alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Top, Cegah Covid-19, Keluar Masuk Desa Amertha Bhuana Wajib Lapor

AMLAPURA – Berbagai terobosan dilakukan desa-desa di Karangasem untuk menangkal virus corona makin menyebar. 

Ada yang membuat bilik khusus disinfektan. Hingga memperketat jalur masuk desa. Khusus di Desa Amertha Bhuana, Selat, Karangasem, warga dikenakan wajib lapor.

Kebijakan ini diambil Perbekel Amerta Bhuana I Wayan Suara Arsana. Dengan wajib lapor, pihaknya akan tahu kemana saja  warganya bepergian dan datang dari daerah mana.

Sehingga akan mudah melakukan pengawasan dan tindakan bila diperlukan. Di luar itu, Desa Amerta Bhuana juga melakukan penyemprotan disinfektan di beberapa tempat.

“Untuk wajib lapor sudah kami terapkan sejak dua hari lalu,” ujar Perbekel I Wayan Suara Arsana. Dengan wajib lapor, akan bisa dipantau sehingga mudah untuk mengambil tindakan.

Baca Juga:  Banjar Munduk Dikarantina 14 Hari, Relawan Srikandi Pasok Bumbu Dapur

Laporan bisa dilakukan lewat online dan bisa juga datang ke posko. Sementara untuk laporan online bisa lewat aplikasi chatting, dengan disertai tempat tujuan dan foto KTP.

Untuk mereka yang bepergian ke wilayah yang bersiko, nanti saat kembali akan di semprot dengan disinfektan dan juga diberikan edukasi sebelum masuk ke rumah agar mandi dulu.

Sementara pakian yang digunakan diganti dan dicuci atau di jemur. “Sementara yang baru datang dari luar negeri, dikenakan

karantina secara mandiri. Keluarga yang bersangkutan tinggal di dalam rumah tidak boleh keluar selama dua minggu,” imbuhnya.

Suara Arsana mengatakan, ada satu warganya yang di karantina secara mandiri. Mereka baru datang dari luar negeri, tepatnya dari kapal pesiar.

Baca Juga:  Sejak 3 Hari Terakhir, di Denpasar Perhari 2 Orang Positif Covid-19

Sejauh ini yang bersangkutan bersama keluarganya sudah sembilan hari menjalani karantina. “Untuk logistik akan di beck up. Kepala wilayah yang akan membawakan,” bebernya.

Di Desa Amerta Bhuana sendiri ada lima orang yang warganya bekerja di luar negeri. Dua orang di antaranya sudah pulang kampung.

Satu lagi belum masuk ke desa karena sedang menjalani karantina di Denpasar. “Kami berharap kondisi ini segera berlalu, dan situasinya kembali normal,” pungkasnya.



AMLAPURA – Berbagai terobosan dilakukan desa-desa di Karangasem untuk menangkal virus corona makin menyebar. 

Ada yang membuat bilik khusus disinfektan. Hingga memperketat jalur masuk desa. Khusus di Desa Amertha Bhuana, Selat, Karangasem, warga dikenakan wajib lapor.

Kebijakan ini diambil Perbekel Amerta Bhuana I Wayan Suara Arsana. Dengan wajib lapor, pihaknya akan tahu kemana saja  warganya bepergian dan datang dari daerah mana.

Sehingga akan mudah melakukan pengawasan dan tindakan bila diperlukan. Di luar itu, Desa Amerta Bhuana juga melakukan penyemprotan disinfektan di beberapa tempat.

“Untuk wajib lapor sudah kami terapkan sejak dua hari lalu,” ujar Perbekel I Wayan Suara Arsana. Dengan wajib lapor, akan bisa dipantau sehingga mudah untuk mengambil tindakan.

Baca Juga:  Sidak Pasar Umum, BPOM Temukan Puluhan Borak Dijual Terang-Terangan

Laporan bisa dilakukan lewat online dan bisa juga datang ke posko. Sementara untuk laporan online bisa lewat aplikasi chatting, dengan disertai tempat tujuan dan foto KTP.

Untuk mereka yang bepergian ke wilayah yang bersiko, nanti saat kembali akan di semprot dengan disinfektan dan juga diberikan edukasi sebelum masuk ke rumah agar mandi dulu.

Sementara pakian yang digunakan diganti dan dicuci atau di jemur. “Sementara yang baru datang dari luar negeri, dikenakan

karantina secara mandiri. Keluarga yang bersangkutan tinggal di dalam rumah tidak boleh keluar selama dua minggu,” imbuhnya.

Suara Arsana mengatakan, ada satu warganya yang di karantina secara mandiri. Mereka baru datang dari luar negeri, tepatnya dari kapal pesiar.

Baca Juga:  Cegah Covid-19, Pasar Rakyat di Denpasar Dipasangi Pembatas Plastik

Sejauh ini yang bersangkutan bersama keluarganya sudah sembilan hari menjalani karantina. “Untuk logistik akan di beck up. Kepala wilayah yang akan membawakan,” bebernya.

Di Desa Amerta Bhuana sendiri ada lima orang yang warganya bekerja di luar negeri. Dua orang di antaranya sudah pulang kampung.

Satu lagi belum masuk ke desa karena sedang menjalani karantina di Denpasar. “Kami berharap kondisi ini segera berlalu, dan situasinya kembali normal,” pungkasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/