alexametrics
28.7 C
Denpasar
Saturday, August 20, 2022

Radius Pencarian Pelajar SMP Tenggelam di Selat Bali Diperluas

NEGARA – Meski lokasi hilangnya Firdan, 15, seorang siswa peserta tour ke Bali dari SMPN 16 Kota Malang,

yang jatuh dari kapal di Selat Bali masuk wilayah perairan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, sejumlah instansi terkait di Jembrana juga melakukan pencarian.

Pada hari kedua kemarin (29/4), radius pencarian diperluas daripada hari pertama.

Kasatpolair Polres Jembrana Iptu Edy Waluyo mengatakan, pada pencarian hari kedua kemarin tim gabungan dari Satpolair Polres Jembrana, TNI Angkatan Laut, dan Basarnas,

melakukan pencarian di Selat Bali dua kali dalam sehari selama beberapa jam dengan menyisir perairan Selat Bali. “Pagi dan sore kami lakukan pencarian,” ujar Iptu Edy Waluyo.

Baca Juga:  Ribuan Benih Ikan Ditebar di Pantai Penimbangan Buleleng

Pencarian dilakukan kemarin menggunakan 2 unit kapal polair type C2 dan 1 unit boat milik Basarnas dengan melakukan penyisiran pantai dari Pelabuhan Gilimanuk sampai Sumbersari dan ke wilayah utara sampai Tegal Bunder.

“Sementara belum ada hasil,” ujarnya. Sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) pencarian dilakukan hingga tujuh hari sejak korban dilaporkan hilang.

Karena itu, selama beberapa hari ke depan pihaknya tetap akan melakukan pencarian. Pihaknya juga mengimbau masyarakat

atau nelayan yang menemukan untuk segera melaporkan pada pihak berwajib agar bisa segera dilakukan penindakan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sabtu (28/4) dini hari lalu, Firdan, 15, seorang siswa peserta tour ke Bali dari SMPN 16 Kota Malang,

Baca Juga:  Jatuh di Serangan, WNA Amerika Ditemukan Selamat di Perairan Klungkung

terjatuh dari atas kapal saat berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menuju Pelabuhan Gilimanuk.

Korban bersama teman-teman sekolahnya dari Malang menggunakan bus K 1568 BM menyeberang dari Pelabuhan Ketapang dengan KMP Karya Maritim 3, sekitar pukul 23.40 Wita bertolak dari Pelabuhan Ketapang.

Sekitar 20 menit kemudian, korban yang berada di dek kapal tiba-tiba terjatuh. Sejumlah orang yang melihat kejadian tersebut meminta bantuan pada kru kapal dan langsung dilakukan pencarian di sekitar lokasi terjatuhnya korban.

Sayangnya selama 40 menit pencarian tidak ditemukan dan selanjutnya kapal memutuskan bersandar di Pelabuhan Gilimanuk untuk berkoordinasi degan pihak Syahbandar Gilimanuk.



NEGARA – Meski lokasi hilangnya Firdan, 15, seorang siswa peserta tour ke Bali dari SMPN 16 Kota Malang,

yang jatuh dari kapal di Selat Bali masuk wilayah perairan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, sejumlah instansi terkait di Jembrana juga melakukan pencarian.

Pada hari kedua kemarin (29/4), radius pencarian diperluas daripada hari pertama.

Kasatpolair Polres Jembrana Iptu Edy Waluyo mengatakan, pada pencarian hari kedua kemarin tim gabungan dari Satpolair Polres Jembrana, TNI Angkatan Laut, dan Basarnas,

melakukan pencarian di Selat Bali dua kali dalam sehari selama beberapa jam dengan menyisir perairan Selat Bali. “Pagi dan sore kami lakukan pencarian,” ujar Iptu Edy Waluyo.

Baca Juga:  Jatuh di Serangan, WNA Amerika Ditemukan Selamat di Perairan Klungkung

Pencarian dilakukan kemarin menggunakan 2 unit kapal polair type C2 dan 1 unit boat milik Basarnas dengan melakukan penyisiran pantai dari Pelabuhan Gilimanuk sampai Sumbersari dan ke wilayah utara sampai Tegal Bunder.

“Sementara belum ada hasil,” ujarnya. Sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) pencarian dilakukan hingga tujuh hari sejak korban dilaporkan hilang.

Karena itu, selama beberapa hari ke depan pihaknya tetap akan melakukan pencarian. Pihaknya juga mengimbau masyarakat

atau nelayan yang menemukan untuk segera melaporkan pada pihak berwajib agar bisa segera dilakukan penindakan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sabtu (28/4) dini hari lalu, Firdan, 15, seorang siswa peserta tour ke Bali dari SMPN 16 Kota Malang,

Baca Juga:  Diterjang Arus di Selat Bali, KMP Pancar Indah Kandas Dua Jam

terjatuh dari atas kapal saat berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menuju Pelabuhan Gilimanuk.

Korban bersama teman-teman sekolahnya dari Malang menggunakan bus K 1568 BM menyeberang dari Pelabuhan Ketapang dengan KMP Karya Maritim 3, sekitar pukul 23.40 Wita bertolak dari Pelabuhan Ketapang.

Sekitar 20 menit kemudian, korban yang berada di dek kapal tiba-tiba terjatuh. Sejumlah orang yang melihat kejadian tersebut meminta bantuan pada kru kapal dan langsung dilakukan pencarian di sekitar lokasi terjatuhnya korban.

Sayangnya selama 40 menit pencarian tidak ditemukan dan selanjutnya kapal memutuskan bersandar di Pelabuhan Gilimanuk untuk berkoordinasi degan pihak Syahbandar Gilimanuk.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/