleh Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan, Alue Dohong dalam sambutannya mengatakan meskipun dalam situasi pandemi covid 19 seperti ini kita tetap laksanakan kegiatan pembersihan kawasan hutan mangrove, namun  tetap dengan penerapan prokes yang ketat.

“Awalnya saya ingin ribuan orang bersama-sama untuk membersihkan sampah ini, tapi mengingat kita masih dalam siuasi pandemi makanya kita batasi jumlahnya dalam melakukan aksi aksi bersih  ini,” ujar Alue Dohong.

Lebih lanjut dikatakannya, walaupun hari ini merupakan acara puncak dari Aksi Bersih Mangrove, namun menurutnya, bukan berarti kegiatan ini harus berhenti bergerak.

 “Menurut saya ini merupakan trigger awal, dan mengingat kita adalah tuan rumah KTT G20 Tahun 2022 jadi kita wajib selalu melakukan pembersihan dan menjaga lingkungan sehingga pelaksanaan KTT G20 berjalan dengan sukses.

Baca Juga:  Pemulihan Pariwisata Mustahil Tanpa Program Penguatan Digital

Kata Wamen, permasalahan sampah merupakan masalah nasional. “Jadi tidak hanya di hilir saja, di hulu juga wajib melakukan pemilahan serta membuat regulasi agar tidak membuang sampah sembarangan ke sungai. Mengingat sungai dan saluran di hilir banyak terdapat ekosistem mahluk hidup, sehingga dengan tidak membuang sampah sembarangan ini dapat menjaga ekosistem di air agar tetap lestari,” ujar Alue Dohong.

Sementara Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa mengapresiasi pelaksanaan Aksi Bersih Mangrove yang dilaksanakan di Estuary DAM Suwung.

“Kami berharap dengan dilaksnakan G20 ini dapat menjadi momentum untuk mempromosikan Bali dan khususnya Kota Denpasar lebih luas, sehingga dapat memberikan dampak yang positif bagi kebangkitan pariwisata dan ekonomi dapat pulih kembali,” kata Arya Wibawa.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/