24.8 C
Denpasar
Sunday, June 4, 2023

Ketika Eks Napi Terorisme Kelola Warung NKRI di Jimbaran untuk Mencegah ini

DENPASAR,radarbali.id – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memberdayakan penyintas atau korban terorisme dan eks napiter (narapidana terorisme)  membangun usaha bernama Warung NKRI yang bekerja sama dengan usaha waralaba, Gogo Fried Chiken. Untuk di Bali berlokasi di Jalan Raya Kampus Universitas Udayana, Jimbaran Badung. Kepala BNPT Boy Rafli Amar yang langsung meresmikan Warung NKRI sekaligus menyelenggarakan Dialog Kebangsaan, kemarin (29/3).

Boy Rafli Amar saat diwawancarai kemarin mengatakan penyintas dan eks napiter diberikan wadah supaya memiliki kemandirian secara ekonomi. Warung NKRI ada 25 di berbagai daerah di Indonesia. Ada yang bergabung antara penyintas dan eks napiter, ada juga yang hanya eks napiter saja maupun hanya penyintas.” Tidak semua ada eks narapidana dan penyintas.

Baca Juga:  Daya Ledak 10 Kali Lipat Merapi, Ribuan Gempa Ingatkan Warga Mengungsi

Sebagai contoh di Jawa Timur mengundang eks narapidana dan  penyintas bergabung menjadi satu wadah usaha. Apakah mereka berjualan makanan khas daerah tersebut ada  kerajinan dan  sebagainya ada kemandirian  ekonomi di antara mereka jadi sejahtera itu dimanfaatkan,” terang Pria lulusan Akpol 1988 ini.

Boy Rafli berharap Warung NKRI ada di seluruh kabupaten di Bali, bahkan bisa masuk di Kampus. Lebih lanjut Boy Rafli menerangkan generasi muda harus terus menjaga semangat nasionalisme, kebersamaan, keberagaman dan toleransi. Serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa ini mengingat kondisi arus globalisasi dan arus distrupsi informasi di media sosial.

“Perlu waspada jangan sampai identitas jati diri masyarakat dan generasi muda berpengaruh  dari narasi bukan narasi masyarakat tapi  narasi sengaja mengubah alam pikiran negeri termasuk intoleransi radikal terorisme. Yang agak ringan banyak sekali bisa mengaburkan nilai Ke-Indonesian,” papar Mantan Kapolda Papua ini

Baca Juga:  Tower Masih Berdiri, Begini Curahan Hati Pelajar SDN 2 Ketewel

Sementara Pihak Gogo Friedchiken yang bekerja sama dengan BNPT, Roni Suharto mengatakan, rencannya akan dibuka di Lombok juga kalau yang di Bali yang ke 25. Saat ini pihak Gogo belum merekrut eks napiter karena  sebelum dipekerjakan mereka akan dilatih terlebih dahulu. “Tidak langsung dipekerjakan kalau sudah bagus baru. Sudah lama kami bekerja samanya,” tukasnya. (feb/rid)

 



DENPASAR,radarbali.id – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memberdayakan penyintas atau korban terorisme dan eks napiter (narapidana terorisme)  membangun usaha bernama Warung NKRI yang bekerja sama dengan usaha waralaba, Gogo Fried Chiken. Untuk di Bali berlokasi di Jalan Raya Kampus Universitas Udayana, Jimbaran Badung. Kepala BNPT Boy Rafli Amar yang langsung meresmikan Warung NKRI sekaligus menyelenggarakan Dialog Kebangsaan, kemarin (29/3).

Boy Rafli Amar saat diwawancarai kemarin mengatakan penyintas dan eks napiter diberikan wadah supaya memiliki kemandirian secara ekonomi. Warung NKRI ada 25 di berbagai daerah di Indonesia. Ada yang bergabung antara penyintas dan eks napiter, ada juga yang hanya eks napiter saja maupun hanya penyintas.” Tidak semua ada eks narapidana dan penyintas.

Baca Juga:  Transmisi Lokal Masih Terjadi di Buleleng, Catat Satu Tambahan Kasus

Sebagai contoh di Jawa Timur mengundang eks narapidana dan  penyintas bergabung menjadi satu wadah usaha. Apakah mereka berjualan makanan khas daerah tersebut ada  kerajinan dan  sebagainya ada kemandirian  ekonomi di antara mereka jadi sejahtera itu dimanfaatkan,” terang Pria lulusan Akpol 1988 ini.

Boy Rafli berharap Warung NKRI ada di seluruh kabupaten di Bali, bahkan bisa masuk di Kampus. Lebih lanjut Boy Rafli menerangkan generasi muda harus terus menjaga semangat nasionalisme, kebersamaan, keberagaman dan toleransi. Serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa ini mengingat kondisi arus globalisasi dan arus distrupsi informasi di media sosial.

“Perlu waspada jangan sampai identitas jati diri masyarakat dan generasi muda berpengaruh  dari narasi bukan narasi masyarakat tapi  narasi sengaja mengubah alam pikiran negeri termasuk intoleransi radikal terorisme. Yang agak ringan banyak sekali bisa mengaburkan nilai Ke-Indonesian,” papar Mantan Kapolda Papua ini

Baca Juga:  UPDATE! Drone Buffalo FX- 79 Berhasil Petakan Jalur Lahar Gunung Agung

Sementara Pihak Gogo Friedchiken yang bekerja sama dengan BNPT, Roni Suharto mengatakan, rencannya akan dibuka di Lombok juga kalau yang di Bali yang ke 25. Saat ini pihak Gogo belum merekrut eks napiter karena  sebelum dipekerjakan mereka akan dilatih terlebih dahulu. “Tidak langsung dipekerjakan kalau sudah bagus baru. Sudah lama kami bekerja samanya,” tukasnya. (feb/rid)

 


Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru