alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Empat Pemasok Ganja Hampir 1 Kwintal ke Bali Diganjar Seumur Hidup

NEGARA- Tuntutan hukuman pidana maksimal akhirnya diberikan Jaksa Penntut Umum bagi empat terdakwa kasus kepemilikan narkotika jenis sabu dan ganja seberat 97,8 kilogram netto.

Empat terdakwa pemasok atau pengedar ganja ke Bali hampir 1 kwintal itu, yakni masing-masing Herman Pelani, 35; Umar Saleh Siregar, 27; Faisal Ahmad Rangkuti, 33; dan Rikardo Nainggolan, 44; akhirnya oleh JPU Ni Ketut Lili Suryanti dkk dituntut dengan pidana seumur hidup.

Seperti terungkap saat sidang daring, Kamis (30/4). Dijelaskan tuntutan hukuman seumur hidup yang dijatuhkan JPU asal Kejari Jembrana terhadap empat terdakwa, itu karena para terdakwa dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana Pasal 115 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Menuntut terdakwa dengan pidana penjara seumur hidup,” tegas Jaksa Lili Suryanti.

Lebih lanjut, JPU juga mengurai pertibangan yang memberatkan hukuman bagi para terdakwa.

Baca Juga:  Terbukti Pungli, Ketua Pecalang Disanksi Adat, Lolos Jerat Pidana

Disebutkan, selain barang bukti dalam jumlah besar dan bisa merusak generasi muda, hal memberatkan lainnya, karena para terdakwa sempat akan melarikan diri ketika ditangkap

“Terdakwa Umar dan Herman pasalnya lebih banyak karena saat ditangkap dia membawa sabu-sabu juga,” ujar Gatot usai sidang.

Karena tuntutan tersebut dinilai berat, empat terdakwa mengajukan pembelaan pada majelis dengan hakim ketua Fakhrudin Said Ngaji dengan dua hakim anggota Mohammad Hasanuddin Hefni dan Alfan Firdauzi Kurniawan. Pembelaan dari empat terdakwa diagendakan pada Senin (6/5) pekan depan.

Seperti diketahui, kasus ini terungkap berawal dari  kecurigaan petugas terhadap mobil Xenia putih DK 1580 OW yang dikemudikan oleh terdakwa Herman Pelani, 35, dan Umar Saleh Siregar, 27, sesaat setelah memasuki pos pemeriksaan Pelabuhan Gilimanuk, pada Sabtu dini hari (19/10) setahun lalu.

Kecurigaan petugas itu, menyusul adanya empat kardus besar yang diakui terdakwa berisi kain batik.

Baca Juga:  Tewas Terpanggang, Kondisi Mayat Korban Versi Tim Medis Mengenaskan

Namun, dari hasil pemeriksaan petugas, isi dalam kardus bukan kain batik. Melainkan bungkusan dengan lakban coklat yang diduga ganja kering. 

Dari hasil pemeriksaan mendalam terdapat 100 paket ganja yang disimpan dalam empat kardus terpisah dengan berat keseluruhan bruto 97.914,0 gram atau netto 97.816,4 gram.

Selain ganja, ditemukan dua buah plastik klip yang berisi kristal bening yang diduga sabu-sabu dengan berat keseluruhan bruto 0,24 gram atau netto 0,10 gram, dan uang tunai sebesar Rp 4.25 juta. 

Barang bukti tersebut kemudian diamankan ke Polres Jembrana untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Menurut pengakuan dua terdakwa (Herman Pelani dan Umar Saleh Siregar) ternyata ada dua tersangka lagi yang sudah lebih dulu berangkat menggunakan mobil B 2321 UR. 

Polisi kemudian mengejar dan berhasil menangkap kedua terdakwa lain, yakni Faisal Ahmad Rangkuti, 33, dan Rikardo Nainggolan, 44. 



NEGARA- Tuntutan hukuman pidana maksimal akhirnya diberikan Jaksa Penntut Umum bagi empat terdakwa kasus kepemilikan narkotika jenis sabu dan ganja seberat 97,8 kilogram netto.

Empat terdakwa pemasok atau pengedar ganja ke Bali hampir 1 kwintal itu, yakni masing-masing Herman Pelani, 35; Umar Saleh Siregar, 27; Faisal Ahmad Rangkuti, 33; dan Rikardo Nainggolan, 44; akhirnya oleh JPU Ni Ketut Lili Suryanti dkk dituntut dengan pidana seumur hidup.

Seperti terungkap saat sidang daring, Kamis (30/4). Dijelaskan tuntutan hukuman seumur hidup yang dijatuhkan JPU asal Kejari Jembrana terhadap empat terdakwa, itu karena para terdakwa dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana Pasal 115 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Menuntut terdakwa dengan pidana penjara seumur hidup,” tegas Jaksa Lili Suryanti.

Lebih lanjut, JPU juga mengurai pertibangan yang memberatkan hukuman bagi para terdakwa.

Baca Juga:  Kelurahan jadi Desa, Undang 16 Lurah

Disebutkan, selain barang bukti dalam jumlah besar dan bisa merusak generasi muda, hal memberatkan lainnya, karena para terdakwa sempat akan melarikan diri ketika ditangkap

“Terdakwa Umar dan Herman pasalnya lebih banyak karena saat ditangkap dia membawa sabu-sabu juga,” ujar Gatot usai sidang.

Karena tuntutan tersebut dinilai berat, empat terdakwa mengajukan pembelaan pada majelis dengan hakim ketua Fakhrudin Said Ngaji dengan dua hakim anggota Mohammad Hasanuddin Hefni dan Alfan Firdauzi Kurniawan. Pembelaan dari empat terdakwa diagendakan pada Senin (6/5) pekan depan.

Seperti diketahui, kasus ini terungkap berawal dari  kecurigaan petugas terhadap mobil Xenia putih DK 1580 OW yang dikemudikan oleh terdakwa Herman Pelani, 35, dan Umar Saleh Siregar, 27, sesaat setelah memasuki pos pemeriksaan Pelabuhan Gilimanuk, pada Sabtu dini hari (19/10) setahun lalu.

Kecurigaan petugas itu, menyusul adanya empat kardus besar yang diakui terdakwa berisi kain batik.

Baca Juga:  Maafkan Penyebar Berita Hoax Jokowi, Anggap Bagian dari Rekonsiliasi

Namun, dari hasil pemeriksaan petugas, isi dalam kardus bukan kain batik. Melainkan bungkusan dengan lakban coklat yang diduga ganja kering. 

Dari hasil pemeriksaan mendalam terdapat 100 paket ganja yang disimpan dalam empat kardus terpisah dengan berat keseluruhan bruto 97.914,0 gram atau netto 97.816,4 gram.

Selain ganja, ditemukan dua buah plastik klip yang berisi kristal bening yang diduga sabu-sabu dengan berat keseluruhan bruto 0,24 gram atau netto 0,10 gram, dan uang tunai sebesar Rp 4.25 juta. 

Barang bukti tersebut kemudian diamankan ke Polres Jembrana untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Menurut pengakuan dua terdakwa (Herman Pelani dan Umar Saleh Siregar) ternyata ada dua tersangka lagi yang sudah lebih dulu berangkat menggunakan mobil B 2321 UR. 

Polisi kemudian mengejar dan berhasil menangkap kedua terdakwa lain, yakni Faisal Ahmad Rangkuti, 33, dan Rikardo Nainggolan, 44. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/