alexametrics
28.7 C
Denpasar
Saturday, August 20, 2022

255 Pekerja di Gianyar Jadi Korban PHK, 9.942 Pekerja Dirumahkan

GIANYAR – Sebulan lebih pandemi Covid-19 berlangsung di Bali. Pekerja hotel dan restoran di Gianyar yang kena dampak Covid-19 terus bertambah.

Dari awalnya 5.875 pekerja wisata yang dirumahkan, kini jumlahnya hampir menyentuh angka 10 ribu pekerja.

Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Gianyar, Anak Agung Dalem Jagadita, jumlah pekerja yang terdampak Covid hingga 23 April mencapai 9.942 orang.

“Itu berdasark data dari perusahaan,” ujar Dalem Jagadita. Selain dirumahkan, ratusan pekerja juga sampai kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Data sebelumnya, pekerja yang kena PHK sebanyak 118 orang. “Saat ini yang ter-PHK sebanyak 255 orang,” terangnya.

Disnaker berharap pemilik usaha harus menjaga karyawan mereka. “Seperti apapun kondisinya mekanisme hubungan industrial ini harus tetap dijaga. Imbauan sudah kami berikan,” imbuhnya.

Baca Juga:  Jasa Raharja Gerak Cepat Santuni Korban Lakalantas di Seririt

Dengan kondisi yang cukup lama, Disnaker menyarankan pengusaha menjalankan sistem kerja menggilir karyawan.

“Ada juga mekanisme merumahkan dalam arti cuti tidak dibayar,” ungkapnya. Diakui, pemerintah sudah berupaya mengantisipasi dengan mengeluarkan kartu prakerja.

Itu berupa program peningkatan kompetensi. “Kalau ada yang berminat memanfaatkan itu silakan, yang boleh memanfaatkan itu tentu WNI terutama yang terdampak Covid-19,” jelasnya

Dengan kartu ini, kata dia, pencari kerja bisa memilih menu kepelatihan. “Ini untuk meningkatkan kompetensi,” pungkasnya. 



GIANYAR – Sebulan lebih pandemi Covid-19 berlangsung di Bali. Pekerja hotel dan restoran di Gianyar yang kena dampak Covid-19 terus bertambah.

Dari awalnya 5.875 pekerja wisata yang dirumahkan, kini jumlahnya hampir menyentuh angka 10 ribu pekerja.

Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Gianyar, Anak Agung Dalem Jagadita, jumlah pekerja yang terdampak Covid hingga 23 April mencapai 9.942 orang.

“Itu berdasark data dari perusahaan,” ujar Dalem Jagadita. Selain dirumahkan, ratusan pekerja juga sampai kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Data sebelumnya, pekerja yang kena PHK sebanyak 118 orang. “Saat ini yang ter-PHK sebanyak 255 orang,” terangnya.

Disnaker berharap pemilik usaha harus menjaga karyawan mereka. “Seperti apapun kondisinya mekanisme hubungan industrial ini harus tetap dijaga. Imbauan sudah kami berikan,” imbuhnya.

Baca Juga:  Kritik Pemerintah Tangani Covid-19, Nosstres Rilis Single Saling Bantu

Dengan kondisi yang cukup lama, Disnaker menyarankan pengusaha menjalankan sistem kerja menggilir karyawan.

“Ada juga mekanisme merumahkan dalam arti cuti tidak dibayar,” ungkapnya. Diakui, pemerintah sudah berupaya mengantisipasi dengan mengeluarkan kartu prakerja.

Itu berupa program peningkatan kompetensi. “Kalau ada yang berminat memanfaatkan itu silakan, yang boleh memanfaatkan itu tentu WNI terutama yang terdampak Covid-19,” jelasnya

Dengan kartu ini, kata dia, pencari kerja bisa memilih menu kepelatihan. “Ini untuk meningkatkan kompetensi,” pungkasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/